Kembali Jadi Caleg 2019, Ini Visi-Misi Mansur Makalaw

 

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sejumlah kader partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, terlebih yang ada di daerah, saat ini telah mematok berbagai upaya serta manuver politik yang mengarah kepada penguatan di akar rumput.

Salah satunya adalah dengan melakukan sejumlah kegiatan sosial maupun dialog bersama para konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Pada kesempatan kali ini, awak DM1 berhasil mewawancarai seorang Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang akan kembali mencalonkan diri sebagai Caleg (Calon Legislatif) di partai yang sama, yakni Mansur Makalaw (MM). Berikut petikan wawancaranya: —redaksi

DM1: Apa yang melatarbelakangi Anda terjun ke dalam dunia politik?
MM: Awalnya saya seorang pengusaha gilingan padi dan bekerja juga sebagai petani. Setiap saya bersama masyarakat mereka selalu mengeluh dengan program yang setiap tahun diaspirasikan melalui desa, tapi tidak ada realisasi dari pemerintah. Inilah yang kemudian membuat saya terpanggil terjun ke dunia politik, di mana masyarakat mendorong saya untuk maju sebagai anggota DPRD.

DM1: Lalu Anda mencalonkan diri sebagai Caleg?
MM: Iya.. untuk pertama kalinya saya maju sebagai Caleg pada Pemilu tahun 2009 melalui Partai Hanura, tapi kesuksesannya tertunda. Namun Alhamdulillah di tahun 2014 melalui Partai NasDem saya bisa mewujudkan impian dan amanah dari masyarakat untuk duduk sebagai wakil rakyat dari dapil Batudaa Cs.

DM1: Mengapa Anda memilih Nasdem?
MM: Karena Partai NasDem satu-satunya partai baru sebagai pelopor gerakan perubahan, yang artinya kita berada di zaman reformasi yang tanpa arah ini. Maka NasDem adalah partai yang akan mengembalikan beberapa yang hilang dari diri pribadi kita sebagai orang Indonesia.

DM1: NasDem punya “jargon” Restorasi. Apakah jargon ini pula yang membuat Anda tertarik masuk jadi kader NasDem?
MM: Iya. Sebab, restorasi adalah gerakan perubahan yang menyiratkan pembentukan ulang, pengenalan gagasan baru, tetapi dalam waktu bersamaan berupaya mengembalikan sesuatu yang hilang, nilai karakter bangsa, adat, kebiasaan, pengetahuan dan kearifan lokal, toleransi, kebersamaan, persaudaraan, komunalitas dan rasa kebangsaan. Inilah semua menjadi dasar saya masuk NasDem.

DM1: Saat ini siapa tokoh politik yang Anda idolakan?
MM: Yaa.., tentu saja Bapak Surya Paloh!

DM1: Seperti apa visi-misi yang ingin Anda wujudkan jika terpilih nanti?
MM: Visi saya, adalah membangun daerah bergandengan tangan bersama eksekutif untuk mewujudkan kemakmuran rakayat Kabupaten Gorontalo, khususnya di Batudaa Cs.

Sedangkan misi saya, adalah terlaksananya program secara merata kepada segenap masyarakat sampai ke tingkat bawah, sehingga cepat dan tepat dalam mengurangi angka kemiskinan.

DM1: Saat ini Anda bertekad untuk maju kembali sebagai Caleg 2019. Program apa saja yang akan Anda tawarkan?
MM: Apabilah masih diberi amanah oleh masyarakat Batudaa Cs untuk mengawal dan menindak lanjuti apa saja yang diaspirasikan oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan saya. Program saya ke depan masih tetap konsisten dalam memperjuangkan program pro-rakyat kecil sampai ke tingkat bawah. Diantaranya program sosial, pertanian dan perikanan, infrastruktur serta pendidikan dan sumber daya masyarakat yang harus lebih ditingkatkan untuk 5 tahun ke depan.

DM1: Terakhir, sudah sejauh mana Anda melakukan sosialisasi di dapil Anda?
MM: Alhamdulillah semua kebiasaan saya sebelum jadi anggota DPRD yang selalu menyapa masyarakat di setiap sosialisasi, umumnya masyarakat masih tetap memberikan amanah dan kesempatan untuk maju sebagai calon wakil rakyat. Dan saya yakin ini adalah mandat yang harus tetap saya jaga demi satu tujuan, terwujudnya kemakmuran masyarakat Kabupaten Gorontalo, khususnya di Batudaa Cs.

(SP*ton-sel/vit/ams/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

14.084 views

Next Post

Beredar Putusan di Medsos, Pasangan Matahari Ditolak. Benarkah?

Ming Mar 11 , 2018
DM1.CO.ID, GORONTALO: Usai dicoret sebagai peserta Pilwako Gorontalo 2018, pasangan Marten Taha dan Ryan Kono (MATAHARI) pun melayangkan gugatan ke PTTUN Makassar, Rabu (28/2/2018). Komentar anda :