Tag Archives: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

Peringatan HKN ke-55, Wagub: Generasi Sehat Wujud Nyata Pembangunan Manusia

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo mencanangkan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 tingkat Provinsi Gorontalo, Jumat (1/11/2019) bertempat di halaman kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idris Rahim, pada kesempatan itu, Wagub Idris mengarahkan Hari Kesehatan Nasional tidak hanya milik jajaran kesehatan saja.

“Kita semua harus bahu membahu, saling bergerak sinergis, bergerak dinamis, koordinasi dari semua pihak, didalamnya ada BPJS, BKKBN dan lintas sektor lainnya untuk membangun sektor kesehatan,” tutur Wagub Idris.

Dengan mengusung tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, Wakil Gubernur dua periode ini berharap, tema tersebut harus diimplementasikan dalam setiap program di bidang kesehatan, sehingga pembangunan kesehatan dapat diwujudkan.

“Pembangunan kesehatan akan berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia yang didalamnya ada pendidikan, kesehatan dan kemampuan ekonomi,” ujar Wagub Idris.

Selanjutnya,terkait pembangunan kesehatan, Wagub juga mengingatkan pada seluruh lintas sektor maupun jajaran kesehatan, untuk melaksanakan tugasnya dengan paripurna.

“Saya harapkan kepada jajaran kesehatan, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, demi menghasilkan generasi sehat indonesia unggul pada 2045 yang akan datang,” pungkas Wagub Idris.

Pencanangan Peringatan HKN ke-55 turut dihadiri oleh, Sekretaris Daerah Provinsi Darda Daraba, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo.

Pantauan kru DM1, terdapat rangkaian kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada Pencanangan Peringatan HKN ke-55 ini diantaranya, pengukuran kebugaran di lingkungan Dikes Provinsi Gorontalo, jalan sehat, senam bersama, pelayanan kesehatan terpadu, serta lomba Senam Tobelo. (dmk/dm1)

Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun, Pelayanan Kesehatan Keluarga Prioritas Dikesprov Gorontalo

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Nalole SE, Msi, membuka secara resmi Orientasi Teknis Pelayanan Kesehatan Keluarga Tingkat Provinsi Gorontalo, Senin (28/10/2019).

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari sejak 28-31 Oktober 2019 bertempat di New Rahmat Hotel, Kota Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Misranda menjelaskan bahwa kesehatan keluarga merupakan salah satu program prioritas utama Pembangunan Kesehatan.

“Kesehatan keluarga meliputi kesehatan Ibu, bayi baru lahir, bayi, balita, anak pra sekolah, remaja dan lansia (life cycle approach),” jelas Misranda.

Misranda menambahkan, Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) juga menjadi salah satu sasaran pokok RPJM Tahun 2015 -2019.

“AKI telah berhasil diturunkan dari 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 (SDKI 2012) menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 (SUPAS 2015). Sementara AKB juga telah mengalami penurunan dari semula 32 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2012) menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2017),” ungkap Misranda.

Lanjut Misranda, selain AKI, AKB, Indonesia juga menghadapi masalah kesehatan lain yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan, salah satunya adalah stunting.

“Stunting merupakan konsekuensi dari masalah gizi kronik yang terjadi pada saat ibu hamil sampai usia 2 tahun. Stunting yang terjadi pada masa awal kehidupan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, juga menimbulkan gangguan pada tahap kehidupan selanjutnya,” terang Misranda.

Atas dasar itu, demi meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan keluarga sesuai target standar pelayanan minimal (SPM), serta memenuhi kebutuhan petugas kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Maka dilaksanakan Orientasi Teknis Pelayanan Kesehatan Keluarga yang diikuti oleh 34 orang pengelola program kesehatan keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
dan PKM terpilih se-Provinsi Gorontalo.

“Diharapkan dengan mengikuti Orientasi Pelayanan Kesehatan Keluarga ini, peserta mampu menyerap apa yang diberikan oleh fasilitator dan dapat diterapkan ditempat kerja masing-masing,” pungkas Misranda. (dmk/dm1)

Idah Syahidah: Peran Saka Bhakti Husada Diperlukan Untuk Pemberantasan Stunting

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, KABUPATEN GORONTALO: Perkemahan Bakti oleh Gerakan Pramuka Saka Bakti Husada kali kedua digelar, dan dipusatkan di Pentadio Resort, Desa Pentadio, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Digelar Malam Selamat Datang dan Jumpa Tokoh, Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Tingkat Daerah Gorontalo pada Sabtu (26/10/2019) di Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Gorontalo.

Acara tersebut dihadiri Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Bupati Nelson Pomalingo, juga Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Gorontalo Fory Naway.

Dalam sambutannya Idah menyampaikan, agar tujuan kegiatan kepramukaan ini bisa sama-sama membantu program dari pemerintah utamanya dibidang kesehatan.

“Tentunya dibidang kesehatan ini kita perlu perpanjangan tangan sampai ketingkat masyarakat yang paling bawah, peran pramuka ini sangat penting. Karena disitu dia bisa menyampaikan informasi secara menyeluruh dan bisa diterima oleh masyarakat luas.”terang Idah Syahidah Ruslie Habibie, yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.

Lebih lanjut Idah menambahkan, Saka Bhakti Husada sangat diperlukan dan diadakan setiap saat, karena mereka bisa melakukan semua program dibidang kesehatan utamanya pemberantasan stunting di Provinsi Gorontalo.

Disamping itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan sangat berterima kasih kepada semua pihak untuk penyelenggara Kemah Bhakti Husada ke-2 dipusatkan di Kabupaten Gorontalo.

“Kami dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Gorontalo tentunya sangat mensuport dan yang pasti akan mendampingi program yang telah dibuat oleh Provinsi Gorontalo.”jelas Nelson.

Sementara itu, Dr. Rosina Kiu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga menuturkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) sangatlah penting untuk selalu digalakkan dalam lingkungan masyarakat sehari-hari.

“Yang lebih penting adalah menyukseskan prioritas program nasional dalam mengatasi stunting. Stunting harus kita turunkan dan kita tekan, agar generasi masa depan menjadi generasi yang lebih baik.”tutup Dr. Rosina Kiu.

Kemah bakti oleh Gerakan Pramuka Saka Bakti Husada yang ke 2 ini sudah berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 27-30 Oktober 2019. (dmk/dm1)

Optimalisasi RKA DAK 2020, Dikesprov Kumpul OPD Kesehatan se Provinsi Gorontalo

26/10/2019 4.955 Views   DM 1, DM 1 A, KESEHATAN, PEMBANGUNAN, Pemerintahan, PENDIDIKAN, Sosialisasi, Terbaru

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar Desk Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 sekaligus dengan evaluasi DAK Triwulan III tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di Hotel Damhil, Jumat (25/10/2019).

Dalam laporan panitia, Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Rosnawaty Kadir Spd, Mkes mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan DAK bidang kesehatan tahun 2019 hingga triwulan III.

“Ini merupakan password kita untuk bisa melakukan desk di pusat, jadi teman-teman harus membawa laporan triwulan 3 yang sudah diinput dalam aplikasi e-Renggar,” tutur Rosnawaty.

Rosnawaty juga mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi umpan balik atas RKA DAK fisik bidang kesehatan tahun 2020, serta penyesuaian daftar yang telah dikirimkan Kementerian Kesehatan.

“Penyusunan RKA DAK 2020 sesuai dengan ceklist yang telah dikirimkan kementrian kesehatan untuk mendapatkan rekomendasi dari kepala dinas kesehatan provinsi Gorontalo,” tutur Rosnawaty.

Dalam kesempatan itu, hadir Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Nalole SE, Msi untuk membuka kegiatan secara resmi.

Misranda menuturkan kegiatan ini untuk melihat sejauh mana kesiapan kabupaten/kota terkait dengan pelaksanaan desk bidang kesehatan yang dijadwalkan 12 November mendatang di Kementerian Kesehatan.

“Jadi saya berharap teman-teman di provinsi untuk melakukan desk dengan kabupaten/kota, berharap semua data dukung yang dipersyaratkan oleh Kementerian Kesehatan dapat diselesaikan hari ini,” pinta Misranda.

Misranda juga menegaskan bahwa dirinya akan menandatangani rekomendasi jika seluruh persyaratan yang akan dibawa saat desk di Kementerian Kesehatan nanti sudah lengkap.

“Jadi intinya saya berharap kesiapan kita untuk desk di Kementrian Kesehatan dari daerah, jangan nanti sudah disana baru kita menyelesaikan,” tegas Misranda.

Penyusunan RAK DAK 2020 serta evaluasi DAK triwulan III ini dihadiri oleh seluruh OPD bidang kesehatan se-Provinsi Gorontalo diantaranya, Kasubbid Perencaan Pembangunan Bappeda Provinsi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, pejabat perencanaan di rumah sakit umum daerah kabupaten/kota, kasubag perencanaan dikes dan rumah sakit provinsi Gorontalo, penanggung jawab program kesehatan masyarakat, Program Layanan Kesehatan (Yankes), dan kefarmasian provinsi dan kabupaten/kota . (dmk/dm1)

Selengkapnya >>

Populasi Lansia Indonesia 28,8 Juta Jiwa, Terbesar di Dunia

25/10/2019 5.559 Views   Adv, DM 1, DM 1 A, KESEHATAN, Pelayanan, PEMBANGUNAN, Pemerintahan, PENDIDIKAN, SOSIAL, Sosialisasi, Terbaru

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Salah satu hasil pembangunan kesehatan adalah meningkatnya angka harapan hidup. Di Indonesia, pembangunan kesehatan cukup berhasil sehingga angka harapan hidup meningkat, dengan begitu populasi penduduk lanjut usia juga semakin meningkat.

Atas dasar itu, Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo menggelar Pelatihan Kesehatan Lansia dan Geriatri Untuk Petugas Puskesmas Percontohan Santun Lansia Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019.

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Misranda Nalole SE, Msi mengungkapkan, Indonesia memiliki jumlah penduduk lansia terbesar di dunia.

“WHO memperkirakan penduduk lanjut usia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang mencapai angka 11,34% atau 28,8 juta jiwa yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar didunia,” ungkap Misranda saat membuka pelatihan secara resmi.

Misranda juga menuturkan, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan untuk mencapai lansia sehat, mandiri, aktif produktif dan berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, dikembangkanlah program kesehatan lansia di tingkat masyarakat melalui posyandu lansia.

“Posyandu lansia memberikan pelayanan sosial, agama, pendidikan, keterampilan, olahraga, seni budaya, dan pelayanan lain yang dibutuhkan para lansia dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan,” jelas Misranda.

Dengan tuntutan itu, maka dibutuhkan pemahaman dari seluruh petugas kesehatan, utamanya di tiap puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan lansia.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas puskesmas dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan lansia di puskesmas secara prima dan paripurna,” terang Misranda.

Pelatihan dilaksanakan di Grand Q Hotel pada 21-25 Oktober, dan diikuti oleh 27 orang pengelola program lansia dari dinas kesehatan kabupaten/kota, serta 22 orang pengelola lansia dari masing-masing puskemas terpilih di enam kabupaten/kota. (dmk/dm1)

Selengkapnya >>

Gorontalo Raih Juara 1 Penilaian Germas Regional Tengah Timur

23/10/2019 4.494 Views   DM 1, DM 1 A, KESEHATAN, NASIONAL, Pelayanan, Pemerintahan, PENDIDIKAN, Prestasi, SOSIAL, Sosialisasi, Terbaru

Wartawan: Kisman Abubakar | Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Upaya Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dalam menggerakkan masyarakat hidup sehat kini menuai hasil menggembirakan.

Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Provinsi Gorontalo meraih juara satu umum pada penilaian Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk regional Tengah Timur.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB dr. Rosina Kiu pada pertemuan Evaluasi Germas di daerah tahun 2018 Regional Tengah dan Timur, Selasa (22/10/2019) di Hotel Aryaduta Makassar.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI ini, bertujuan untuk melakukan studi evaluatif terhadap pelaksanaan Germas baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pada pertemuan itu, setiap provinsi memaparkan profil kemajuan pelaksanaan Germas, capaian, evaluasi, tantangan, kendala, inovasi-inovasi dan praktek pelaksanaan Germas di tingkat daerah yang kesemuanya itu dinilai oleh tim panelis dari pusat.

Selain Provinsi Gorontalo, juga hadir perwakilan dari Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua dengan total provinsi yang turut berpartisipasi sebanyak 18 provinsi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB dr. Rosina Kiu mengatakan, Gorontalo telah melakukan berbagai upaya dalam menyukseskan pelaksanaan Germas hingga ke tingkat bawah.

Upaya Germas ini bertujuan untuk menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Hipertensi, Stroke, Diabetes, Kanker, dan Jantung Koroner.

Lanjut dr. Rosina, Keberhasilan Gorontalo dalam upaya tersebut karena dukungan serta peran aktif pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, lintas sektor, juga lintas program untuk berinovasi dalam menggaungkan Germas sampai ke level masyarakat.

“Semoga masyarakat akan paham pentingnya hidup sehat dan selalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur dr. Rosina.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Naloloe SE, Msi kepada awak media menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih.

Ia berharap, pencapaian ini dapat terus dipertahankan, mengingat komitmen pimpinan daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, caranya dengan mengimplementasikan Germas di sendi-sendi kehidupan masyarakat maupun pada tataran kebijakan pemerintahan.

“Saya ucapkan selamat atas pencapaian ini. Harapannya agar hasil tersebut menjadi motivasi dan semangat untuk terus menggalakkan dan mengkampanyekan Germas ke depan, Germas harus lebih masif dan membudaya lagi,” pungkas Misranda. (kab/dmk/dm1)

Selengkapnya >>

Penarikan Ranitidin, Misranda: Tidak Semua Ranitidin Tercemar NDMA

16/10/2019 6.222 Views   DM 1, DM 1 A, Keamanan, KESEHATAN, Kicau Medsos, Pelayanan, Pemerintahan, SOSIAL, Sosialisasi, Temuan, Terbaru

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Dinas Kesehan (Dikes) Provinsi Gorontalo melalui Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmasian, telah mengeluarkan pelarangan kepada organisasi profesi untuk memperjualbelikan Obat Ranitidin ke masyarakat hingga penarikan distributor.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda E.U. Nalole, M.Si saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.

