HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Terkait Tuntutan Lahan Sawit, Pendemo Sindir Bupati Darwis Jangan Cuma Marah ke Gubernur

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BOALEMO: Masyarakat Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menggelar aksi demo di depan kantor perusahaan kelapa sawit (PT. AAS), Senin (11/2/2019). Dan dijagat ketat puluhan personil Polri.

Aksi demo yang diprakarsai oleh beberapa LSM, termasuk KNPI Wonosari itu, melalui pengeras suara meneriakkan tuntutan, meminta agar pihak perusahaan segera merealisasikan pembagian pembayaran lahan mereka.

“Kami berharap aksi kami ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemda Boalemo, terutama Bupati Darwis,” ujar seorang orator dalam aksi tersebut, Irwan Abas.

Irwan menyindir, Bupati Darwis jangan hanya bisa marah-marah ke Gubernur Gorontalo lantaran terlambat beberapa jam saja tiba dalam acara pembagian beras, namun tuntutan pembayaran lahan sawit yang sudah setahun diperjuangkan ini tak ingin didengarnya.

“Perjuangan kami di Kecamatan Wonosari sudah setahun lebih, meminta hak pembayaran lahan kami kepada kantor (perusahaan) kelapa sawit, namun tidak pernah Bupati Darwis tindaklanjuti,” ujar Irwan.

Para pendemo pun menantang Bupati Darwis agar juga bisa berani “memarahi” pihak perusahaan kelapa sawit tersebut.

(Berita terkait: Bupati Darwis “Kerasukan Setan”, Gubernur Rusli: Jadi Pejabat Harus Jaga Mulut Jangan Provokasi Rakyat)

Mereka berharap, seharusnya paling tepat Bupati Darwis marah-marah kepada pihak perusahaan sawit, karena hampir ribuan hektar lahan milik masyarakat Wonosari belum dibayarkan.

“Bupati Darwis jangan cuma bisa marah-marah di acara pembagian beras beberapa waktu lalu. Cobalah marahi juga pihak perusahaan agar hak-hak kami bisa segera dibayarkan,” ungkap sejumlah pendemo.

“Kalau betul Bupati Darwis mementingkan kepentingan rakyat, kenapa tuntutan kami yang di Wonosari ini tidak pernah ditindaklanjuti?” tutur Irwan bertanya-tanya.

Irwan mengungkapkan, sekitar 300 lebih petani calon penerima pembayaran hak lahan kelapa sawit ini tumpah di depan Kantor PT. AAS.

“Mereka meminta agar pihak perusahaan sawit dan Pemda bisa lebih mengedepankan tuntutan mereka tersebut, untuk tidak lagi berlama-lama dalam penyelesaian pembayaran ini. Karena sudah setahun lebih kami bersabar menunggu,“ tegas Irwan, diiyakan oleh para pendemo lainnya.

Pendemo juga mengaku prihatin dengan persoalan limbah pabrik sawit tersebut, sebab laguna (lagoon) yang dibangun oleh perusahaan sawit untuk menampung limbah, sudah banyak yang bocor.

Akibat bocornya laguna tersebut, kata Irwan, limbah yang dihasilkan perusahaan sawit itupun menyebar ke sungai, hingga mengalir ke sawah.

Menurut Irwan, di sungai itu masih banyak warga beraktivitas mandi dan mencuci, hingga sangat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.

Olehnya itu, Irwan bersama para pendemo mendesak Bupati Darwis Moridu agar tidak berdiam diri  atas tuntutan masyarakat Kecamatan Wonosari ini. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 12856
  • 14483