Peduli Kebersihan Lingkungan Hidup, Lurah Heledula’a Utara Bentuk Tim Gober

Bagikan dengan:
Wartawan: Didik Machmud~ Editor: Avi|

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sebagai seorang pimpinan dari kelurahan yang ikut bertanggung jawab terhadap suksesnya pemerintahan kecamatan/kota. Sudah sepatutnya seorang lurah menyusun berbagai macam program unggulan, yang nantinya akan dilaksanakan selama satu periode jabatan.

Kepada kru DM1, Lurah Heledula’a Utara, Fendy Berahim, menyebutkan beberapa program unggulan yang sedang dilaksanakan di tahun 2018 ini, diantaranya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan Jalan Lingkungan, Rumah Layak Huni (Mahayani), Pendaftaran Tanpa Sistematik Lengkap (PTSL), Renovasi Kantor, serta Pembangunan Jalan, Lingkungan dan Lampu Jalan.

Untuk program KOTAKU dan Jalan Lingkungan, penyaluran anggarannya sebesar Rp.750 juta. Kemudian program Renovasi Kantor menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp.60 juta.

“Sementara untuk program Mahayani itu merupakan program yang bekerjasama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Gorontalo. Sedangkan PTSL itu merupakan program dari pemerintah pusat, yang juga menggunakan dana hibah dari mereka untuk pembangunan jalan, lingkungan dan lampu,” jelas Fendy, Senin (29/10/2018).

Selain itu, ada juga program yang dibuat langsung oleh Fendy Berahim yang sudah didiskusikan dengan RT/RW setempat, yakni pembentukan tim pemberantas kebersihan lingkungan hidup atau tim Gotong Royong dan Bersih (Gober).

“Tim Gober ini dibentuk akibat adanya debet hujan yang sangat tinggi dan airnya naik ke permukaan jalan, sehingga membuat saluran dipenuhi sampah. Nantinya setiap masyarakat di kelurahan ini akan menyumbang dana seikhlasnya untuk diberikan kepada pekerja,” ujar Fendy.

Selanjutnya, Fendy pun menyampaikan harapannya kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH), agar bisa mengadakan fasilitas umum berupa bak sampah di beberapa tempat.

“Kemarin di Jalan Kasuari ada bak sampah, tapi sudah hancur atau bisa disebut tidak layak pakai. Jadi harapan kami, dapat dibuat bak sampah kembali di tempat-tempat tertentu. Dan untuk masyarakat, buanglah sampah pada tempatnya,” pungkas Fendy. (dik/avi/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up