BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Banyak BUMN Merugi, RR: Pemilihan Bos-bos yang Asal-asalan dan Asal Nyetor

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Selain dapat bantuan dari pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) juga dapat melakukan monopoli dan oligopoli di dalam negeri. Tapi mengapa kondisi BUMN semakin lama semakin merugi, hal inilah yang disinyalir sangat tidak masuk akal.

Kondisi yang semakin merugi ini karena adanya orang-orang yang tidak kompeten di dalamnya, sehingga BUMN hanya dijadikan sapi perahan untuk kepentingan elite. Idealnya BUMN seharusnya mampu menjadi penggerak ekonomi nasional, namun nyatanya tidak demikian.

Begitulah kritik seorang ekonom senior, Dr. Rizal Ramli, dalam diskusi “RUU BUMN Mencegah BUMN Jadi ATM Jelang Pemilu” di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Dalam diskusi tersebut RR (sapaan akrab Rizal Ramli) menegaskan, bahwa negara-negara yang ada di Eropa atau China saja, BUMN-nya mampu menjadi penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi negara mereka. “Kok kita tidak bisa, Malah menjadi bancakan?” lontar Rizal Ramli.

RR menilai, pengelolaan BUMN saat ini sangat amburadul, mulai dari tahap penunjukan komisaris hingga direksi BUMN.

Menurutnya, pemilihan pejabat di lingkungan BUMN cenderung serampangan, sehingga hanya diisi orang-orang yang tidak punya kemampuan mengelola BUMN.

RR mengatakan, penunjukan komisaris, direksi, nampak asal-asalan. “Asal nyetor, akhirnya bisa jadi komisaris atau direksi,” ujar Rizal Ramli yang pernah sukses mengangkat kejayaan PT. Semen Gresik sebagai Komisaris Utama.

RR pun menegaskan, bahwa dalam membenahi BUMN itu sangat mudah, dengan syarat hilangkan konflik kepentingan dalam proses pembenahan.

Di era kepemimpinan Presiden Abdurahman wahid, RR yang pada masa itu menjabat sebagai Menko Perekonomian, mampu menyelamatkan aset PLN yang nyaris bangkrut dengan melakukan revaluasi aset sehingga nilainya meningkat menjadi Rp.200 Triliun.

Begitu pula saat menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli yang menyarankan pemerintah untuk melakukan revaluasi akhir aset, terbukti dapat membuat aset meningkat menjadi Rp.800 Triliun.

RR pun mengajak, apabila dirinya jadi presiden pada 2019, maka semua masalah ekonomi bangsa di negeri ini akan teratasi. “Bukannya sombong, satu gebrakan saja waktu saya jadi Menko Maritim bisa hasilkan Rp.1000 Triliun,” lontar Rizal Ramli. (dot/c/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up