Rizal Ramli Yakin Capres 01 tidak akan Menang, Ini Alasannya

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Meski pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 saat ini gencar melakukan banyak manuver politik di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, namun sejumlah kalangan memprediksi, bahwa Jokowi-Ma’ruf sangat sulit mendulang suara, apalagi untuk memenangkan Pilpres 2019.

Pejuang ekonomi kerakyatan sekaligus tokoh pergerakan perubahan, Dr. Rizal Ramli, bahkan mengaku merasa yakin bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf tidak akan menang dalam Pilpres 2019.

Menurut Rizal Ramli, meski pertarungan Pilpres kali ini masih berpusat di Pulau Jawa, namun Jokowi-Ma’ruf sangat sulit mendapatkan suara terbanyak.

Rizal Ramli menyebutkan, Jokowi akan mengalami banyak kesulitan di sejumlah daerah. “(Jokowi) Jangan berharap menang lah, Jabar, Jateng, Jatim, di sana petaninya pada nangis, kalau masih pede menang, ya kepedean. Lah petani gula, garam dan beras nangis semua,” ujar Rizal Ramli saat bertemu dengan sejumlah masyarakat di Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Meski Timses Jokowi telah mengklaim di DKI Jakarta Jokowi hanya kalah 10 persen, namun Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini justru melihat kekalahan Jokowi di DKI Jakarta 15 persen, bahkan bisa lebih.

Bukan hanya di DKI Jakarta, menurut Rizal Ramli, Jokowi juga akan mengalami kekalahan di Banten sebesar 9 persen. “Di Banten, paslon 01 kalah sebesar 9 persen,” ungkapnya.

Apa yang dilukiskan Rizal Ramli, juga dibenarkan oleh pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS), M. Aminudin.

Saat ini, menurut Aminudin, rakyat sangat besar keinginannya untuk segera mengganti presiden.

Oleh karena itu, menurutnya, Jokowi jangan berharap banyak akan menang, meski itu di basis PDIP seperti di Jabar, Jateng, Jatim.

Namun demikian, Aminudin mengakui, bahwa di Jateng kemungkinan Jokowi bisa menang tipis.

Aminudin mengungkapkan, di Jatim Jokowi bahkan bisa kalah tipis, karena NU struktural dan PDIP serta mesin parpol kubu Jokowi cukup besar.

Kendati begitu, menurut Aminudin, arus besar perubahan tetap sulit dibendung. Arus besar perubahan yang dimaksud adalah keinginan rakyat untuk bisa mendapatkan presiden baru yang dinilai lebih memiliki integritas yang tinggi.

Meski di Jatim Jokowi mungkin kalah tipis, tapi menurut Aminudin, di Jabar dan DKI Jakarta Jokowi bahkan bisa kalah telak. Alasannya, karena jumlah kalangan terpelajar di DKI Jakarta dan Jabar sangat besar.

Selain itu, kata Aminudin, jumlah swing voters di DKI Jakarta dan Jabar juga sangat besar. Apalagi semua survei juga menunjukkan, bahwa pemilih Jokowi hanya didominasi lulusan SD atau berpendidikan rendah.

“Adanya keinginan perubahan (ganti) presiden, kuat sekali. Ekspresi pemilih di bawah sudah ada nuansa emosional. Hal itu terjadi karena makin sulitnya ekonomi, dan melihat arus membanjirnya pekerja Tiongkok ke Indonesia,” beber Aminudin.

Oleh karena itu, lanjut Aminudin, asalkan tidak ada kecurangan, maka peluang Prabowo menang di Pilpres 2019, sangatlah besar.

Senada dengan Aminudin, Rusmin Effendy selaku pengamat politik juga memprediksi kuat, bahwa calon petahana Joko Widodo bakal tumbang melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya, menurut Rusmin, masyarakat sekarang sangat menghendaki arus besar perubahan kepemimpinan Indonesia akibat kualitas Jokowi selama berkuasa di bawah rata-rata.

“Saya bisa memastikan tanda-tanda kejatuhan Jokowi semakin terang terlihat. Kondisi riil yang ada di masyarakat yang menginginkan pergantian (presiden) karena pelbagai kebijakan Jokowi yang tidak pro rakyat dan kehidupan rakyat semakin terpuruk,” tandas Rusmin, dilansir Harian Terbit.

Dan alasan yang mendasar, kata Rusmin, saat ini rakyat sudah semakin cerdas menilai pemimpin. Sehingga pencitraan Jokowi tak lagi menjadi magnit politik, bahkan hanya menimbulkan cibiran dari masyarakat.

Rusmin menegaskan, bahwa rakyat tak butuh pencitraan politik, tapi kerja nyata yang berdampak langsung ke rakyat. “Apalagi program dan janji-janji kampanye Jokowi tidak ada yang signifikan terealisasi,” tegasnya.

Mengenai basis dukungan suara bagi kemenangan Jokowi, Rusmin menjelaskan, jika di Jateng dan Jatim dianggap sebagai lumbung suara PDIP, maka pada saat Pilpres nanti (2019) akan mencair, apalagi Jawa Barat akibat Pilgub lalu menjadi lumbung suara Gerindra.

“Saya bisa memastikan Jawa Barat bakal menjadi lumbung suara terbesar bagi kemenangan kubu Prabowo, termasuk di Jawa Timur,” ungkap Rusmin. (ht-dbs/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up