Khawatir Ada “Bisikan” Proyek, Ini Harapan Kontraktor Lokal Kepada ULP Gorut

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORUT: Di bawah kepemimpinan Haris Dali yang sudah berulang kali terpilih sebagai Kepala ULP (Unit Layanan Pengadaan) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), diharapkan akan menjadi jauh lebih baik dan profesional dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

Hal tersebut dikemukakan kontraktor lokal, Ismail Mangindaan, kepada wartawan DM1, Rabu (19/2/2020).

Mages (sapaan akrab Ismail Mangindaan) menunjuk Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat; serta UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Semua aturan itu, jelas Mages, sudah dituangkan secara gamblang dalam Perda Gorut Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja ULP Barang/Jasa Kabupaten Gorontalo Utara.

Mages berpesan kepada Haris Dali selaku Kepala ULP Gorut, hendaknya tidak terulang lagi  seperti yang pernah terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, misalnya yang sudah mendapat “bintang” tapi tiba-tiba digagalkan dengan berbagai alasan.

Sementara itu, Azis Latif selaku tokoh pemuda sekaligus aktivis di Gorut saat dihubungi via telepon seluler, Rabu (19/2/2020), menyatakan siap mengawal jalannya proses lelang di ULP Gorut. Bahkan, menurutnya, sudah mengantongi data tentang adanya indikasi “permainan” proyek.

Olehnya itu, Azis Latif juga berharap kepada Haris Dali bisa memimpin ULP Gorut secara lebih baik dan sempurna. Pastinya, menurut Azis, tidak lagi terperosok ke lubang kesalahan yang sama.

Azis bahkan mengimbau kepada para petinggi di Gorut hendaknya tidak mengintervesi jalannya proses lelang proyek di ULP Gorut.

Begitu pula salah satu kontraktor yang enggan disebut namanya, sangat berharap adanya persaingan yang sehat dalam pengajuan penawaran lelang, terutama harus benar-benar berlangsung secara transparan, tidak berdasar kedekatan dan “bisik-bisik”. (yos/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: