HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Giat Membangun, Desa Boroko Dambakan “Air Belanda” Tersentuh Optimal

Bagikan dengan:

Wartawan: Mulkan dan Syarifudin | Editor: AMS

DM1.CO.ID, BOLMUT: Boroko adalah salah satu desa di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut data BPS 2018, desa ini dihuni 2160 jiwa dari 609 Kepala Keluarga (KK), yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, serta sebagian beraktivitas dalam wiraswasta seperti pedagang dan perajin.

Kepala Desa (Kades/Sangadi) Boroko, Mursit P. Patadjenu, saat bincang-bincang dengan wartawan DM1, Selasa (24/9/2019), menguraikan berbagai hal terkait kondisi maupun upaya-upaya pembangunan yang digiatkan di Desa Boroko.

Menjelang akhir jabatannya (Desember 2019) selaku kades dua periode, Mursit di mata masyarakat Boroko telah banyak merealisasikan program-program kerja. Sehingga untuk periode selanjutnya, Mursit dikabarkan masih berpeluang untuk terpilih kembali.

Program kerja yang dimaksud, di antaranya adalah pembuatan pagar PAUD, MCK, drainase, pembangunan sarana-prasarana olahraga, pembuatan jalan akses ke lahan-lahan perkebunan.

Selain itu, Mursit juga saat ini sedang menyiapkan pembuatan 18 unit jamban yang tersebar di 4 dusun di Desa Boroko. “Semua bantuan jamban itu dipastikan diperuntukan bagi warga yang berhak,” uajr Mursit.

Mursit juga tak lupa melakukan berbagai upaya pembinaan usaha kecil, seperti pemberian bantuan peralatan usaha perbengkelan dari dinas sosial. Termasuk bantuan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah lainnya.

Untuk di bidang kesehatan, Mursit mengaku sedang menggiatkan upaya penanggulangan stunting yang menjadi program nasional. Selain itu, Posyandu juga difungsikan secara maksimal.

Sementara di bidang pertanian, selain bekerja sama dengan dinas pertanian dalam menyalurkan bibit jagung, Mursit juga telah mematok rencana pada 2020 penambahan jalan perkebunan. “Karena masih banyak lahan yang sulit diakses oleh petani,” ungkap Mursit.

Dan di bidang perikanan, Mursit mengaku telah membahas secara musyawarah bersama warga untuk pengembangan para nelayan, yakni secara sepakat mengusulkan pembentukan koperasi nelayan.

Namun sejauh ini, Mursit mengaku, di bidang pendidikan masih sangat membutuhkan penambahan tenaga-tenaga guru. “Guru-guru di sini masih kurang, jadi kami sangat membutuhkan adanya penambahan guru,” tutur Mursit.

Hal menarik yang diungkapkan Mursit adalah terkait bidang pariwisata. Ia menyebutkan, bahwa Boroko ini adalah termasuk desa wisata, namun penanganannya belum dapat dilakukan secara maksimal karena kurangnya anggaran.

Mursit mengatakan, Desa Boroko ini memiliki pelabuhan alam yang dapat dijadikan objek wisata. Pelabuhan ini, menurut Mursit, memang tidak disandari kapal-kapal besar, tetapi amat menawarkan pemandangan yang indah untuk dinikmati oleh para wisatawan.

Yang tak kalah menariknya, kata Mursit, di Desa Boroko ini juga ada destinasi wisata pantai yang pemandangannya amat indah dan cukup unik, yakni Pantai Air Belanda.

Pantai itu dinamai Air Belanda, lanjut Mursit, karena konon menurut sejarah di wilayah pantai berpasir putih itu bermukim banyak orang Belanda di zaman penjajahan. Dan di pantai tersebut sering dijadikan sebagai tempat mandi, terutama bagi wanita-wanita Belanda.

Mursit pun menerangkan, bahwa apabila tempat-tempat wisata itu dapat dikelola dengan optimal, maka diyakini akan mampu mengangkat perekonomian daerah.

Olehnya itu, Mursit selaku kepala desa pun berharap, hendaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dapat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan destinasi wisata tersebut.
Akses untuk menembus tempat wisata tersebut, ungkap Mursit, masih sangat sulit. Karena jalan menuju Pantai Air Belanda ini sudah rusak. Sehingga, tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke pantai itu harus melalui laut dengan memakai perahu bermesin dari pelabuhan Boroko.

Meski begitu, Mursit mengaku mengapresiasi kinerja Gubernur Sulut serangkaian momen HUT Provinsi Sulut yang ke-55 (23 September 2019).

“InsyaAllah pembangunan dapat lebih ditingkatkan lagi dengan tentunya tidak berpusat pada sejumlah daerah saja. Selamat dan sukses buat Provinsi Sulut, semoga bisa lebih baik,” pungkas Mursit tersenyum seraya menyatakan, bahwa rugi bagi kepala desa yang tidak sempat hadir dalam upacara HUT Sulut yang ke-55 kemarin, karena ada pagelaran atraksi terjun payung. (mul-din/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 13325
  • 13393
  • 13710
  • 13687
  • 13712
  • 13714
  • 13709
  • 13739
  • 13633
  • 13711
  • 13800
  • 13603
  • 13634
  • 13697
  • 13698
  • 13753
  • 13752
  • 13783
  • 13784