BERITA EKSKLUSIFHUKUMKorupsiTemuanTerbaruViral

Akun Twitter ini Beberkan: Menpora Dito Ariotedjo Diduga Ikut “Cicipi” Uang Hasil Korupsi BTS

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Kasus korupsi Proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020-2022, menyeret nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo.

Ia disebut-sebut termasuk salah seorang yang diduga turut mendapat “jatah” (uang) hasil korupsi proyek Pembangunan BTS 4G tersebut.

Dikabarkan, uang hasil korupsi proyek BTS 4G itu diduga mengalir ke Dito Ariotedjo saat masih duduk sebagai anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan. Ruang lingkup dan tugas Komisi I DPR ini memang terdiri dari 4 bidang, yakni Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen.

Mengetahui dirinya disebut-sebut terseret dan diduga ikut “menikmati” hasil korupsi proyek BTS 4G tersebut, Dito Ariotedjo pun membantah dugaan tersebut.

Menpora kelahiran Jakarta pada 25 September 1990 ini bahkan terkekeh saat mendapat pertanyaan bertubi-tubi untuk klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi BTS tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan itu salah alamat.

Namun dari informasi yang beredar menyebutkan, dugaan terkait keterlibatan Dito Ariotedjo yang dibeberkan oleh akun Twitter @_palungmariana itu layak menjadi pertimbangan untuk dipercaya, karena dugaan itu berdasarkan pengakuan dari Komisaris PT. Solitechmedia Sinergy  Irwan Hermawan selaku salah seorang tersangka dalam kasus ini.

 Dalam akun Twitternya pada Sabtu (24/6/2023), @_palungmariana menuliskan “Cipratan BTS Sampai Senayan” dilengkapi sebuah foto bergambar Dito Ariotedjo dan Presiden Jokowi sedang terbahak-bahak.

Berikut di bawah ini beberapa tweet dari @_palungmariana terkait kasus korupsi proyek BTS 4G yang ikut menyeret nama Dito Ariotedjo:

“Sembari baca kabar U-17, Luna Maya, Putin & BEM UI, jangan lupakan perkara korupsi BTS. Sama-sama berkantor di Senayan, Menpora milenial Dito Ariotedjo & sejumlah Anggota Komisi I DPR disebut terima uang BTS. Kasus ini makin waduh saja.”

“Pengakuan ini bukan diutarakan mantan Menkominfo Johnny G Plate, tapi oleh Komisaris PT Solitechmedia Sinergy Irwan Hermawan, satu dari 8 tersangka lainnya yg ikut icip uang proyek BTS.”

“PT Solitechmedia Sinergy sendiri bukanlah perusahaan yg ikut ditunjuk di proyek jumbo pembangunan menara pemancar signal internet itu. Selama ini banyak kekeliruan oleh sejumlah media yg mencatut entitas ini.”

“Namun demikian, ruang kerja Irwan di kantornya itu telah ia pakai utk mengumpulkan uang setoran dari semua perusahaan yg dipilih Johnny sbg pemegang proyek BTS, termasuk saweran dari perusahaan milik Happy Hapsoro.”

“Uang itu kemudian dibagikan sbg “uang keamanan” atas intruksi Johnny melalui orang kepercayaannya Anang Achmad Latif, Dirut BAKTI Kominfo & merupakan satu dari 8 tersangka.”

“Peran Irwan dlm kasus ini memang mengelola uang setoran & pembagiannya ke sejumlah pos dgn dibantu Windi Purnama, suruhan dia yg termasuk dari 8 tersangka pula.”

“Irwan membenarkan keterangan Windi yg lebih dulu diinterogasi Kejaksaan soal adanya aliran “uang keamanan” itu ke sejumlah Anggota Komisi I DPR & elit Kemenpora.”

“Irwan menyebut, nama-nama yg dimaksud salah satunya ialah Sugiono, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra. Dari Sugiono lah kemudian “uang keamanan” ini disebar ke semua Anggota Komisi I agar tak mereka singgung di tiap rapat dgn Kemenkominfo.”

“Sementara yg dimaksud satu elit Kemenpora ialah Dito Ariotedjo. Ia dikatakan menerima aliran uang BTS sblm menjabat Menpora.”

“Sblm ditunjuk Jokowi utk mengurusi bidang kepemudaan & olahraga, Dito ikut membantu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sbg tim ahli dia.”

“Di kementerian itu, Dito ikut mengurusi segala hal yg diperlukan KemenBUMN, termasuk proyek utk perusahaan-perusahaan berplat merah yg kebetulan juga ditangani BAKTI Kominfo, yakni PT Telkominfra.”

“Telkominfra ialah anak bisnis Telkom Group yg ditugasi ikut proyek BTS. Namun begitu, merujuk berbagai sumber di Kejaksaan & keterangan para tersangka, blm ditelusuri persis peran Dito di kasus ini.”

“Perkembangan kasus korupsi BTS bukan cuma merambat ke nama-nama baru, tapi juga soal detail jumlah uang yg diterima Johnny & ia gunakan utk apa.”

“Berdasar dokumen pemeriksaan para tersangka, Johnny disebut memperoleh cipratan dgn total sebesar Rp 17,84 miliar dari proyek ini. Rinciannya, Rp 4 miliar dari Irwan sebanyak 4x. Jumlah uang itu blm termasuk Rp 10 miliar dari orang yg sama.”

“Plate dikatakan juga mendapat uang Rp 453 juta. Selain itu, Dirut PT Sansaine Exindo Jemy Sutjiawan, aktor yg sdh diperiksa Kejagung, sempat membayarkan uang hotel di Barcelona saat Johnny pergi ke sana. Pada pokoknya,  semua uang itu ia gunakan utk kepentingan pribadi.”

“Mengenai keterlibatan Happy Hapsoro, di samping meyetujui kesertaan perusahaan milik suami Ketua DPR RI Puan Maharani dlm proyek BTS, Johnny diduga pula mengizinkan penambahan pembangunan menara pemancar signal itu.”

“Happy sendiri meminta penambahannya menjadi 7.904 menara dari sblmnya yg hanya 5.052 unit. Dlm kasus ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 8,03 triliun yg disbbkan markup, perencanaan bermasalah & tower yg sdh dibayar lunas tapi ternyata blm dibangun.”

(dbs/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: