Kukuhkan GARBI Gorontalo, Fahri Hamzah: Ini Zaman Akal Sehat, Jangan Takut Berbicara

Bagikan dengan:

Wartawan: Dewi Mutiara~Editor: DM1

DM1.CO.ID, GORONTALO: Minggu (10/2/2019) Fahri Hamzah bertandang ke Gorontalo untuk pengukuhan dan pelantikan pengurus Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Chapter Gorontalo.

Di gelar di Ballroom Maqna Hotel, pelantikan dan pengukuhan Garbi Gorontalo ini, turut dihadiri mantan rektor IAIN Muhammad Entuli, anggota DPR RI Elnino Mohi, serta tokoh-tokoh akademisi.

Kepengurusan Garbi yang diketuai mantan Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nanang Masaudi, dilantik langsung oleh penggagas Garbi, Fahri Hamzah, yang juga Wakil Ketua DPR RI.

Dalam orasinya, Fahri Hamzah menilai Indonesia sudah terlalu lama tidak berdaya dengan penjajahan kolonial, hingga muncul kegelisahan kolektif yang membungkam kebebasan berbicara dan berpendapat. 

“Jangan kita biarkan ada rezim yang mengangkangi akal sehat kita, atas nama apapun, itu adalah masa lalu yang tidak boleh berulang. Kebebasan berpendapat, berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat itu telah dijamin undang-undang, itu yang harus kita lawan,” ujar Fahri.

Menurut Fahri, Indonesia dengan kaum milenial anak muda harus memiliki kekebalan, jangan takut berpendapat, dan jangan takut berbicara.

“Saya ini keliling-keliling pak, hanya untuk mempertahankan keberanian kita, bahwa kita tidak boleh diancam atau diintimidasi, kita harus jaga kewarasan kita dan caranya harus bicara,” tegas Fahri.

Fahri juga mengungkapkan lahirnya Garbi adalah sumber dari kegelisahan-kegelisahan pikiran, hingga muncul gerakan perlawanan, gerakan ingin mendidik masyarakat Indonesia.

“Garbi lahir karena sumber kegelisahan kolektif itu, kita sadar, kita harus mulai belajar, kita harus mendidik masyarakat kita, kita harus melakukan pencerdasan kolektif, Garbi lahir untuk mempertanyakan kenapa kita (Indonesia) masih begini-begini saja,” tutur Fahri.

Dengan dikukuhkannya Garbi Gorontalo ini, Fahri inginkan Gorontalo menjadi kota yang kritis.

“Saya ingin Gorontalo ini sebagai basis pikiran-pikiran modern, sebagai kota yang kritis, sebagai tempat orang bercakap apa adanya, tetaplah seperti itu,” pungkas Fahri. (dmk/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up