Ini 6 Nominasi Terbaik Lomba KP-SPAMS Tingkat Provinsi Gorontalo 2019

Bagikan dengan:

Wartawan: Syarifuddin Diko || Editor: AMS

DM1.CO.ID, GORONTALO: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Selasa (19/11/2019), menggelar acara puncak Lomba Pemilihan KP SPAMS terbaik tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2019, di Hotel Maqna, Kota Gorontalo.

Lomba KP-SPAMS (Kelompok Pengelolah Sarana Penyedia Air Minum dan Sanitasi) adalah merupakan kegiatan yang diarahkan untuk menyukseskan PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat).

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Yuliana Rivai, ST, MT selaku penyelenggara kegiatan mengatakan, tujuan dilaksanakannya lomba ini, di antaranya adalah menjaga dan meningkatkan pelayanan air minum serta sanitasi kepada masyarakat di desa masing-masing.

Yuliana mengungkapkan, terdapat 6 KP-SPAMS yang berhasil dinyatakan masuk nominasi terbaik. Yakni:
1. KP-SPAM Oginawa Bersatu Desa Tinepa, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango;
2. KP-SPAMS Mutiara Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo;
3. KP-SPAMS Permai Desa Diloato, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo;
4. KP-SPAMS Pelangi Desa Olibu’u, Kecamatan Paguyaman Pantai; Kabupaten Boalemo.
5. KP-SPAM Bersehati Desa Molanihu, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo;
6. KP-SPAMS Inoginawa, Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Disebutkannya, juara pertama akan mendapat uang tunai Rp.20 Juta; juara kedua Rp.15 Juta, juara ketiga Rp.10 juta. Dan ada hadiah bergilir yaitu umrah yang diraih oleh KP-SPAMS Pelangi Desa Olibu’u, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Penyerahan hadiah, menurut Yuliana, akan dilakukan pada acara rangkaian Hari Bakti PU, Selasa (3 Desember 2019).

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Ir. Handoyo Sugiharto, MM, dalam sambutannya mengatakan, keenam KP-SPAMS yang berhasil sebagai nominasi terbaik itu, adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh tim juri secara maraton.

Handoyo menjelaskan, KP-SPAMS merupakan unit otonom, atau mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengelola kegiatan dan organisasinya secara internal, namun tetap di bawah koordinasi pemerintah desa.

Handoyo mengurai, data jumlah KP-SPAM sampai saat ini adalah 423 yang tersebar se-Provinsi Gorontalo. Yakni, 141 di Kabupaten Gorontalo, 77 di Kabupaten Boalemo, 80 Kabupaten Bone Bolango, 68 Pohuwato, dan 57 di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Dari 423 KP-SPAMS yang terbentuk, kata Handoyo, terdapat 308 KP-SPAMS yang berfungsi baik di desa masing-masing, dan 34 KP-SPAMS yang berfungsi sebagian, selebihnya 53 KP-SPAMS yang tidak berfungsi.

Di tempat yang sama, Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba menyatakan, ini salah satu komitmen pemerintah dalam mengontrol pengelolaan air minum di pedesaan, yakni dengan diadakannya lomba kelompok pengelola terbaik.

Tahun ini, lanjut Darda, sudah 423 Kelompok Pengelola. Itu artinya jika jumlah kelompok pengelola makin banyak, maka jangkauan akses air minum terhadap masyarakat itu lebih baik pula.

“Lomba ini sudah dilaksanakan dua tahun berturut-turut. Dan ini harapannya kita akan kontinyu. Dan setelah diadakan lomba pemilihan kelompok pengelola terbaik, itu kelihatan trennya meningkat,” ujar Darda.

Darda mengaku salut atas kegiatan tersebut, sebab air minum yang dikelola oleh masing-masing KP-SPAMS dapat langsung dikonsumsi. “Dan ini sudah luar biasa. Airnya bisa langsung diminum karena sudah RO,” ujar Darda.

Untuk diketahui, air RO adalah merupakan air yang diolah dengan menggunakan mesin Reverse Osmosis (RO). Air RO yang baik yaitu dihasilkan melalui langkah-langkah mulai dari filtrasi, ultrafiltrasi mesin RO, dan ultraviolet.

Air RO merupakan air yang sudah tidak lagi memiliki kandungan mineral berat, dalam artian tidak ada lagi zat-zat mineral yang memberatkan tubuh seperti layaknya air keran. Air RO sudah terbebas dari zat anorganik yang sulit diproses oleh tubuh. Sehingga air RO bisa langsung dikonsumsi secara murni dan sehat. (din/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: