Tegas! Perempuan ini Jawab Narasi Para Pembela Israel

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, JAKARTA: “Para pembela Israel di Indonesia sibuk memberikan pembelaan kepada Israel, menjustifikasi kejahatan Israel. Ini jawaban saya, singkat, cuma 4 menitan,” demikian penggalan deskripsi Dina Yulianti Sulaeman, dalam akun kanal Youtube “Dina Sulaeman” berjudul Serial Kajian Timur Tengah #6: Jawaban untuk Para Pembela Israel, yang diunggah pada Sabtu (15 Mei 2021).

Dina (47) adalah salah satu sosok perempuan cerdas, menyelesaikan studi S1 Sastra Arab di Universitas Padjadjaran (Unpad), dan S2 Teologia jurusan Hukum Islam di Universitas Taheran-Iran, lalu meraih doktor hubungan internasional di Unpad.
Gerah dengan pandangan para pembela Israel yang tersebar di sejumlah media sosial, Dina pun menjawabnya melalui kanal Youtube-nya. Berikut ini adalah jawabannya:
“Assalamu ‘alaikum warhmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera buat kita semua. SItuasi Palestina-Israel saat ini semakin memanas dan kita terus menerima berita-berita tentang serangan yang dilakukan oleh serdadu zionis Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan di Tepi Barat.
Sebagian pemerintahan di dunia sudah melontarkan kecaman kepada Israel, termasuk Pemerintah Indonesia. Di tengah berbagai kecaman tersebut, para pendukung Israel baik orang Indonesia maupun orang di luar negeri dan di-share oleh orang-orang Indonesia, malah muncul dengan narasi pembelaan yang itu-itu lagi.
Yaitu, bahwa Polisi Israel atau militer Israel berhak membela diri. Bahwa konflik ini berawal dari provokasi dan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Palestina.
Menurut orang-orang itu seolah wajar saja kalau militer Israel atau polisi Israel balik membalas, karena itu adalah bentuk pembelaan diri. Bahkan bagi mereka, wajar-wajar saja kalau balasan itu menyasar tempat ibadah, fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah tinggal, sekolah, dan berakibat pada terbunuhnya warga sipil, termasuk anak-anak dan kaum perempuan.
Kesalahan utama dari narasi “Israel cuma membela diri” adalah kesalahan logical fallacy non causa pro causa, salah dalam menyimpulkan sebab masalah. Akar masalah di Palestina bukanlah lontaran batu dari warga Palestina di Tepi Barat, bukan pula lontaran roket dari milisi Palestina di jalur Gaza.
Akar masalahnya adalah perampasan tanah, pembantaian massal, blokade, pembunuhan, pengusiran, penahanan terhadap warga Palestina yang sudah berlangsung sejak tahun 1947 hingga hari ini.
Bahkan dokumen PBB pun menyebutkan bahwa kawasan Tepi Barat dan Yerussalem Timur adalah kawasan pendudukan. Hukum internasional melarang entitas pendudukan atau pelaku penjajahan, dalam hal ini Israel, untuk mengusir merampas properti dan mendatangkan penduduknya sendiri yaitu orang-orang Yahudi Zionis ke kawasan pendudukan.
Hingga kini ada 7,2 juta pengungsi Palestina yang tidak bisa kembali ke tanah dan rumah mereka yang sudah dirampas oleh Israel. Sementara itu Jalur Gaza sudah diblokade Israel sejak 2007, dirampas hak-hak dasar mereka, Jalur Gaza merupakan penjara terbuka terbesar di dunia, ada 2 juta orang di dalamnya, tidak bisa keluar-masuk dengan bebas, aktivitas ekonominya dihalangi, mau berlayar mencari ikan saja dihalangi.
PBB pernah menyebutkan, bahwa Gaza sudah tidak layak huni karena saking rusaknya berbagai infrastruktur di sana. Listrik, air layak minum, fasilitas kesehatan, sangat minim. Dalam kondisi seperti ini, apa salah kalau mereka melawan dan berusaha meraih kemerdekaan mereka?
Kalau kalian bilang melawan penjajahan dan kejahatan Israel, itu salah. Apa kalian mau bila ada yang bilang perjuangan Bangsa Indonesia dulu melawan penjajah adalah salah? Bahwa resolusi jihad dari ulama NU tahun 1945 untuk melawan sekutu adalah salah? Kalian menyalahkan orang Palestina yang melemparkan batu, sementara kalian diam saja melihat tentara Israel yang bersenjata sangat lengkap didukung hibah militer rutin lebih dari 3 Miliar Dollar per tahun oleh Amerika melakukan berbagai kejahatan kepada warga sipil Palestina.
Saat bicara soal Palestina, kalian harus bertanya dulu, mengapa entitas Zionis mendirikan negara di atas tanah Palestina? Mengapa mereka datang jauh-jauh dari Eropa, Amerika, Afrika dan lain-lain untuk merampas tanah warga Palestina? Itu yang harus dipertanyakan! Bukan malah sebaliknya, mempertanyakan mengapa orang Palestina melempar batu, mengapa Hamas menembakkan roket.
Ini pertanyaan yang sama, mengapa dulu pejuang Indonesia dengan bambu runcing melawan Belanda? Yaa iyalah, masa dijajah, ditindas, diusir lalu diam saja?!
Saya sangat mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang secara tegas mengecam penindasan dan penjajahan Israel, dan secara tegas mendukung Bangsa Palestina meraih kemerdekaannya.
Mereka yang masih mencoba menjustifikasi penindasan Israel, perlu kita pertanyakan akal sehatnya, humanisme-nya, dan komitmen mereka terhadap amanah dan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Orang Indonesia pendukung Israel, sesungguhnya telah mengkhianati konstitusi Bangsa Indonesia, yang mengamanahkan agar bangsa ini selalu berdiri di garda terdepan dalam membela bangsa terjajah dan membantu mereka melawan penjajah, “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perekeadilan. Salam merdeka, Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.” (dms/dm1)
Komentar anda :
Bagikan dengan:

Muis Syam

552 views

Next Post

Salat Idul Fitri Pemda Koltim, Andi Merya: Semoga Kita Semua Menjadi Orang Muttaqin

Ming Mei 16 , 2021
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Plt Bupati Kolaka Timur Hj. Andi Merya Nur, SIP melaksanakan Salat Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 M di Aula Pemda Koltim, Kamis (13/5/2021). Komentar anda :
Ucapan Puasa Dinas Pendidikan & Kebudayaan Prov. Gorontalo
Perumda Muara Tirta: Dirgahayu Kota Gorontalo ke-296
Ucapan Puasa PMI Prov. Gorontalo
Ucapan Kadis PUPKP Prov. Gorontalo: HUT Kota Gorontalo ke-296