Cita-cita Jadi Dosen, Qari’ Gorontalo ini Malah “Menjelma” Jadi Pengusaha Batako & Paving Block Bersertifikat ISO

DM1.CO.ID, GORONTALO: “Saya bukan subkontraktor. Saya supplier batako dan paving block, saya cuma masukkan barang atau product itu yang dipesan oleh pihak kontraktor”.

Demikian disampaikan Hamka Murad, pada Jumat (11/3/2022), saat ditanyai oleh Wartawan DM1 lantaran namanya disebut-disebut sebagai subkontraktor di beberapa proyek yang diduga sedang “berjalan lambat” di Kota Gorontalo.

“Itu tidak betul, saya ini bukan kontraktor dan juga bukan sebagai subkontraktor.  Selama ini saya justru menghindari yang namanya ikut-ikut lelang proyek, karena saya tidak mau nantinya kawan menjadi lawan. Saya cuma ingin fokus pabrikasi jual barang menyuplai material,” jelas Hamka membantah pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pelaksana proyek maupun subkontraktor di sejumlah proyek yang sedang berjalan.

Hamka menegaskan, selama ini dirinya fokus memberikan dukungan pabrikasi kepada para kontraktor yang mendapatkan pekerjaan, terutama dukungan pabrikasi batako dan paving block.

“Kalau ada pekerjaan (proyek) kan mereka minta dukungan, ya saya beri dukungan. Siapa saja saya beri dukungan, kalau mereka menangkan (tender proyek) bisa memakai dukungan saya, dukungan pabrik dan dukungan alat,” jelasnya.

Meski Hamka Murad masih terbilang sebagai seorang pengusaha muda yang bergerak di bidang produksi batako dan paving block di Provinsi Gorontalo, namun hasil dan mutu produksinya tak perlu diragukan, karena dapat dijamin memiliki kualitas tinggi.

Buktinya, “CV. Shohat” yang dipimpin Hamka Murad dalam bidang produksi batako dan paving block kini memegang sejumlah sertifikat ISO yang dikeluarkan secara resmi oleh PT. Cipta Mutu Indonesia (CMI), yakni:

  1. ISO 45001:2018 (Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja) dengan ruang lingkup sertifikasi meliputi pembuatan beton, semen, kapur, plester dan konstruksi umum.
  2. ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan-Persyaratan) dengan ruang lingkup sertifikasi meliputi Industri beton, semen, kapur, plester dan konstruksi umum.
  3. ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu-Persyaratan) dengan ruang lingkup sertifikasi meliputi Industri beton, semen, kapur, plester dan konstruksi umum.
  4. ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu-Persyaratan) dengan ruang lingkup sertifikasi terdaftar yakni: Logam dasar dan produk logam fabrikasi, kelas ini meliputi: Industri kanal C, reng, spandeks, berongga 2×4, berongga 4×4, dan bahan atap galvalum, Konstruksi umum, teknik sipil, elektrikal, pipa ledeng dan kegiatan pemasangan konstruksi lainnya, Grosir dengan biaya atau dasar kontrak, dan aktivitas real estate.

Pada ISO tersebut terlampir sejumlah kode cakupan yang mampu ditangani dan diproduksi oleh CV. Shohat dengan jaminan kualitas sesuai standar internasional, yaitu:

  1. Kode 23.6= Industri barang dari beton, semen dan plester
  2. Kode 23.61= Pembuatan produk beton untuk keperluan konstruksi (Paving Block, Grass Block, Kanstin, Batako, Buis Beton, U-Ditch, Box Culvert, Pile, Pagar Panel, Barrier, Loster, Pillar, Lis Profile, Lis Plank).
  3. Kode 41= Konstruksi Bangunan
  4. Kode 41.10= Pembangunan Proyek Gedung
  5. Kode 41.20= Konstruksi bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal
  6. Kode 42= Teknik Sipil
  7. Kode 42.1= Pembangunan jalan raya dan rel kereta api
  8. Kode 42.11= Pembangunan jalan dan jalan raya
  9. Kode 42.12= Konstruksi rel kereta api dan rel kereta bawah tanah
  10. Kode 42.13= Konstruksi jembatan dan terowongan
  11. Kode 42.2= Konstruksi proyek utilitas
  12. Kode 42.21= Konstruksi cairan proyek utilitas
  13. Kode 42.91= Konstruksi proyek air
  14. Kode 42.99= Konstruksi proyek teknik sipil lainnya yang tidak terdapat pada daftar.

Didampingi seorang pamannya menyeruput kopi di Warkop Dinox di bilangan Pasar Tua Kota Gorontalo, Hamka Murad menceritakan sepenggal kisah perjalanannya hingga dapat menggeluti bisnis batako dan paving block ini.

Hamka mengaku tak pernah bermimpi bisa menjadi seorang pengusaha batako dan paving block seperti saat ini. “Karena latar belakang saya di bidang pendidikan, maka cita-cita saya sebetulnya ingin jadi dosen,” ungkap Hamka.

Terlebih sejak kelas enam SD, Hamka menghabiskan waktunya belajar tilawah. Hingga saat duduk di bangku SMP, Hamka pun terpilih sebagai Qari’ untuk bertanding di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Mataram utusan Provinsi Gorontalo 2002.

