BERITA EKSKLUSIFKonferensi PersPemiluPOLITIKSiaran PersSorotanSosialisasiTerbaru

Ingatkan Bahaya Kecurangan Pemilu 2024, Ini Seruan Para Guru Besar Bersama Cendekiawan & Aktivis

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Ratusan tokoh nasional yang terdiri para guru besar, cendekiawan dan intelektual, aktivis serta pemangku kepentingan dari berbagai kalangan melakukan pertemuan sekaligus konferensi Pers secara daring, Selasa siang (13/2/2024).

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Prof Nurhajati Djamas (Universitas Al Azhar), Prof Priono Tjiptoherijanto (UI), Prof Didin S Damanhuri (IPB), Imaduddin Rahman (BEM IPB), Prof Lilies Setiarti (UMY), Prof Widi Agus Pratikto (ITS), Muhammad Said Didu, Prof Lukman Hakim (mantan LIPI), Prof Sugianto (USK).

Selain itu, pertemuan tersbut juga diikui Prof Muhammad Chirzin (UIN Sunan Kalijaga), DR Fadhil Hasan (ekonom), DR Abdul Malik, Jilal Mardhani, Achmad Nur Hidayat MPP, Prof. Agus Widarjono, Dr M Rizal Taufiqurahman, Dr. Syaifulrahman, Dr. Yanuar Rizky, Dr Yayan Satyakti, Judilherry Justam, rof Hanif Nurcholis | Prof Imamudin Yuliadi, Dr Engkur, Prof. Anwar Hafid, Prof Moch Teguh, Ade Adriansyah, Julianto P Winarno, Dr Dekar, Maria Boer dan Doddy A Latief.

Pantauan langsung redaksi DM1 menunjukkan, bahwa pertemuan yang dipandu oleh CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat MPP, dengan mengatasnamakan Koalisi Peduli Pemilu 2024 Jurdil itu, menghasilkan lima poin seruan sebagai pernyataan sikap bersama.

Berikut di bawah ini adalah isi lengkap pernyataan bersama para tokoh nasional yang terdiri para guru besar, cendekiawan dan intelektual, aktivis serta pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, pada pertemuan tersebut, yakni:

Pentingnya Pemilu yang Demokratis, tanpa Kecurangan dan Intimidasi.

Kami, Koalisi Peduli Pemilu Jurdil, yang terdiri dari para guru besar, cendekiawan, aktivis, dan pemangku kepentingan dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia, dengan ini menyatakan komitmen bersama kami terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang demokratis, jujur, adil (jurdil), tanpa kecurangan dan intimidasi,” demikian rilis PDF yang dikirim oleh Achmad Nur Hidayat ke contact redaksi DM1 sesaat usai pertemuan tersebut.

Pemilu yang demokratis adalah pondasi utama dalam membangun pemerintahan yang legitimasi dan representatif, yang mampu mewakili keinginan serta aspirasi rakyatnya.

1. Integritas Pemilu sebagai Fondasi Utama Demokrasi: Kami mengakui bahwa integritas pemilu adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua pihak, termasuk penyelenggara pemilu, partai politik, peserta pemilu, lembaga swadaya masyarakat, media, dan seluruh masyarakat, untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjaga dan meningkatkan integritas pemilu.

2. Awasi Kecurangan dan Intimidasi: Kami dengan tegas menolak segala bentuk kecurangan dan intimidasi yang dapat merusak kejujuran dan keadilan pemilu.

3. Tingkatkan Partisipasi Aktif Masyarakat: Kami menyadari bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah salah satu pilar utama dalam pemilu yang demokratis. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta secara aktif dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari pemantauan, pengawasan, hingga pemberian suara, guna memastikan pemilu berlangsung secara jujur dan adil.

4. Butuh Dukungan untuk Pemilu Jurdil dari seluruh pihak baik dalam maupun luar negeri: Kami berkomitmen untuk terus menggalang dukungan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk memastikan pemilu yang jurdil dapat terwujud. Ini mencakup kerjasama dengan lembaga internasional, organisasi non-pemerintah, serta komunitas dan individu yang memiliki visi serupa dalam mendukung demokrasi yang sehat.

5. Soroti Pelanggaran Etik dan Perundang-undangan: Kami menyoroti dengan serius bahwa pelanggaran etik dan perundang-undangan yang sudah terjadi dalam menyongsong Pemilu 2024, yang diduga kuat juga diikuti oleh kecurangan pada pencoblosan tanggal 14 Februari, merupakan tanda bahaya yang serius. Tindakan tersebut tidak hanya mengancam integritas pemilu tetapi juga berpotensi menyulut perlawanan rakyat. Kondisi ini menempatkan demokrasi kita di tepi jurang, mengancam fondasi keadilan dan kebebasan yang menjadi hak semua warga negara Indonesia.

Melalui deklarasi ini, kami, Koalisi Peduli Pemilu Jurdil, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Mari kita bersama-sama memastikan Pemilu 2024 dijalankan dengan prinsip-prinsip yang jurdil, sebagai wujud nyata dari kedaulatan rakyat dan pilar utama dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Jakarta, Indonesia | Selasa, 13 Februari 2024 | Atas Nama Koalisi Peduli Pemilu Jurdil 2024

(ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: