BERITA EKSKLUSIFDM 1DM 1 APemerintahanPERSpektifPILIHANSorotanTerbaru

Para Caleg ini Sebut Nuryanto Paling Cocok Jadi Penjabat Wali Kota Gorontalo, Ini Alasannya

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Belum lama ini, DPRD Kota Gorontalo mengaku sudah melakukan penjaringan bakal calon (Balon) Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo. Dan pada Selasa (21/11/2023), Hardi Sidiki selaku Ketua DPRD Kota Gorontalo di hadapan sejumlah wartawan pun akhirnya membeberkan 4 (empat) nama yang terjaring sebagai Balon Pj Wali Kota Gorontalo.

Penjaringan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengisi dan menggantikan Marten Taha sebagai Wali Kota Gorontalo yang masa jabatannya mengalami pemangkasan dan harus “disudahi” pada Desember 2023, yakni sesuai penerapan ketentuan Pasal 201 ayat (5) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada), yang menyebutkan bahwa: “Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota hasil Pemilihan tahun 2018 menjabat sampai dengan tahun 2023”.

Adapun keempat nama Balon Pj Wali Kota Gorontalo hasil penjaringan DPRD Kota Gorontalo itu adalah Ismail Madjid (Sekretaris Daerah Kota Gorontalo), Nuryanto (Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo), Meydi N. Silangen (Kepala Bappeda Kota Gorontalo), dan Rifli Katili (Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo).

Hardi Sidiki dalam keterangannya kepada Pers mengatakan, akan ada satu nama yang harus tereliminir, sebab nantinya hanya ada 3 (tiga) nama yang akan diparipurnakan di DPRD Kota Gorontalo, yang selanjutnya ketiga nama tersebut diusulkan ke pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Dalam hal ini ke Bapak Pj Gubernur Gorontalo,” ujar Hardi Sidiki.

Setelah itu, Pj Gubernur Gorontalo selanjutnya akan meneruskan usulan 3 nama calon tersebut ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menunjuk dan menetapkan 1 (satu) nama sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo.

Dengan munculnya 4 nama Balon Pj. Wali Kota Gorontalo tersebut, para ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo pun mulai saling “bisik-bisik” dan menjagokan sosok calon masing-masing yang dianggap layak dan cocok sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo. Alhasil, umumnya dan rata-rata mereka cenderung memilih dan berharap Mendagri dapat menunjuk Nuryanto sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo. Sayangnya, para ASN tersebut mengaku tidak berani untuk terang-terangan dan lantang menyuarakan aspirasi mereka tersebut.

Kendati begitu, wartawan DM1 berhasil mewawancarai dan meminta pendapat sejumlah Calon Legislatif (Caleg) di daerah ini. Dari keterangan dan pandangan sejumlah Caleg inilah, suara “bisik-bisik” ASN itupun akhirnya dapat terwakili.

Di antaranya, H. Ramly Yahya (Caleg DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Kota Gorontalo dari Partai Demokrat) secara terang-terangan menyatakan sangat mendukung sosok Nuryanto untuk dapat menjadi Pj. Wali Kota Gorontalo.

“Kota Gorontalo ini perlu pemimpin muda yang matang. Perlu ketenangan, dan yakin dalam mengambil keputusan-keputusan tanpa harus diintervensi oleh pihak-pihak yang punya kepentingan tertentu,” ujar H. Ramly, di Warkop Dino Pasar Tua, Kota Gorontalo, Jumat pagi (24/11/2023).

Keempat nama Balon Pj. Wali Kota Gorontalo itu, kata H. Ramly, semuanya sangat ia kenal. “Bahkan ada (di antaranya) yang dekat sekali dengan saya. Cuma, kalau menyebut nama Pak Ismail Madjid, saya pikir beliau ini kan baru keluar SK-nya sebagai Sekda lagi (diperpanjang) dari 2023-2027. Jadi saya kira beliau (Ismail Madjid) cocok di situ sebagai Sekda,” kata H. Ramly.

Olehnya itu, H. Ramly menyatakan sebaiknya Ismail Madjid bisa bertahan dan tetap fokus saja di posisinya saat ini sebagai Sekda Kota Gorontalo. “Yang lain-lain juga saya kenal baik, Pak Rifli Katili, Ibu Novie dan juga Pak Nuryanto,” ujar H. Ramly.

Tetapi apabila diperhadapkan dengan pilihan dari keempat Balon tersebut, maka H. Ramly mengaku akan menjatuhkan pilihannya kepada Nuryanto sebagai sosok yang dianggap paling cocok sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo. “Saya lebih cenderung memilih Pak Nuryanto. Kenapa? Karena latar-belakang beliau (Nuryanto) itu adalah ahli di bidang pengelolaan keuangan, dan beliau (Nuryanto) juga sudah pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti pernah menjadi inspektur di Inspektorat Kota Gorontalo,” ungkap H. Ramly.

Alasan lain, menurut H. Ramly, Nuryanto adalah sosok birokrat yang memiliki prilaku yang sangat positif, senantiasa bersikap tenang namun tegas dalam menghadapi persoalan, dan mampu memberikan solusi yang tepat, serta tidak kaku dalam mengambil kebijakan.

“Jadi saya pikir Pak Nuryanto sangat cocok jadi Pj Wali Kota Gorontalo didampingi Pak Ismail Madjid tetap sebagai Sekda,” tandas H. Ramly.

Djawasir Pakaya sebagai ustaz sekaligus selaku Caleg DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Kota Gorontalo dari Partai Hanura, juga ikut memberikan pandangannya tentang siapa sosok yang paling cocok untuk dijadikan Pj. Wali Kota Gorontalo.

Sebagai masyarakat Kota Gorontalo, kata Ustaz  Djawasir, tentunya sangat menginginkan sosok Pj. Wali Kota yang benar-benar mampu membangun daerah ini dengan baik, termasuk mampu mengelola keuangan daerah secara efektif dan efisien agar betul-betul dapat membiayai pembangunan Kota Gorontalo secara maksimal.

Sebab, menurut Ustaz Djawasir, sejauh ini di Kota Gorontalo terdapat sejumlah masalah-masalah yang kini menjadi “momok” lantaran sulit teratasi dengan baik, misalnya pengerjaan beberapa proyek yang hingga saat ini tak kunjung selesai meski sudah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

“Kalau saya disuruh pilih dari keempat nama calon yang dimunculkan oleh DPRD Kota Gorontalo itu, maka saya lebih memilih Pak Nuryanto sebagai sosok yang paling layak dan cocok sebagai penjabat Wali Kota Gorontalo,” demikian Ustaz Djawasir saat dimintai keterangannya di Warkop Ano, di bilangan pertokoan Murni, Kota Gorontalo, Jumat pagi (24/11/2023).

Ustaz Djawasir pun mengemukakan alasannya mengapa harus Nuryanto yang dinilai cocok sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo. Yakni, karena Nuryanto memiliki pengalaman dan latar-belakang serta spesifik ilmu di bidang pengelolaan keuangan daerah yang sangat memadai.

“Saat ini banyak daerah yang mengalami kesulitan menjalankan program-program pembangunannya, disebabkan karena daerah-daerah tersebut tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik,” ungkap Ustaz Djawasir.

Oleh karena itu, Ustaz Djawasir mengaku sangat yakin Kota Gorontalo tidak akan mengalami kesulitan menjalankan roda pembangunannya apabila kendali kepemimpinan sudah di tangan Nuryanto.

Tak hanya itu, Ustaz Djawasir juga menilai Nuryanto merupakan sosok yang kelihatan lebih “steril” sehingga mampu melayani semua kalangan tanpa memandang warna tertentu. “Terlebih dalam rangka menyukseskan Pemilu ini, beliau (Nuryanto) adalah sosok yang paling cocok menyukseskan Pemilu karena tidak akan “terkontaminasi” dengan kepentingan tertentu, dan juga tidak akan mengotak-ngotakkan satu dengan lainnya serta beliau insyaAllah tidak akan masuk dalam “kotak”, artinya beliau tidak akan berpihak ke mana-mana karena mampu menganyomi kepentingan seluruh pihak,” jelas Ustaz Djawasir tersenyum.

Caleg DPRD Kota Gorontalo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sindu Abdul Azis, juga ikut memberikan pandangannya terkait Balon Pj. Wali Kota Gorontalo. “Dari empat Balon Pj Wali Kota Gorontalo ini, saya melihat yang paling tepat dan pas menduduki itu adalah Pak Nuryanto,” ujar Sindu.

Menurut Sindu, para Balon Pj. Wali Kota Gorontalo yang sudah dijaring oleh DPRD Kota Gorontalo itu semuanya baik. “Tapi saya melihat yang terbaik itu adalah Pak Nuryanto. Sebab, beliau (Nuryanto) yang sudah pasti sangat mengenal dan memahami kondisi keuangan di daerah ini. Artinya, beliau tahu persis bagaimana me-manage keuangan daerah secara sehat di Kota Gorontalo,” jelas Sindu.

“Pak Nuryanto juga dinilai sangat tepat, karena beliau sejauh ini adalah sosok yang belum ada indikasi terafiliasi dengan salah satu partai politik. Dan ini menjadi jaminan Pemilu bisa terlaksana secara fair dan sukses,” sambung Sindu.

Selain itu, lanjut Sindu, Nuryanto adalah sosok birokrat yang luwes dan mampu memberi solusi terhadap setiap masalah yang ada. “Saya sangat mengenal betul siapa Pak Nuryanto. Beliau ini sosok tegas dan tidak banyak neko-neko menjalankan tugasnya secara bijaksana namun tetap menegakkan aturan yang berlaku,” jelas Sindu.

Olehnya itu, Sindu berharap kepada pihak DPRD Kota Gorontalo hendaknya lebih memprioritaskan nama Nuryanto sebagai calon Pj. Wali Kota Gorontalo di urutan pertama. Serta juga berharap agar Mendagri tidak segan-segan menunjuk dan menetapkan Nuryanto sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo. “Sebab, kami yakin Nuryanto lebih mampu mengatasi kondisi Kota Gorontalo yang hingga saat ini begitu banyak masalah di sana-sini,” tandas Sindu.

Sementara itu Ronny Kaluku selaku Caleg DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Kota Gorontalo dari Partai Nasdem, juga secara gamblang menjelaskan alasan-alasan mengapa harus Nuryanto yang dinilai cocok menjadi Pj. Wali Kota Gorontalo.

Ditemui di salah satu rumah makan di pusat Kota Gorontalo, Ronny Kaluku menyatakan, bahwa para balon Pj. Wali Kota Gorontalo yang telah digodok oleh DPRD Kota Gorontalo itu semuanya adalah baik dan layak. “Tapi saya belum punya kapasitas untuk menyatakan siapa yang tepat untuk dijadikan Pj. Wali Kota,” tutur Ronny.

Meski begitu, Ronny Kaluku menggambarkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi oleh Pj. Wali Kota Gorontalo ke depan itu sama dengan daerah-daerah lainnya.

“Yakni APBD minus di tahun 2024. Kenapa? Karena di tahun 2024 itu ada pembebanan anggaran Pemilu, Pileg dan juga Pilkada. Kemudian yang kedua, ada pembebanan pembayaran (utang) cicilan PEN,” ujar Ronny, Jumat sore (24/11/2023).

Oleh karena itu, Ronny menilai, dari keempat Balon Pj. Wali Kota yang terjaring itu, maka Nuryanto adalah sosok yang sangat layak dan cocok diserahi tugas sebagai Pj. Wali Kota Gorontalo untuk menghadapi tantangan terberat di tahun 2024 yang dimaksud.

“Saya berpikir, yang punya latarbelakang luar biasa terhadap manajemen keuangan adalah Pak Nuryanto. Saya kenal beliau (Nuryanto) itu pertama kali berkarir di Gorontalo adalah sebagai seorang BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Kemudian hampir 10 tahun sebagai inspektur di Inspektorat. Dan saat ini sebagai Kepala Badan Keuangan. Jadi memang beliau ini sudah lengkap dan menjadi pilihan tepat jika ingin mengantisipasi carut-marutnya pembiayaan APBD di tahun 2024,” jelas Ronny.

Lebih dalam Ronny mengurai, bahwa ada sekitar Rp.50 Miliar cicilan PEN yang harus dibayarkan oleh Pemkot Gorontalo tahun depan. “Jadi kita sangat perlu Pj. Wali Kota Gorontalo yang mengerti dan menguasai sistim akuntansi keuangan daerah. Kalau Balon-balon lainnya memang juga senior, tetapi mereka tidak spesifik, saya khawatir nanti kelabakan ke depannya sehingga bisa berdampak buruk terhadap pelaksanaan Pemilu ini,” terang Ronny.

Terkait pelaksanaan tahapan Pemilu, Ronny Kaluku juga mengaku sangat yakin akan berjalan dengan lancar dan sukses apabila Pj. Wali Kota Gorontalo dijabat oleh Nuryanto. “Saya yakin, Pak Nuryanto ini masih “steril”. Sebab beliau ini hampir 10 tahun inspektur di Inspektorat, dan juga berpengalaman sebagai auditor di BPKP. Walaupun orangnya kelihatan pendiam, tapi dengan track-recordnya yang baik dan luar biasa, membuat beliau ini begitu disegani oleh teman-teman seangkatannya di birokrat di Kota Gorontalo maupun di legislatif. Sebab beliau ini sangat menguasai dasar-dasar terkait peraturan pemerintahan dan juga keuangan daerah,” jelas Ronny.

Bahkan Ronny mengungkapkan, bahwa otak di balik kesuksesan Pemkot yang sering mendapatkankan WTP dalam pelaporan keuangan yang sehat itu adalah berkat peran sosok Nuryanto. Olehnya itu, Ronny menyatakan bahwa kemampuan Nuryanto tidak perlu diragukan lagi jika dipercaya menjadi Pj. Wali Kota Gorontalo. “Itu saya yakin, karena beliau (Nuryanto) ini orangnya sangat amanah,” ujar Ronny.

Ronny bersama para Caleg lainnya pun berharap, semoga pihak DPRD Kota Gorontalo dan juga Mendagri bisa memutuskan serta menunjuk Pj. Wali Kota Gorontalo yang benar-benar diyakini mampu mengatasi permasalahan dan tantangan berat, terutama masalah anggaran yang saat ini diperkirakan Kota Gorontalo adalah salah satu daerah yang akan mengalami APBD minus. (dms-dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: