Wow! Ini Kata-kata Bijak Mensos Juliari Sebelum Tersangkut Kasus Korupsi

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Sebelum ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Ahad dini-hari (6/12/2020), Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ternyata pernah melontarkan sejumlah kata-kata mutiara ataupun kalimat bijak yang mengajak semua pihak agar tidak melakukan korupsi.

Saat berselancar menelusuri sejumlah media sosial, seperti Twitter, Youtube, dan lain sebagainya, redaksi DM1 berhasil menemui beberapa penggalan kalimat maupun video terkait ajakan Juliari agar tidak melakukan korupsi.

Melalui sebuah video yang diunggah pada Desember 2019, Menteri Sosial yang juga merupakan kader PDIP ini tampak memberikan nasihat dan cara atau solusi agar terhindar dari korupsi sebagai perbuatan yang tidak terpuji.

Dalam video tersebut, saat ditanyai soal apa solusi dan bagaimana cara mencegah atau terhindar dari korupsi, Juliari memberikan jawaban yang sangat bijak.

Dia menyebut perlu pendekatan humanis kepada seseorang agar tidak terjebak dalam tindak pidana korupsi. Menurut dia, cara paling efektif adalah kemauan diri sendiri.

“Yang paling efektif itu adalah diri kita sendiri. Tidak ada orang yang bisa mengendalikan kita selain diri kita sendiri,” kata Juliari seperti terlihat pada unggahan di media sosial, dikutip DM1 pada Senin (7/12/2020).

Juliari kala itu mengingatkan agar jangan sekali-kali ingin melakukan korupsi. Sebab, jika seseorang tertangkap lantaran korupsi, maka beban akan ikut ditanggung oleh seluruh keluarganya, mulai suami atau istri hingga pada anak serta keluarga terdekat lainnya.

Olehnya itu, Juliari menegaskan pentingnya mencegah korupsi melalui pendekatan humanis kepada seseorang agar tidak terjerumus dalam korupsi. Juliari juga mengaku kerap mengingatkan hal ini kepada seluruh bawahannya.

“Ingatin aja, kamu jangan lupa, kalau kamu kenapa-kenapa, korupsi, kasihan anak istrimu, kasian anak-suamimu. Mereka pasti keluar (bertemu masyarakat) malu. Anak-anak yang masih kecil ke sekolah (nanti) di-bully ama teman-teman dia pasti nangis. Jadi pendekatan humanis seperti itu kalau menurut saya,” jelas Juliari.

Lebih jauh, Juliari juga menyinggung soal insentif kinerja. “Suatu saat akan ada sistem-sistem insentif, insentif yang dikaitkan dengan kinerja, (sejauh) ini kan nggak ada?!” ujar Juliari.

Sistem insentif ini, menurut Juliari, sangat perlu dilakukan di seluruh kementerian atau lembaga agar dapat menghindari perilaku korupsi. Sebab dengan begitu, capaian kerja seorang pegawai dapat diukur (dibayarkan) sesuai skala kinerja yang dilakukannya.

Selain itu, pada Ahad (6/12/2020), saat mengintip akun Instagram @juliaribatubara, Juliari juga menuliskan kalimat bijak yang bernuansa kata-kata mutiara, yakni lebih baik menjadi orang bernilai dibandingkan dengan menjadi orang sukses.

“Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang bernilai,” demikian sepenggal kalimat bijak Jualiari dalam akun Instagramnya.

Sayangnya, akun Instagram tersebut mendadak tak bisa lagi dikunjungi pada siang harinya. Saat coba ditelusuri, hanya memunculkan notifikasi bahwa pengguna tidak ditemukan.

Sebelumnya, pada setahun silam atau Senin (4 November 2019), Juliari sebagai Menteri Sosial yang baru, bertandang dan bersilaturahmi ke Gedung Merah Putih KPK.

Saat itu, kedatangan Juliari adalah untuk bertemu dengan pimpinan KPK guna membahas dan memantapkan sinergi dalam rangka pemberantasan korupsi.

Menurut Juliari kala itu, kerja sama dengan lembaga anti-rasuah sangat penting dilakukan untuk mencegah sekaligus menekan angka korupsi di lingkungan Kementerian Sosial.

Dalam sebuah video lainnya, Juliari yang diwawancarai khusus oleh salah satu media pada Selasa (17 Desember 2019), juga memberikan kalimat-kalimat bijak agar tidak terjerat kasus korupsi.

“Saya kira memang harus dimulai dari diri sendiri. Korupsi dimulai dari kebutuhan dan keserakahan,” ujar Juliari yang kini tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp.47,18 Miliar ini. (dbs/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: