Dinkes Canangkan DTS, Bupati Darwis: Ini Demi Masa Depan Kecerdasan Anak

Bagikan dengan:
Wartawan: Kisman Abubakar~
Editor: AMS|

DM1.CO.ID, BOALEMO: Menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boalemo mencanangkan Desa Tanggap Stunting (DTS) Tingkat Kabupaten Boalemo, yang mengambil sampel di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta.

Kegiatan yang digelar di lapangan Desa Bajo, pada Kamis (2/8/2018) tersebut, ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Bupati Boalemo, Darwis Moridu, didampingi Sekda Boalemo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.

Selain itu, kegiatan tersebut juga disaksikan langsung oleh unsur Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala SOPD Boalemo, Camat se-Kabupaten Boalemo, Babinkantibmas dan Babinsa Desa Bajo, serta masyarakat sekitar.

Seperti diketahui, Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Olehnya itu, kegiatan pencanangan inipun menjadi penting dilakukan, yakni untuk meningkatkan peran tingkat tim pengerak PKK dari kabupaten, kecamatan, maupun desa dalam upaya percepatan penurunan Stanting pada anak balita, terutama pada umur anak 0-23 Bulan melalui program PKK.

Selain itu, juga adalah untuk meningkatkan peran Dasawisma dan kader kesehatan dalam upaya mencegah serta mengurangi kejadian angka Stunting di Kabupaten Boalemo.

Selanjutnya pula adalah untuk meningkatkan kepedulian serta pemahaman masyarakat, juga pemerintah desa dalam menangani dan mencegah masalah Stunting.

Peserta pencanangan Desa Tanggap Stunting Tingkat Kabupaten Boalemo ini terdiri dari para camat, kepala desa, kepala Puskesmas, Babinkantibmas, Babinsa, serta masyarakat Desa Bajo. Dengan mengambil tema: “Cegah Stunting itu Penting”.

Rangkaian kegiatan tersebut diantaranya: senam sehat bugar; pemberian kapsul vitamin; pembagian buah; pemberian penghargaan kepada masyarakat peduli sehat; penyerahan piagam penghargaan; demo pemberian makanan pada bayi dan anak, serta penandatanganan komitmen bersama.

Pada kesempatan tersebut Bupati Boalemo, Darwis Moridu, mengajak semua pihak agar bersama-sama mengatasi masalah Stunting, dari lintas sektor dan tidak lupa melibatkan masyarakat dengan melibatkan peran aktif PKK, Dasawisma, dan para kader kesehatan.

“Saya berharap dukungan dari berbagai unsur tersebut demi masa depan anak bangsa, khususnya di Kabupaten Boalemo. Mari bersama kita tuntaskan penanggulangan Stunting demi masa depan kecerdasan anak,” imbuh Bupati Darwis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Alimuddin, SKM, M.Kes dalam sambutanya mengatakan, Stunting merupakan isue nasional yang sampai saat ini perlu ditindaklanjuti.

Sebab, kata Alimuddin, persoalan ini sudah memasuki program strategi nasional, sehingga mau tidak mau mulai dari pusat, provinsi, sampai kabupaten/kota, segera menyusun langkah-langkah strategi untuk mengatasi masalah Stunting ini.

Alimuddin menjelaskan, untuk mencegah Stunting tersebut, perlu upaya pencegahan yang efektif, yakni bagaimana melakukan intervensi terhadap seribu hari pertama kehidupan.

Seribu hari pertama kehidupan ini, katanya, terkait dengan masa kehamilan seorang ibu hamil sampai anak itu dilahirkan pada posisi anak berumur 2 tahun.

“Kami berharap seribu hari pertama kehidupan ini harus di jaga oleh masyarakat, utamanya ibu hamil. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan pencanagan terkait dengan Desa Tanggap Stunting ini, akan memperkuat intervensi kita terkait dengan Stunting yang ada di Kabupaten Boalemo,” urai Alimuddin. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: