Bakti Kominfo RI Terus Gencarkan Redesain USO, Kali ini di Desa Molombulahe

Bagikan dengan:
Wartawan: Kisman Abubakar~ Editor: Avi|

DM1.CO.ID, BOALEMO: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI), bekerjasama dengan Majelis Pesantren Indonesia (MPI) dan Santripreneur Indonesia melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya santri di Desa Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Selasa (23/10/2018).

Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), guna menunjang pembangunan redesain  Universal Service Obligation (USO) atau Kewajiban Pelayanan Universal.

Dalam sambutan Camat Paguyaman, Irwan Mantu yang mewakili Bupati Darwis Moridu menyampaikan, apresiasi yang sangat besar dari pemerintah atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. Sebab, salah satu program pemerintah adalah menjadikan masyarakat Boalemo mampu baca Al-Qur’an dan belajar Bahasa Arab secara gratis.

“Sehingga lewat pemanfaatan informatika secara baik, akan mempermudah para santri dan masyarakat dalam mengaktualisasikan baca Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Semoga program ini berkelanjutan, supaya cita-cita memakmurkan pesantren dan masyarakat dapat tercapai,” harap Irwan.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) MPI, KH. Ahmad Sugeng Utomo mengatakan sejak zaman dulu santri tak diberdayakan ekonominya, sehingga pola seperti itu harus diubah.

“Sudah saatnya santri bisa menggunakan telekomunikasi dan mengakses informatika yang baik dan cerdas. Bahkan materi pendidikan sudah harus diakses lewat digital dan itu harus diikuti. Jika tidak, santri Indonesia bisa ketinggalan informatika!,” tegas Ahmad.

Sejalan dengan yang dikatakan Ketum MPI, Noor Wahjudi selaku perwakilan dari Yayasan Santripreneur Indonesia juga mengatakan, dalam menghadapi era baru, kekuatan informatika dan digital sangat dibutuhkan guna memperoleh informasi secara cepat, tentang berbagai situasi yang terjadi di Indonesia atau bahkan di seluruh belahan dunia.

“Namun jangan sampai melewati batas dari informatika yang kita dapat, tetapi gunakanlah kekuatan informatika untuk mencerdaskan,” ucap Noor.

Berbeda halnya dengan Dr. Mohammad Sobirin selaku perwakilan dari Kominfo RI, yang lebih menitikberatkan TIK dalam dunia millennial.

“Kita tak perlu gagap terhadap informatika yang sedang tumbuh dan berkembang. Namun manfaatkan informatika sebaik mungkin, sebab selain memudahkan mengakses segala hal yang diperlukan, informatika juga melahirkan kesejahteraan,” ujar Sobirin.

Masih menurut Mohamad Sobirin, saat ini konsumentarisme semakin tinggi dan sebagai generasi millennial, tentunya harus mengikuti setiap perkembangan informatika yang ada.

“Jika tidak diikuti, maka kita akan keterbelakangan. Walaupun ke depannya masih perlu disempurnakan lagi informatika yang kita miliki sekarang,” tutup Sobirin. (kab/avi/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:

Dewi DM1

3,566 views

Next Post

Wabup Anas Buka Bimtek Para Istri Legislatif Boalemo

Rab Okt 24 , 2018
Wartawan: Kisman Abubakar~ Editor: Avi| DM1.CO.ID, JAKARTA: Selasa (23/10/2018), Wakil Bupati Boalemo, Anas Yusuf membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kerukunan Keluarga Anggota Dewan (KKAD) Kabupaten Boalemo di Hotel Horison Arcadia Mangga Dua, Jakarta. Komentar anda :