BERITA EKSKLUSIFDM1 Kolaka TimurInfrastrukturPEMBANGUNANSosialisasiTerbaru

Dampingi Kunker Komisi V DPR-RI, Ini Permintaan Plt Bupati Koltim

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ir. Ridwan Bae, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sabtu (24/4/2021).
Dalam kunjungan tersebut, Anggota DPR-RI Dapil Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu didampingi langsung oleh Andi Merya Nur selaku Plt Bupati Koltim, untuk meninjau Bendungan Ladongi yang terletak di Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi. Juga ke Bendungan Gunung Jaya di Desa Talinduka, Kecamatan Dangia.
Dalam sambutannya Andi Merya mengaku telah banyak mendengar aspirasi maupun masukan dari masyarakat. Olehnya itu, Andi Merya mengungkapkan rasa terima-kasihnya atas kunjungan kerja Komisi V DPR-RI untuk melihat secara langsung hal-hal yang dianggap perlu untuk segera mendapat sentuhan, terutama terkait penanganan bendungan.

“Alhamdulillah bendungan yang bapak lihat tadi dapat mengairi sawah yang ada di kabupaten Kolaka Timur, dan kami juga berharap ada bendungan di Kecamatan Dangia,” ujar Andi Merya.
Untuk diketahui, khusus Bendungan Ladongi yang merupakan bendungan pertama yang dibangun di Sultra ini, adalah bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kementerian PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen (SDA), yakni melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.
BWS Sulawesi IV Kendari sendiri telah mematok kapasitas Bendungan Ladongi ini dapat menampung air 45 juta meter kubik yang akan mengairi daerah irigasi existing seluas 2.212 Hektar (Ha) dan daerah irigasi pengembangan seluas 1.392 Ha.
Bendungan Ladongi ini juga diyakini memasok air baku sebesar 0,12 meter kubik per detik untuk Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Tirawuta, juga untuk pengendalian banjir, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1365 KWH, serta objek pariwisata di Kabupaten Kolaka Timur.

Selain terkait seputar bendungan, Andi Meya juga berharap adanya pembangunan jalan-jalan nasional dapat menjadi representatif, sekaligus untuk dapat mengurangi risiko kecelakaan di Kabupaten Kolaka Timur.
Dalam rangka pemulihan ekonomi dan peningkatan pembangunan, Andi Merya pun menyampaikan usulan tambahan selain jalan bendungan, yaitu Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI); program bedah rumah sebanyak 200 unit; Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) pengembangan desa wisata yang akan ditempatkan di Desa Karimotingge, wisata air terjun Kecamatan Tirawuta.
Andy Merya bahkan berharap adanya diskresi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk perbaikan jalan ke objek wisata ke Air Terjun Tetewa, yakni sekitar 10 sampai 20 Kilometer per tahun, juga pembangunan Bendungan Mowewe dan Kecamatan Dangia; pembangunan jalan nasional dua jalur (jalan Tumbudadio-Raterate-Lalingato) sepanjang 14 Kilometer, serta program sanitasi. “Dan mohon juga kami dibantu program pendidikan dan keagamaan,” pinta Andy Merya.
Permintaan secara tertulis dari Plt Bupati Koltim itu pun mendapat respons dari Ridwan Bae serta dari pihak balai, yakni dengan menyatakan akan segera menindak-lanjuti harapan dan usulan tambahan tersebut.
Selain didampingi Plt Bupati Koltim, kunjungan Ridwan Bae itu juga dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) lV Kendari, Kepala Balai Perencanaan, Pengembangan Jalan Nasional (P2JN) wilayah Sultra, Kepala Balai PUPR dan Kepala Balai Cipta Karya.

Bendungan Ladongi sebagai proyek nasional yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada November 2021 itu, dalam pengerjaan telah menelan anggaran APBN sebesar Rp.844 Miliar yang dikerjakan oleh Hutama Karya dan PT. Bumi Karsa, KSO (Kerja Sama Operasional), dengan masa kerja 48 bulan.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Ridwan Bae pun mengaku masih melihat adanya kekurangan yang perlu dibenahi sebelum diresmikan, yakni infrakstruktur atau akses masuk kawasan Bendungan Ladongi sepanjang sekitar 8 Kilometer.
Dan terkait kekurangan itu, Ridwan Bae mengaku akan menyampaikan hal tersebut langsung kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi. “Saya akan menyampaikan kepada bapak Ali Mazi agar segera melakukan perbaikan akses masuk ke Bendungan Ladongi,” ujarnya.

Ridwan Bae menyatakan, akses tersebut merupakan prioritas, dan harus selesai sebelum diresmikan. “Tetapi jalan ini harus diperbaiki bukan hanya karena mau peresmian bendungan, tapi juga untuk masyarakat yang selama ini melaluinya,” tutur Ridwan Bae.
Usai meninjau Bendungan Ladongi, Ridwan Bae bersama rombongan pun bertolak mengunjungi Bendungan Gunung Jaya, di Kecamatan Dangia. Setibanya di sana, Ridwan Bae juga menyatakan, bahwa Bendungan Gunung Jaya juga kerap mengalami kerusakan akibat banjir, sehingga bendungam ini pun membutuhkan perbaikan. (rul/dm1)
Komentar anda :
Bagikan dengan: