HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Masyarakat Boalemo “Geram”, Bupati Dianggap Plin-plan dan Kacau Hadapi Corona

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, TAJUK-RENCANA: Indonesia saat ini benar-benar sedang berjuang melawan “serangan” Coronavirus Disease (Covid-19). Yakni, dengan melakukan berbagai cara maksimal untuk pencegahannya, menyusul terus bertambahnya kasus pasien positif virus yang mematikan tersebut.

Bahkan Presiden Jokowi, pada Ahad (15/3/2020) di Istana Bogor, meminta secara tegas agar Aparatur Sipil Negara (ASN) hendaknya bekerja secara daring dari rumah. Selain itu, Jokowi juga menekankan agar menangguhkan segela bentuk kegiatan yang melibatkan massa (berkumpul), termasuk Presiden Jokowi memerintahkan agar anak sekolahan belajar di rumah masing-masing.

Intinya, Presiden Jokowi menekankan kepada masyarakat Indonesia untuk mengurangi beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran rantai virus corona.

Maklumat Presiden Jokowi itupun kemudian disahuti dan ditindak-lanjuti oleh seluruh kepala daerah se-tanah air, termasuk kepala-kepala daerah se-Provinsi Gorontalo.

Sayangnya, Bupati Boalemo yang awalnya juga “tunduk” kepada perintah dan arahan Presiden Jokowi, yang ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran tentang Pencegahan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo, tiba-tiba dinilai “dilanggar” oleh Bupati Boalemo sendiri, Darwis Moridu.

Surat Edaran Nomor: 005/Setda/413/2020, yang dikeluarkan dan ditanda-tangani oleh Darwis Moridu pada Senin (16/3/2020) tersebut, memuat 6 poin penegasan.

Di antaranya, Darwis Moridu selaku bupati menegaskan meliburkan sekolah-sekolah baik SD/MI maupun SMP/MTs mulai tanggal 16 sampai 30 Maret 2020.

Pada poin lainnya dalam Surat Edaran tersebut, Darwis Moridu menegaskan seluruh ASN baik pejabat maupun staf untuk tidak melakukan perjalanan dinas keluar daerah. “Dan kepala-kepala SOPD agar mengatur aparatnya dalam hal melakukan pelayanan kepada masyarakat dan dimungkinkan bekerja di rumah masing-masing, berlaku sampai tanggal 30 Maret 2020,” demikian penekanan Darwis Moridu dalam Surat Edarannya.

Anehnya, pada pertemuan di Pendopo Pemkab Boalemo, Selasa (24/3/2020), Darwis Moridu malah melontarkan penekanan yang sama sekali bertolak belakang dengan perintah Presiden Jokowi, juga tidak sesuai dengan Surat Edaran yang telah ditanda-tanganinya sendiri.

Dengan nada tinggi seolah emosional di hadapan para ASN di lingkup Pemkab Boalemo, Darwis Moridu menyatakan, bahwa tidak ada libur bagi para anak sekolahan.

Bahkan dengan tegas, Darwis Moridu melontarkan tidak ada bekerja di rumah bagi para ASN.

Ia menilai Surat Edaran untuk meliburkan para siswa, dan juga bekerja di rumah masing-masing bagi ASN, itu adalah sangat keliru serta harus diperbaiki.

Meski begitu, Darwis Moridu menilai pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah melalui surat edaran terhadap pencegahan virus Corona dilakukan secara massal. Namun, menurut Darwis, surat edaran (yang telah ditanda-tanganinya itu) tentu harus disesuaikan secara situasional oleh Pemkab Boalemo.

Pada pertemuan di Pendopo kantor Bupati Boalemo tersebut, Darwis Moridu juga mengecam tindakan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Boalemo yang telah meliburkan siswa dan ASN tanpa berkoordinasi dengan dirinya.

Darwis mempertanyakan sekaligus menuding Kadis Pendidikan Boalemo telah berani mengambil keputusan sendiri, yakni dengan meliburkan anak sekolah SD dan SMP.

Padahal, menurut Darwis, dengan diliburkannya siswa dan “dirumahkannya” para ASN, maka potensi penyebaran virus bisa lebih cepat.

Olehnya itu, Darwis Moridu pun mewanti-wanti, bahwa mulai besok (Rabu, 25/3/2020), tidak ada libur. Artinya, para siswa SD dan SMP harus kembali masuk belajar di sekolah sebagaimana biasanya.

Tak hanya itu, dalam Bahasa Gorontalo dengan intonasi meninggi, Darwis Moridu pun mengancam, bahwa lantaran mengambil tindakan sendiri, maka Kadis Pendidikan Boalemo akan dicopot dari jabatannya.

Mengetahui adanya penegasan dan keputusan mendadak dari Bupati Boalemo yang berseberangan dengan Surat Edaran yang telah ditanda-tangani secara resmi itu, membuat sebagian masyarakat pun mengaku kesal dan bahkan geram.

Sehingganya, tidak sedikit pihak pun menilai Darwis Moridu inkonsisten atau tidak berpendirian tetap, alias plin-plan dan kacau menghadapi masalah penanganan virus Corona.

Bahkan tidak sedikit netizen di daerah ini menumpahkan “kemarahan” (kekesalannya), yakni dengan menulis status di Facebook yang diarahkan kepada Bupati Darwis Moridu yang tiba-tiba “mengingkari” Surat Edaran yang ditanda-tanganinya sendiri, yang sekaligus itu dinilai bertentangan dengan perintah Presiden Jokowi dan maklumat Kapolri.

Namun sejumlah kalangan menilai, bahwa Bupati Darwis mendadak bersikap demikian, boleh jadi karena dipicu oleh suasana batin yang tertekan lantaran putranya dikabarkan terjaring razia Narkoba, dan saat ini masih sedang dalam proses oleh kepolisian di Jakarta. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 12856