HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Media-media Versi DPI Jadi Mitra Pemprov Sumut dan Pemkab Taput

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, TAPANULI UTARA: Salah satu konstituen Dewan Pers Indonesia (DPI), Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), sukses menggelar kegiatan Kemah Pers Indonesia (KPI), di Tapanuli Utara, berlangsung selama 3 hari (Kamis-Sabtu, 14-16 November 2019).

Kegiatan yang diikuti para wartawan bersama pemimpin redaksi dari berbagai media itu, mengusung tema: Menjelajahi Pengakuan Unesco Global Geopark Terhadap Geopark Kaldera Toba”.

Acara pembukaan kegiatan tersebut dihadiri sederet pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput). Dan itu menandakan, bahwa Kemah Pers Indonesia diakui dan didukung penuh oleh pemerintah setempat.

Sederet pejabat yang hadir tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut, Muhammad Ayub, mewakili Gubernur Sumut; Bupati Tapanuli Utara yang diwakili Asisten I Setkab, Parsaoran Hutagalung.

Selain itu, juga nampak dihadiri General Manager Pengelola Kaldera Toba yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Unggul Sitanggang; Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara; Kapolres Tapanuli Utara yang diwakili AKP Benyamin Pakpahan; Dandim 0210, Mayor Armed Wasno; Camat Muara, Josua Napitupulu; dan sejumlah kepala desa.

Pemkab Taput bahkan mengaku sangat senang bermitra dengan media-media massa yang berada di bawah naungan Dewan Pers Indonesia (DPI), yakni secara resmi Pemkab Taput menyatakan menjadi pendukung utama pelaksanaan kegiatan Kemah Pers Indonesia.

“Dan ini sekaligus membuktikan legitimasi organisasi Pers dan media massa di luar konstituen Dewan Pers (DP) di daerah ini amat menggembirakan,” ujar Ketua Umum DPP SPRI yang juga selaku Ketua Dewan Pers Indonesia (DPI), Heintje Mandagie.

Heintje yang juga turut hadir dalam pembukaan Kemah Pers Indonesia itu menyatakan, propaganda Dewan Pers (DP) yang selama ini mendiskreditkan organisasi Pers di luar konstituen, dan menuding ribuan media yang belum terverifikasi di DP sebagai media abal-abal, justru terbantahkan melalui kegiatan Kemah Pers Indonesia ini.

Heintje menyebutkan, Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) menjawab propaganda Dewan Pers tersebut dengan kegiatan berbasis kinerja.

Inisiatif DPD SPRI Provinsi Sumut menggelar kegiatan Kemah Pers Indonesia ini, kata, justru direspon sangat positif oleh pemerintah daerah.

Menurut Heintje, Dewan Pers (DP) boleh saja sibuk dengan propagandanya menyebut media yang belum terverifikasi adalah media abal-abal, lalu mencoba menekan pemerintah daerah agar tidak bekerja sama dengan media abal-abal tersebut.

“Namun kegiatan Kemah Pers Indonesia membuktikan, bahwa sebagian besar peserta yang berasal dari media-media yang belum terverifikasi, justru berperan aktif membantu pemerintah daerah melakukan promosi dan penyebaran informasi mengenai potensi wisata daerah, khususnya Geosite Kaldera Toba,” jelas Heintje.

Heintje menegaskan, propaganda Dewan Pers (DP) tidak berlaku dalam kegiatan Kemah Pers Indonesia. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, justru menggandeng DPD SPRI dan media-media partner Kemah Pers Indonesia untuk mempromosikan potensi Geosite Kaldera Toba,” tutur Heintje.

Bahkan, lanjut Heintje, saat pembukaan berlangsung, Pemprov Sumut melalui Kepala Dinas Pariwisata menyatakan secara resmi akan melibatkan DPD SPRI dan jaringan media yang bernaung di DPI, untuk aktif terlibat sebagai mitra, misalnya dalam pelaksanaan Festival Danau Toba pada Desember ini.

“Dukungan yang tak kalah luar biasa datang dari Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, yang menugaskan secara khusus Camat Muara Josua Napitupulu untuk mendampingi seluruh rangkaian kegiatan Kemah Pers Indonesia, dari pagi hingga malam hari selama tiga hari berturut-turut,” ujar Heintje.

Kemah Pers Indonesia ini diwarnai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya lomba karya jurnalistik; video sinematik (durasi 90 detik); foto “Geosite Kaldera Toba”; GeoTrail Kaldera Toba meliputi: Geosite Muara, Geosite Bakkara dan Taman Eden.

Selain itu, juga dilaksanakan anjangsana ke Museum TB Silalahi; ke rumah pengasingan Presiden Pertama RI, Soekarno; melukis imajinasi Geosite Kaldera Toba; malam api unggun dan nonton bareng film Letusan Gunung Toba.

Tak hanya sampai di situ, peserta Kemah Pers Indonesia ini juga mengikuti kegiatan Simposium “Pengakuan Unesco Global Geopark Terhadap Geopark Kaldera Toba”; dan workshop “Teknik Penulisan Kepariwisataan”. (rls/dm1)

Bagikan dengan:
  • 12856
  • 14483
  • 13710