Menuju New Normal, Pemkot Gorontalo Tetapkan Kawasan Tertib Protokol Kesehatan

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, saat ini telah menetapkan kawasan percontohan tertib protokol kesehatan Covid19. Yakni, di sepanjang Jalan Nani Wartabone, dari Lapangan Taruna Remaja sebagai zero-point, sampai di Bundaran HI (Hulondalo Indah, atau patung Saronde).

Tujuan kawasan tertib tersebut, menurut Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan begitu, masyarakat dapat beraktivitas secara normal, namun upaya pencegahan penularan Covid19 juga tetap berjalan maksimal,” ujar Wali Kota Marten  Taha, pada momen mencanangkan kawasan tertib protokol kesehatan, Selasa (30/6/2020) di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo.

Marten Taha mengingatkan, di kawasan itu nantinya akan diterapkan aturan secara tegas. Bagi mereka yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi. Mulai dari sanksi ringan berupa peringatan tertulis, hingga penindakan oleh aparat terkait.

“Ketika protokol kesehatan diberlakukan secara total, maka semua fasilitas penunjang harus tersedia,” ujar Marten Taha.

Ia menekankan di perkantoran pemerintahan, perbankan, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel dan tempat usaha lainnya, wajib menyediakan tempat cuci tangan, serta skema pelayanan pengaturan jarak  dengan tetap menggunakan masker.

Seluruh aturan tentang kepatuhan terhadap tatanan kehidupan normal baru itu, serta sanksi akibat pelanggarannya, telah dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) Gorontalo Nomor 16 Tahun 2020.

Marten Taha mengungkapkan, implementasi Perwako tersebut akan ditindak-lanjuti oleh tim bentukan Pemkot Gorontalo dalam melakukan sosialisasi, edukasi dan monitoring secara kontinu.

Menurut Marten Taha, beberapa masyarakat mungkin masih ada yang belum mendapatkan edukasi, atau boleh jadi memang tidak mengindahkan aturan pemerintah, sehingga aturan new  normal terasa berat.

Padahal, sambung Marten Taha, sebenarnya  tatanan kehidupan normal baru itu mudah diterapkan. Karena sebagian besar anjurannya sudah diimbau pada program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada keadaan normal sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Marten Taha juga mengapresiasi kepada semua pihak yang turut terlibat dalam memerangi Covid19, sehingga akhir-akhir ini penularan virus corona di Kota Gorontalo, mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Data dari Gugus Tugas Kota Gorontalo pekan kemarin, menurut Marten, jumlah yang terpapar Covid19 tinggal 14 orang dari angka sebelumnnya 119 orang.

“Tentunya ini menandakan tingkat penularan mulai melandai, dan angka penyembuhan meningkat. Semoga ke depan daerah kita akan terbebas dari penularan wabah Covid19,” imbuhnya.

Marten Taha pun berharap, kiranya New Normal ini dapat diterapkan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ASN, tanpa ada satu pihak pun yang melakukan pelanggaran dalam implementasinya. (res/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: