Poduwoma Salah Satu Desa Terparah Diterjang Banjir Bone Bolango

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BONEBOLANGO: Belum sebulan mengalami banjir, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bone Bolango, kini kembali dilanda banjir akibat curah hujan yang tinggi, Jumat (24/7/2020).

Hujan yang berlangsung beberapa hari itu, membuat Sungai Bone meluap dan merembes ke permukiman. Sehingga menghanyutkan serta merusak sejumlah rumah warga. Dan salah satu desa yang ikut diterjang banjir adalah Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur.

Yusuf Puneli selaku Kepala Desa (Kades) Poduwoma, kepada wartawan DM1 membenarkan. Bahwa Poduwoma termasuk salah satu desa yang cukup parah mengalami terjangan banjir tersebut.

Kades Yusuf Puneli mengatakan, banjir yang telah berulang-ulang kali terjadi itu, adalah diakibatkan hujan yang terus mengguyur di kabupaten ini dalam beberapa hari terakhir. 

Ia mengungkapkan, tanggul-tanggul sungai nampak mulai rusak akibat derasnya banjir, yang sudah terjadi berkali-kali dalam waktu singkat.

Dalam sebulan ini, kata Kades Yusuf Puneli, Desa Poduwoma telah empat kali dilanda banjir, yang terparah adalah dialami oleh mereka yang tinggal di dekat bantaran Sungai Bone, sungai terpanjang di Gorontalo.

Kades Yusuf Puneli menyebutkan, banjir kali ini di desanya terdapat sekitar 11 unit rumah yang mengalami rusak parah. Dan bahkan sebelumnya ada rumah hanyut terbawa arus banjir.

Meski belum mengantongi angka pasti kerugian materi, namun Kades Yusuf Puneli mengakui,  banjir yang terjadi berturut-turut itu menimbulkan kerusakan alam serta kerugian materi yang tidak sedikit dialami masyarakat. Bahkan sejumlah lahan mencari nafkah milik warga, mengalami kerusakan akibat banjir tersebut.

“Sangat disayangkan kita yang tengah diuji pandemik Covid-19, harus diuji kembali dengan bencana banjir yang berulang-ulang kali. Sehingga masyarakat semakin susah dan resah untuk kembali memulihkan perekonomian,” ungkap Kades Yusuf Puneli mengaku prihatin.

Iapun berharap, semoga ada langkah cepat yang konkrit dari semua pihak untuk sama-sama mengatasi masalah banjir ini.

“Semoga segala ujian akan berakhir, baik terkait Covid-19 ataupun banjir yang sudah berulang-ulang kali menerjang desa kami ini. Dan kita pun sedikit maklum, karena ini juga salah satu risiko menjadi desa paling ujung di Suwawa Timur, dan paling dekat dengan bantaran Sungai Bone,” tutup Yusuf. (res/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: