Dari Dialog Interaktif RRI Terkait Banjir, Ini Pesan Wali Kota Gorontalo

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah di Kota Gorontalo, pekan kemarin, kondisinya perlahan mulai pulih. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir tersebut.

Hal itu disampaikan Marten Taha selaku Wali Kota Gorontalo, dalam keterangannya terkait penanganan banjir, saat mengisi acara dialog interaktif melalui siaran RRI Gorontalo, Sabtu (20/6/2020), didampingi Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Gorontalo.

“Setelah penanganan korban banjir dan pembersihan material lumpur dan sampah, kita akan fokus pada perbaikan infrastruktur,” ujar Marten Taha.

Ketersediaan infrastruktur, menurut Marten Taha, merupakan faktor penting dalam upaya mitigasi mengurangi resiko dampak bencana.

“Seperti infrastruktur tanggul, ini sarana-prasarana penunjang yang paling berguna ketika terjadi luapan air sungai,” jelas Marten Taha seraya mengaku prihatin, apabila tanggul tersebut tidak segera diperbaiki akan berdampak pada warga yang tinggal di bantaran Sungai Bone.

Selanjutnya, Marten Taha menjelaskan, selain tanggul, Pemkot Gorontalo juga telah memasukkan sejumlah jalan yang rusak akibat banjir bandang itu ke dalam program prioritas.

Ia mengurai, dari data yang diperoleh dari dinas PUPR, terdapat dua tanggul yang mengalami kerusakan pasca bencana tersebut. Yaitu, tanggul bantaran Sungai Bone dan Tamalate, dengan masing-masing panjang mencapai 4,38 dan 6,16 Kilometer.

Marten Taha memperkirakan anggaran yang akan diserap dalam perbaikan tanggul itu, yakni mencapai miliaran Rupiah.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Gorontalo dua periode itu mengimbau kepada semua pihak, terutama masyarakat untuk senantiasa ikut membantu pemerintah dalam upaya mencegah banjir.

“Kepada masyarakat tolong untuk bisa menjaga kebersihan, dan jangan biasakan untuk membuang sampah sembarangan, apalagi yang tinggal di dekat bantaran muara Talumolo untuk bisa menjaga kebersihan sungai, agar banjir tidak sering menyapa kita,” imbau Marten Taha.

Ia menerangkan, kesadaran masyarakat diharapkan mampu menjadi tameng awal agar bisa terhindar dari bencana banjir. Masyarakat yang ditekankan dalam hal ini, kata Marten Taha, adalah masyarakat umum, baik awam maupun elit, hendaknya dapat secara bersama-sama ikut menjaga Kota Gorontalo dari berbagai bencana.

“Bagi yang cerdas mari gunakan kecerdasan kita untuk hal-hal baik, dan bisa membimbing yang masih awam untuk bisa berpikir cerdas, bukannya justru menggunakan kecerdasan untuk memperburuk keadaan,” jelas Marten Taha.

Pada dialog tersebut, Marten Taha mengaku tak alergi untuk dikritik. “Saya sebagai Pemerintah Kota Gorontalo menerima kritik dan saran dari masyarakat maupun media, agar bisa mengingatkan apabila ada hal-hal yang bisa saya lakukan untuk pembangunan Kota Gorontalo. Ibarat obat pahit harus ditelan agar bisa sembuh dari sakit, daripada harus tetap sakit karena tidak mau menelan pil pahit,” tandas Marten Taha. (res/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: