Kondisi dan Peluang Industri Mobile di Indonesia

Bagikan dengan:

(DM1) Di Asia Tenggara, tren mobile memang masih cukup baru. Bagaimanapun, perkembangannya yang sangat pesat tentunya mulai menjadi peluang yang cukup besar bagi banyak perusahaan di negara-negara di wilayah ini, termasuk Indonesia. Lalu, bagaimana kondisi ranah mobile di Asia Tenggara dan Indonesia? Share Foundation, sebuah perusahaan solusi IT yang berbasis di Singapura dan Polandia, merilis sebuah slideshow yang memperlihatkan gambaran pasar mobile di berbagai negara besar di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Berikut adalah beberapa data tentang industri mobile Indonesia:

Dari 250 juta orang, hanya 75 juta orang penduduk Indonesia yang sudah menggunakan internet, yang berarti baru sekitar 30 persen. Untuk pengguna handphone, pengguna feature phone di Indonesia masih sangat banyak, yaitu 77 persen dari seluruh populasi. Pengguna smartphone sendiri hanya 23 persen.

Indonesia adalah tempat smartphone murah. Banyak produsen smartphone lokal yang memproduksi smartphone dengan harga di bawah USD 200 (sekitar Rp 2,5 juta). Masyarakat Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 5,27 jam mengakses internet melalui komputer, dan 2,3 jam melalui mobile. Media sosial adalah salah satu hal yang paling banyak digunakan di Indonesia. Masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 2,54 jam mengakses media sosial. 10 aplikasi yang paling banyak dimiliki pengguna smartphone Indonesia juga sebagian besar adalah aplikasi media sosial.

Selain membuka media sosial, internet mobile saat ini kebanyakan hanya digunakan untuk mengakses informasi seperti berita atau riset produk, masing-masing di angka 94 dan 95 persen dari jumlah pengguna mobile. Tapi, mereka yang melakukan pembelian via mobile sudah mencapai 57 persen. Di Asia Tenggara sendiri, masih banyak sektor dalam dunia internet yang belum memiliki pemenang yang jelas (seperti Google untuk mesin pencari dan Facebook dan Twitter untuk media sosial). Lantas, apa makna semua data ini? Dengan penetrasi smartphone yang masih di bawah 25 persen, peluang untuk pelaku mobile di Indonesia (baik produsen smartphone maupun pengembang aplikasi) masih sangat terbuka.

Dari segi hardware, tampaknya para produsen mulai sadar bahwa smartphone berkualitas dengan harga terjangkau adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mendapatkan banyak pembeli, dan itu sudah mulai dilakukan oleh banyak produsen, terutama produsen lokal. Untuk software dan aplikasi, peluangnya masih sangat terbuka lebar di mana-mana. Selain memang masih banyak ranah yang belum memiliki pemenang jelas, masyarakat Indonesia juga masih banyak yang belum teredukasi dan belum mengetahui bahwa mereka bisa melakukan lebih banyak hal melalui mobile. Siapapun masih bisa menguasai pasar dan sekaligus memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan perangkat mobile.

Komentar anda :
Bagikan dengan:

Muis Syam

2,671 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Next Post

Soal Harga Jagung, Pemprov Gorontalo Imbau Tak Perlu Kuatir

Sen Sep 19 , 2016
(DM1, Gorontalo): PEMERINTAH Provinsi Gorontalo telah mengeluarkan regulasi tentang pembelian harga terendah di tingkat petani. Rusli Habibie selaku Gubernur Gorontalo pun mengimbau kepada petani hendaknya tak perlu kuatir menanam jagung. Komentar anda :