HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Lantik Walikota dan Wawali Gorontalo, Ini Pesan Gubernur Rusli Habibie

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, atas nama Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri RI, Ahad (2/6/2019), melantik dan mengambil sumpah H. Marten Taha sebagai Walikota Gorontalo dan Ryan F. Kono sebagai Wakil Walikota (Wawali) Gorontalo.

Meski masih dalam kondisi kesehatan yang belum begitu pulih, namun Gubernur Rusli Habibie mengaku bersemangat melantik untuk kedua kalinya Marten Taha sebagai Walikota Gorontalo periode 2019-2024.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Rusli Habibie menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Marten Taha dan Ryan Kono.

Gubernur Rusli Habibie mengingatkan, pada periode pertama Marten Taha sebagai Walikota Gorontalo, ada sejumlah program yang belum tuntas dikerjakan.

“Pekerjaan rumah atau PR yang belum terselesaikan pada periode pertama, diharapkan dapat diselesaikan pada periode kedua ini,” ujar Gubernur Rusli Habibie.

PR yang dimaksud Gubernur Rusli Habibie itu adalah antara lain masalah kemiskinan, pengangguran, infrastruktur dan lain sebagainya.

Selain itu, kata Gubernur Rusli, program kerja di sektor pendidikan dan kesehatan harus benar-benar dilaksanakan sebaik mungkin.

Tak lupa Gubernur Rusli Habibie juga mengingatkan agar memperhatikan masalah-masalah penyakit masyarakat, seperti masalah rumah kos-kosan, hotel-hotel, miras, narkoba, dan kenalan remaja lainnya.

Meski begitu, Gubernur Rusli Habibie mengaku yakin, bahwa PR-PR yang belum dituntaskan tersebut akan mampu ditunaikan dengan baik oleh Marten Taha bersama Ryan Kono.

Olehnya itu, Gubernur Rusli Habibie pun menegaskan, agar Marten Taha dan Ryan Kono untuk segera menyiapkan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) yang akan disampaikan maksimal 6 bulan ke depan di hadapan paripurna DPRD.

Gubernur Rusli Habibie juga tak lupa mengingatkan kepada Marten Taha dan Ryan Kono, untuk senantiasa menjaga kekompakan serta keharmonisan dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai pasangan kepala daerah di Kota Gorontalo.

Gubernur Rusli Habibie mengungkapkan, ada sekitar 50 persen kepala daerah di Indonesia yang mengalami pecah kongsi karena dinilai tidak lagi sejalan dalam seia-sekata dan mengalami perseteruan. Akibatnya, kata Gubernur Rusli, masyarakat-lah yang akan berpotensi menjadi korban dari pecah kongsi tersebut karena kepemimpinan dianggap mengalami “kepincangan”.

Gubernur Rusli Habibie pun berpesan agar pecah kongsi jangan sampai terjadi dalam kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo periode 2019-2024 ini, seperti yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Karena hal ini sedikit-banyaknya bisa mengganggu jalannya roda pembangunan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Walikota dan Wawali Gorontalo yang dilangsungkan di rumah dinas Gubernur Gorontalo itu dihadiri seluruh Forkopimda Gorontalo, anggota DPD-RI dapil Gorontalo, sejumlah kepala daerah se-Provinsi Gorontalo, beberapa kepala daerah tetangga, para partai pendukung bersama tim sukses, serta tokoh-tokoh masyarakat, agama, akademisi, dan beberapa OPD lingkup Pemprov dan Pemkot Gorontalo. (ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 13109
  • 12583
  • 12541
  • 13368
  • 13325
  • 12952
  • 12713
  • 12714
  • 13108
  • 13326