Nasib Guru Kontrak Terpencil di Boalemo Bagai Anak Ayam Kehilangan Induknya

DM1.CO.ID, BOALEMO: Nasib guru-guru kontrak di daerah terpencil di Kabupaten Boalemo, ternyata cukup menyedihkan dan sangat memprihatinkan.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil Boalemo-Pohuwato, Ulul Azmi Kadji, menanggapi keluhan yang diterimanya dari para guru kontra tersebut.

Ulul mengaku menerima keluhan dari kalangan guru kontrak melalui inboks Facebook. Berikut keluhannya:

Assalamu alaikum wr.wb. mohon maaf pak sudah mmberanikan diri intuk inboks Bapak, saya adalah Guru Kontrak Boalemo Pak, Berharap Bapak bisa mmberi solusi untuk persoalan ini.

Tolong Pak, Menapa Tunjangan Terpencil suami saya selama 6 bulan triwulan 3 dan 4 di tahun 2018 kemarin tidak dibayarkan.padahal itu adalah Haknya.

Bukan hanya suami saya pak. Tapi ada 22 orang guru yg tidak menerima Tunjangan itu Pak. Padahal mereka sudah melakukan Tugas mereka  Mengajar di Daerah Trpencil Pak.

 Jika Bapak berkenan Tolong Pertanyakan pada Dinas Pendidikan Pak. Mengapa mereka tidak menerima Hak mereka.

 Mereka sudah mengorbankan keluarga dan anak2 untuk bertugas di tmpat yg jauh dan pada akhirnya mereka tidak menerima Hak mereka. Berharap Bapak bisa menuntaskan persoalan kami, Khususnya di dunia Pendidikan. Makasih sebelumnya Pak”.

Menanggapi keluhan itu, Ulul pun berharap, agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo bisa segera membayarkan hak-hak para guru kontrak terpencil tersebut.

Ulul mempertanyakan, kalau mereka tidak tercover dalam APBN dari Kemendikbud mengenai pembayaran tunjangan guru terpencil tersebut, berarti apakah mereka hanya tenaga pengajar “ilegal”, karena tidak masuk dalam sistim?

Ulul pun menegaskan kepada Pemda Boalemo untuk segera mencari solusi atas  keluhan para guru kontrak yang sudah ditempatkan di daerah terpencil namun malah dibuat sengsara.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten Boalemo harus bertanggung jawab. Pemda Boalemo tidak bisa membiarkan penderitaan para tenaga guru terpencil tersebut,” tegas Ulul.

Pemda Boalemo, lanjut Ulul, harus mengambil tindakan untuk segera mengatasi hal ini. “Mengapa sudah sampai enam bulan tidak dibayarkan. Ini menyangkut hak guru yang sudah bekerja, harusnya mereka para tenaga guru kontrak tersebut mendapat perhatian khusus, bukan malah dibuat sengsara,” lontar Ulul.

Didampingi sekretarisnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo Sherman Moridu saat ditemui DM1  untuk mengonfirmasikan persoalan tersebut mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan konsultasi bersama pihak DPRD Boalemo sampai ke pusat.

“Hasilnya, ternyata Kemendikbud RI tidak menganggarkan 22 tenaga guru kontrak di wilayah terpencil tersebut dalam APBN, alias tidak ada anggaran,“ ungkap Sherman.

Jika demikian, maka nasib guru terpencil di Boalemo boleh dikata telah terlantar bagai anak ayam yang kehilangan induknya.

“Jangan sampe dgn banyaknya keluhan di Daerah ini, Boalemo Damai Bertasbih akan di plesetkan menjadi ‘Boalemo Bersedih’,” tulis Ulul di linimasa Facebooknya. (kab/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

4.356 views

Next Post

Kampanye di Manokwari, Sandiaga Berenang Gaya "Cebong" di Laut

Rab Mar 27 , 2019
DM1.CO.ID, MANOKWARI: Calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno, Rabu (27/3/2019), berkampanye di Manokwari, Papua Barat. Komentar anda :