BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Marten Taha Imbau Masyarakat Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sesaat mengetahui tujuh rumah di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Timur, Kota Gorontalo dilahap api, Walikota Gorontalo Marten Taha langsung bergegas dan turun tangan memberikan perhatian serius ke lokasi, pada Selasa Sore (7/11/2017).

Walikota juga tak lupa menginstruksikan kepada seluruh instansi terkait agar dapat memaksimalkan penanganan dan pelayanan terhadap korban musibah kebakaran.

Meski dilaporkan tak ada korban nyawa, namun tujuh rumah yang hangus dan rata dengan tanah akibat kebakaran tersebut diinformasikan dihuni 11 Kepala Keluarga (KK) dengan kerugian materi ditaksir Rp.600 Juta.

Di lokasi kebakaran, Walikota Gorontalo tak hanya memberikan bantuan berupa makan, baju, selimut, tetapi juga bantuan lainnya. Dan yang paling utama, Walikota memerintahkan untuk disegerakan bantuan pembangunan kembali rumah para korban kebakaran melalui Program Rumah Layak Huni (Mahyani).

“Saya sudah tugaskan Disperkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman), untuk segera mengambil langkah-langkah memperbaharui kembali tempat tinggal mereka,” tutur Marten.

Meski menekankan agar proses pembangunan Mahyani tersebut dipercepat, namun Marten Taha menegaskan untuk mendahulukan pembangunan rumah yang berstatus hak kepemilikan tanah.

Untuk sementara, kata Marten, para warga korban musibah kebakaran tersebut dievakuasi untuk sementara menempati Aula Kantor Dinas PU Kota Gorontalo. Sedangkan Dinas Sosial dan BPBD Kota Gorontalo juga mengambil bagian menyalurkan makanan, pakaian, selimut dan matras kepada para korban.

Selanjutnya, kata Marten, sambil menunggu pembangunan rumah, Pemerintah Kota Gorontalo juga akan menyediakan shelter untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sementara bagi para korban.

Marten mengungkapkan, para korban tak semuanya memiliki status hak kepemilikan tanah, sebagian besar masih berstatus tanah wakaf. Namun meski begitu, Pemerintah Kota Gorontalo mengaku akan memediasi pihak terkait untuk kelancaran proses pembangunan Mahyani tersebut.

Mengingat kondisi para korban cukup memprihatinkan, Walikota Marten Taha pun mengimbau masyarakat untuk turut memberikan kepedulian dan bantuan alakadarnya, seperti pakaian bekas, makanan, minuman, ataupun bantuan lainnya yang dibutuhkan secara mendesak oleh para korban. Pasalnya, seluruh barang isi rumah tak ada yang tersisa, kecuali baju di badan. Bahkan buku-buku anak sekolah juga habis terlahap api. (k17/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up