“Telah disampaikan pemberitahuan kepada organisasi profesi dimana anggotanya yang merupakan apoteker yang merupakan penanggung jawab Sarana pelayanan kefarmasian yang ada di Provinsi Gorontalo seperti rumah sakit, Puskesmas, klinik dan apotek dilarang memperjualbelikan Ranitidin ke masyarakat,” ungkap Misranda.

Misranda mengatakan, Ranitidin yang tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) itu hanya terdistribusi di Rumah Sakit Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, namun saat ini sudah dilakukan penarikan untuk Ranitidin Bets tertentu.

“Tidak semua Ranitidin mengandung cemaran NDMA hanya untuk bets tertentu saja, tetapi pada saat viral di media online semua Ranitidin yang beredar disarana pelayanan kefarmasian tidak diperjualbelikan ke pasien dan masyarakat, setelah kami menerima surat edaran dari Badan POM untuk bets tertentu yang mengandung cemaran NDMA, maka distributor telah menarik sediaan tersebut,” ungkap Misranda.

Misranda mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah dengan pemberitaan Ranitidin, ia menyarakan masyarakat mendatangi apoteker, dokter ataupun tenaga ahli lainnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut jika diperlukan.

“Kami berharap masyarakat yang menggunakan obat dengan indikasi untuk mengatasi tukak lambung dapat menggunakan obat dengan indikasi yang sama, selain itu masyarakat mengkonsumsi obat harus sesuai resep dokter,” pungkas Misranda. (dmk/dm1)

Selengkapnya >>

Rayakan Satu Tahun GGC, Dikes Provinsi Gorontalo Berharap Makin Banyak Yang Hidup Sehat

29/09/2019 61.810 Views   DM 1 A, KESEHATAN, OLAHRAGA, Pelayanan, Pemerintahan, PENDIDIKAN, Perayaan, SOSIAL, Sosialisasi, Terbaru

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Satu tahun terbentuknya Gorontalo Germas Community (GGC), Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo merayakan ulang tahun pertama GGC di Taruna Remaja Kota Gorontalo, Minggu (29/9/2019).

Mengusung motto Sebarkan Kesadaran Hidup Sehat Demi Gorontalo Unggul, Dikes Provinsi Gorontalo membentuk Gorontalo Germas Community sebagai wadah untuk menampung masyarakat yang suka dengan aktifitas fisik olahraga.

“Kita merayakan satu tahun GGC tepatnya tahun 2018 kita bentuk komunitas ini sebagai wadah untuk masyarakat atau teman-teman di Dinas Kesehatan yang suka dengan aktifitas olahraga,” tutur Nancy Pembengo, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Nancy mengatakan, GGC adalah komunitas yang berfokus pada olahraga workout atau body weight training.

“Jadwal kita teratur, seminggu tiga kali, kita juga punya media sosial untuk mempromosikan kegiatan-kegiatannya,” tutur Nancy yang juga menjabat sebagai penanggung jawab GGC.

Berkat gencarnya promosi yang dilakukan Dikes Provinsi Gorontalo, kini anggota Gorontalo Germas Community sudah berkembang dari berbagai latar belakang.

“Ada yang dari pegawai pemerintahan, pegawai swasta, BUMN, bahkan ada juga mahasiswa, mereka sangat aktif mengkampanyekan indikator-indikator germas lainnya seperti makan buah, dan kampanye periksa kesehatan rutin secara berkala,” ungkap Nancy.

Adapun pemeriksaan kesehatan yang dimaksud, kata Nancy, pemeriksaan kesehatan untuk mengecek berat badan, lingkar perut, tekanan darah juga resiko-resiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Selain itu, ulang tahun GGC juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik.

Pantauan kru DM1, pada peringatan satu tahun Gorontalo Germas Community ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan yakni pemeriksaan kesehatan gratis, deteksi dini PTM, donor darah serta sosialisasi dan konsultasi BPJS terkait kepersertaan.

Kepada kru DM1, Nancy menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya peringatan ulang tahun pertama GGC ini agar bisa tersampaikan kepada masyarakat.

“Kita berharap, makin banyak masyarakat yang sadar akan hidup sehat dan bisa bergabung dengan GGC ini lebih bagus lagi,” pungkas Nancy. (dmk/dm1)

Selengkapnya >>