Tiga Oleh-oleh Buat Marten Taha dari RG, Ada Kaligrafi untuk Masjid Baiturrahim Senilai Hampir Rp.6 Miliar

DM1.CO.ID, GORONTALO: Jamaah Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Selasa (26/7/2022) baru saja menunaikan Salat Magrib. Satu per satu telah meninggalkan tempat sujud mereka masing-masing.

Namun di saf paling depan tampak dengan jelas Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, bersama Yusri Deu selaku Ketua Takmirul Masjid Baiturrahim masih duduk bersila berhadapan. Keduanya kelihatan sedang serius berbincang sambil sesekali menunjuk dinding atas sekeliling masjid, juga dinding di sisi mimbar.

Beberapa menit kemudian, Abdul Halim Usman (mantan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo) dan disusul sosok pria yang belakangan diketahui adalah seorang desainer bernama Rahmat Iskandar asal Sunda, beserta wartawan DM1 ikut duduk bergabung bersama Marten Taha dan Yusri Deu.

“Lagi sibuk bahas renovasi interior masjid ya, Pak Wali?” tanya wartawan DM1.

“Iya Pak Muis, masjid kita ini sedang mulai dipercantik supaya jamaah bisa betah dan nyaman beribadah di sini. Semua ukiran kaligrafinya kita ganti dengan yang lebih baik,” jawab Wali Kota Marten Taha tersenyum seraya kembali melemparkan tatapannya ke langit-langit masjid.

“Kaligrafi seperti apa? Dan sumber anggarannya apakah dari pendapatan donasi jamaah masjid atau dari Pemerintah Kota, Pak?” tanya wartawan DM1 penasaran.

“Kaligrafinya kita ganti semua menjadi kaligrafi timbul dari kuningan di lapis dengan papan tebal, dengan anggaran yang sudah pasti sangat besar, tapi bukan bersumber dari masjid atau dari Pemerintah Kota,” sahut Yusri Deu.

“Lalu dari mana sumber anggarannya, dan seberapa besar?” tanya wartawan DM1 lagi.

“Kalau soal anggarannya seberapa besar, kami juga tidak tahu pasti, yang jelas semua anggarannya itu bersumber dari Pak RG (Rachmat Gobel),” ungkap Yusri Deu.

“Iya, saya saja tidak tahu berapa total anggaran untuk khusus kaligrafi kuningan ini,” sambung Wali Kota Marten Taha seraya mencoba menanyakan ke Rahmat Iskandar, sang desainer yang sengaja ditunjuk oleh RG untuk proyek kaligrafi tersebut.

Rahmat Iskandar pun mengungkapkan, bahwa anggaran pengadaan kaligrafi yang diyakini berasal dari murni dana pribadi RG adalah sebesar Rp.5,7 Miliar. “Angka itu baru HPP-nya (Harga Pokok Penjualan), belum termasuk biaya-biaya lainnya,” beber Rahmat Iskandar.

Mengetahui hal itu, wartawan DM1 pun mencoba menggali penjelasan kepada Wali Kota Marten Taha terkait alasan RG yang tak tanggung-tanggung menggelontorkan anggaran hampir Rp.6 Miliar itu.

“Pak RG itu aset kita, beliau punya kebaikan hati, beliau punya kemurahan hati, beliau punya ketulusan dan keikhlasan yang sangat tinggi membantu siapa saja, termasuk masjid kita ini,” tutur Wali Kota Marten Taha.

Wali Kota Marten Taha menceritakan, bahwa pada Maret 2022 silam, ia diundang oleh RG ke Jakarta khusus membicarakan rencana untuk mempercantik masjid Baiturrahim.

“Beliau undang khusus saya ke Jakarta untuk bicara soal ini. Beliau mengatakan, Pak Wali, saya ingin beri sesuatu yang surprise buat pak Wali,” ujar Wali Kota Marten Taha.

“Saya pikir cuma untuk saya, karena dulu waktu saya masih ketua DPRD Provinsi Gorontalo pernah beliau kasih saya jam tangan mahal dari Jepang,” sambung Marten Taha.

Tapi, lanjut Marten Taha, sungguh luar biasa, ternyata RG kali ini memberikan bantuannya untuk seluruh warga Kota Gorontalo. “Karena Pak Marten menjabat Wali Kota dua periode, maka saya akan memberikan sesuatu untuk Kota Gorontalo,” kata Marten Taha mengutip pembicaraanya dengan RG.

“Ada tiga yang diberikan RG untuk rakyat Gorontalo melalui saya. Yakni bantuan untuk masjid Baiturrahim, Revitalisasi Dulohupa satu kawasan antara kolam renang dan Stadion GOR, yang di situ nanti ada pusat kuliner modern di Gorontalo “halal food dan modern”, serta renovasi Benteng Otanaha,” beber Marten Taha.

“Tiga ini saya kasih oleh-oleh sebelum Pak Marten menghabiskan masa jabatan  sebagai Wali Kota. Saya mulai dari masjid, habis puasa insyaAllah mulai dikerjakan,” sambung Marten Taha kembali mengutip pembincangannya dengan RG.

Wali Kota Marten Taha menjelaskan, khusus Dulohupa, Stadion GOR  dan kolam renang serta Otanaha,  itu hubungan bisnis kolaborasi kerja sama antara Pemkot (Pemerintah Kota) Gorontalo dengan perusahaan RG. “Istilahnya KSP (Kerja Sama Pengelolaan), bagi hasil antara Pemkot dengan pihak RG,” terang Wali Kota Marten Taha.

Mengenai kerja sama itu, menurut Wali Kota Marten Taha akan dilakukan secara bertahap. “KSP saya harus melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang), melalui appraisal, kajian dari PPKP (Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak). Antar timnya RG dan tim saya nantinya akan bertemu, tim inspektorat, tim keuangan dipimpin Sekda. Tapi secara umum saya dengan pak RG sudah putuskan dan setuju untuk KSP itu,” papar Wali Kota Marten Taha.

Kembali ke pembicaraan tentang masjid, Wali Kota Gorontalo juga mengaku telah membicarakan dengan RG, bahwa sejauh ini Masjid Baiturrahim sudah memiliki desain dan akan dipercantik secara modern.

“Pak RG bahkan sudah menanyakan dua bangunan di sebelah jalan masjid ini, apakah mau jual atau tidak? Jadi Pak Muis Jangan heran nanti jika halaman masjid ini sudah terowongan yang tembus ke sebelah jalan. Karena ini masjid akan dibuat sangat modern oleh Pak RG,” ungkap Wali Kota Marte Taha.

Olehnya itu, Wali Kota Marten Taha mengaku amat bersyukur kepada Tuhan dan sangat berterima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada RG.

“Atas nama warga Kota Gorontalo, saya mengkhaturkan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak RG. Perhatian Pak RG yang sangat besar terhadap fasilitas ibadah di masjid ini, apa yang beliau bicarakan dengan saya beliau realisasikan. Pak RG itu tidak dua kali bicara, cuma sekali langsung realisasi,” pungkas Wali Kota Gorontalo seraya beranjak ke pelataran samping masjid untuk melihat secara langsung tumpukan papan alas kaligrafi yang telah dikirim oleh RG melalui kontainer.

(ams-dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

457 views

Next Post

Penulisan Kata “Mengkonsumsi” itu Keliru, Apakah Pemprov Gorontalo Tak Punya Ahli Bahasa Indonesia?

Sen Agu 1 , 2022
DM1.CO.ID, GORONTALO:  Billboard digital yang dikenal dengan sebutan megatron atau videotron yang terletak di perlimaan perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, sejauh ini sangat aktif digunakan oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, terutama dalam menyampaikan imbauan dan ajakan atau pesan-pesan moral kepada masyarakat. Komentar anda :