Selepas itu, Hamka Murad dari tahun ke tahun hingga mahasiswa pun selalu lolos dan diikutkan dalam kafilah Provinsi Gorontalo sebagai Qari’ pada MTQ tingkat nasional, seperti di Aceh, Bengkulu, Palangkaraya,dan di sejumlah daerah di tanah air. Karena itu, Hamka kuliah bebas biaya SPP dan setiap semester dapat Beasiswa hingga diwisuda S1 di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Hamka mengaku bisnis pertama yang dilakoninya adalah usaha pembuatan batako secara manual, tahun 2011, atas saran dari sang Ayah yang “berprofesi” sebagai pedagang, Muhammadong Murad.

“Awal mula saya berbisnis bataco manual, waktu itu baru satu orang karyawan, di Kampung Bugis. Bapak saya yang support dan mengarahkan. Ibu saya keturunan Arab, namanya Musnawati Al-Idrus,” tutur Hamka.

Saat memulai bisnis batako itu, Hamka mengaku hanya menanamkan tujuan adalah menabung  untuk biaya melanjutkan kuliah S2 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung.

“Alhamdulillah, dengan hasil bataco setahun menabung akhirnya saya bisa melanjutkan kuliah S2 di UPI Bandung. Tapi tak lama kuliah dan belum selesai, karena Bapak saya sakit dioperasi prostat. Saya pulang ke Gorontalo, lalu kembali menekuni bisnis batako,” kenang Hamka.

Pada 2014, Hamka memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita pujaannya di Jalan Palma. “Habis kawin modal saya di tangan sisa Rp.3 juta, dan tersisa sekitar 5.000 biji batako. Sebelum kawin uang di tangan cuma Rp.30 Juta, bagaimana saya bisa kawin, saya putar di ayam kampung super,” cerita Hamka tersenyum.

Tak lama kemudian,Hamka mendapat orderan pertama dari proyek pembangunan Masjid Sabilurrasyad Kampus UNG, yakni batako bunga “angin”, dengan uang muka Rp.20 Juta. “Di pesanan batako itu saya benar-benar gembira dan bersyukur, saya kerja siang-malam. Dan Alhamdulillah proyek itu selesai dengan sukses,” ujar Hamka.

Agar usaha ini bisa dikelola dengan baik, Hamka pun mendirikan CV. Shohat pada Agustus 2015 dari hasil dan keuntungan order proyek masjid tersebut, sekaligus mengontrak tempat (bangunan) untuk dijadikan kantor perusahaan.

“Saat itu membuat batako dan paving block masih secara manual, suruh las, dan itu sangat melelahkan. Saya beli mobil Kijang 5K, saya bawa dan antar sendiri barang pesanan,” cerita Hamka.

Pada 2016, Hamka membeli tanah yang cukup luas di Desa Buata, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. “Waktu itu saya beli tanah belum rencana bangun pabrik. Tapi karena saya lihat ini paving block meski memakai mutu beton, tetap saja akan ketinggalan dan otomatis kalah di spesifikasi. Saya pun memberanikan diri beli mesin dengan modal yang sangat terjepit pada tahun 2017,” kata Hamka.

Saat ini, Hamka mampu memproduksi paving block minimal 25 ribu sehari dan batako paling sedikit 5 ribu sehari dengan 3 mesin yang ia miliki, dan dengan tenaga karyawan yang sudah mencapai 100-an orang.

“Ada seorang kepala pabrik. Satu mesin 5 personel, 1 operator. Sekarang ada tiga mesin, (dua paving blok, di tambah  1 mesin batako). InsyaAllah mau tambah satu mesin lagi,” tutur Hamka.

Tak hanya mesin paving block dan batako, saat ini Hamka juga mulai menangani usaha pembuatan rangka jaringan. “Sekarang ada juga mesin pembuat rangka jaringan atap dari bahan galvalum,” beber Hamka.

Sejauh ini, produk batako dan paving block yang diproduksi oleh Hamka Murad dapat dilihat di sejumlah proyek yang sudah tuntas dikerjakan. Seperti paving block 3 dimensi di tempat wisata Tamendao Beach di Leato, Bajo, Pentadu Barat, dan lain sebagainya.

Hamka menyebutkan, di pelataran depan pabrik juga dapat dilihat sejumlah jenis paving block yang sengaja dipasang untuk sebagai contoh. “Kami menerima pesanan pembuatah batako dan paving block dari berbagai jenis model dan warna yang terupdate sesuai dengan perkembangan saat ini,” ujar Hamka.

Bagi semua kalangan yang berminat untuk memesan pemasangan batako dan paving block serta rangka jaringan atap, Hamka dengan senang hati mengajak untuk bekerja sama, khususnya bagi kontraktor dan umumnya masyarakat di semua lapisan. “Kami siap sekali 24 jam menerima pesanan. Dan untuk lebih lengkap dan jelasnya bisa langsung berkunjung ke kantor CV. Shohat di Jalan Palma, Kecamatan Dungingi. Atau bisa menyempatkan diri mendatangi pabrik kami,” pungkas Hamka seraya memperlihatkan video pemasangan paving block 3 dimensi seperti di bawah ini.

(adv/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

1.975 views

Next Post

Masjid Jabal Nur Rate-rate Kembali “Ditembus” Hujan, Aleg ini Minta Proyek Pembangunan Tahap IV Ditunda

Sen Mar 21 , 2022
DM1. CO.ID, KOLAKA TIMUR: Persoalan karut-marut proyek pembangunan Masjid Jabal Nur Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) belum juga berakhir. Komentar anda :