BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Trump Sebut Pers (Media) yang Jadi Musuh Rakyat AS

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, WASHINGTON: Presiden AS, Donald Trump kembali melontarkan ungkapan kontroversial terkait media. melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat (17/2/2017). Trump menyebut bahwa, Pers sebagai musuh rakyat Amerika.

Daily Mail melansir, bahwa tak lama setelah mendarat di rumahnya di Mar-a-Lago, Florida, Trump mengutuk Pers dalam sebuah cicitan.

“Media BERITA PALSU (gagal @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN) bukan musuh saya, melainkan musuh rakyat Amerika!”. Demikian Trump menulis dengan menyebut nama-nama media yang diserangnya.

Sebelumnya, Trump juga dikabarkan telah menyerang New York Times, CNN, NBC, dan media-media lainnya, dengan mengatakan media-media itu ‘sakit.’

Namun, ia dengan cepat menghapus (meralat) cicitan itu dan menggantinya dengan hanya menampilkan dua ‘musuh’ media ke dalam daftar blacklist, yaitu ABC dan CBS.

Menurut mengamatan, memang selama ini telah banyak Presiden AS yang mengkritik Pers. Akan tetapi, lontaran bahasa Trump dipandang lebih tajam layaknya para pemimpin otoriter di seluruh dunia. Sejak kampanye, presiden berusia 70 tahun itu juga mengkritik Pers karena memberikan keterangan bias.

Pada Kamis (16/2/2017), Trump bahkan sempat mengeluarkan caci-maki dan keluhan panjang dalam konferensi Pers. Ia menyalahkan media atas segala masalah yang menimpa pemerintahannya yang baru berjalan selama satu bulan.

Pemerintahannya mengalami pekan-pekan penuh pergolakan. Dimulai dari pengunduran diri penasihat keamanan nasionalnya, penarikan calon kabinet, hingga kebijakan imigrasi pusat yang dijegal pengadilan.

Dalam empat minggu penuh gejolak, Trump telah melihat penasihat keamanan nasionalnya digulingkan, calon kabinet menarik, kebijakan imigrasi pusat gagal di pengadilan dan gelombang pasang kebocoran merusak.

(dbs/DM1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up