BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Kafe di Desa Bongo Tiga Mulai Meresahkan Masyarakat, ini Penyebabnya

Bagikan dengan:
Wartawan: Faizal NS~ Editor: Avi|

DM1.CO.ID, BOALEMO: Berdirinya sebuah kafe di Desa Bongo Tiga, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kini mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Pasalnya, kafe yang sebelumnya dijadikan sebagai tempat nongkrong untuk menikmati kopi dan tempat karaoke tersebut, beralih fungsi menjadi tempat miras dan prostitusi. Hal inilah yang memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Ditemui di rumahnya, Kamis (11/10/2018), I Made Geria selaku Badan Pengawas Desa (BPD) Bongo Tiga menegaskan, kafe yang ada di Wonosari semestinya tidak menambahkan suguhan prostitusi dan miras. Sebab bisa mengakibatkan rusaknya moral masyarakat.

“Kafe ini tidak pantas lagi berada di Wonosari, banyak masyarakat yang sudah resah dengan adanya wanita penghibur dan miras, apalagi kafe ini berada di desa. Maka dari itu masyarakat meminta untuk segera ditutup kafenya,” ujar Made, sapaan akrab I Made Geria, kepada awak DM1.

Selain itu, kafe ini juga tidak taat dalam membayar pajak di Desa Bongo Tiga, sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya. Ditambah lagi, menurut Made, kafe tersebut dibangun di tanah Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo, yang jelas-jelas melanggar aturan.

“Dari pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, memang memberi izin untuk pembangunan tempat usaha kafe di tanah tersebut. Namun dengan berbagai syarat, salah satunya bangunan kafe tidak harus berbentuk permanen. Supaya sewaktu-waktu Pemda ingin tanah itu difungsikan lagi, maka bangunannya harus digusur atau dipindahkan ke tempat lain,” jelas Made.

Mewakili masyarakat, Made pun meminta kepada Pemda Boalemo agar segera menindak tegas kafe yang ada di Wonosari tersebut. 

“Kembalikan lagi fungsi kafe sebelumnya, atau kafe tersebut ditutup saja!” tegas Made. (faz/avi/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up