BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Gerbang Kantor Gubernur Gorontalo Ditutup dan Dijaga Ketat Satpol, ini Sebabnya

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pintu gerbang depan dan belakang Kantor Gubernur Gorontalo ditutup rapat dan dijaga ketat oleh Satpol-PP, Senin pagi (11/2/2019).

Akibatnya, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan juga para tamu tak dapat masuk ke Kantor Gubernur yang terletak di atas bukit Botu tersebut.

Menurut sejumlah Satpol-PP, penjagaan ketat pintu itu terpaksa dilakukan atas perintah langsung Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, dalam apel Senin (11/2/2019), lantaran jumlah ASN yang hadir pada apel tersebut sangat sedikit.

“Maaf, pak, terkait dengan kedisiplinan. Bapak Gubernur sempat marah tadi dalam apel karena pegawai yang hadir cuma sedikit. Dan kami diperintahkan untuk menutup pintu gerbang ini dengan rapat, agar tak satupun yang bisa masuk,” ujar seorang Satpol-PP kepada awak DM1.

Dengan ditutupnya pintu gerbang tersebut, membuat tidak sedikit ASN dan sejumlah tamu terpaksa harus tertahan di depan pintu bersama kendaraan (mobil dan motor) masing-masing.

Namun sejumlah ASN yang telah berada di dalam Kantor Gubernur Gorontalo, mengaku sangat menyayangkan aksi penutupan pintu yang dilakukan oleh Satpol tersebut terkesan berlebihan.

Menurut mereka, Satpol nampaknya keliru melaksanakan perintah Gubernur Rusli Habibie.

“Pak Gub hanya memerintahkan untuk menutup pintu dengan tidak membiarkan masuk pegawai di sini (kantor gubernur) yang datang terlambat apel. Bukan melarang masuk pegawai dari luar, apalagi tamu,” ujar seorang sopir dinas pejabat.

Sejumlah ASN lainnya juga membenarkan, bahwa Gubernur Rusli dalam apel itu hanya menyuruh Satpol agar tidak membiarkan masuk pegawai yang datang terlambat.

“Pak Gub memerintahkan Satpol, jika ada pegawai provinsi yang ketahuan terlambat maka disuruh saja pulang. Tapi Satpol kenyataannya main sapu-rata, termasuk pegawai luar dan tamu juga dicegat, bahkan tidak diizinkan masuk,” ujar seorang ASN.

Akibatnya, motor dan mobil di depan kedua pintu gerbang tersebut terpaksa harus parkir berdesak-desakan bagai sedang antri di SPBU.

Sejumlah ASN pun mengaku kuatir dengan kondisi tersebut. Sebab, kemiringan jalan di depan ke dua pintu tersebut cukup terjal, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara itu Gubernur Rusli Habibie, saat dikonfirmasi terkait perintah tutup pintu bagi pegawai yang terlambat apel Senin tersebut membenarkan.

“Iya, pegawai (ASN) harus tertib dan disiplin waktu, disiplin kerja, disiplin administrasi, disiplin mengelola keuangan, yang harus benar-benar disiplin,” ujar Gubernur Rusli saat dicegat DM1 ketika hendak menaiki mobil dinasnya, di Kantor Gubernur Gorontalo Senin siang (11/2/2019).

Karena ini merupakan masalah tersendiri, maka Gubernur Rusli menyatakan akan mengambil sejumlah langkah solusi.

“Solusinya kita harus kerja dengan sistem. Makanya saya suruh rubah sistem semua,” tegas Gubernur Rusli.

Bukan cuma itu, Gubernur Rusli juga mengancam ASN yang ketahuan tidak disiplin sesuai sistem yang sudah ditentukan akan diberi sanksi.

Gubernur Rusli menyebut sanksi yang dimaksud, yakni bukan hanya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang akan dipotong, tetapi jabatannya juga akan ikut “dipotong”.

Di tempat yang sama, Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, mengaku akan serius menindak-lanjuti arahan Gubernur Rusli Habibie, yakni dengan segera melakukan pembenahan dan langkah tegas agar para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo benar-benar tunduk pada aturan kedisiplinan yang berlaku. (ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up