HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

F-KNP Boalemo Coba Diadu-domba, Apa Ini “Sutradaranya”?

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BOALEMO (TAJUK): Suara lantang Fraksi Koalisi Nasdem-Perindo (F-KNP) yang menyoroti anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo yang tiba-tiba melambung tinggi, saat Rapat Pembahasan R-APBD Kabupaten Boalemo, membuat sejumlah pihak tertentu mendadak jadi galau dan merasa tidak nyaman.

Dalam rapat tersebut, Fraksi KNP sangat “ganas” menyoroti anggaran Jalan Usaha Tani (JUT) untuk Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo tahun 2020, yang dianggap tiba-tiba membengkak Rp.19 Miliar menjadi Rp.71 Miliar.

Dua anggota F-KNP, Riko dan Resvin, tampil bagai sosok yang tak kenal ampun “menghajar” keberadaan anggaran tersebut dengan mengangkat dugaan, bahwa jangan-jangan anggaran sebesar itu hanya untuk bagi-bagi “jatah kue”.

Dugaan tersebut ternyata berhasil mengusik (mengganggu) kenyamanan sejumlah pihak, hingga melakukan reaksi “serangan balik” kepada F-KNP.

Terindikasi, “serangan balik” tersebut dilakukan dengan cara memperalat segelintir media online lokal untuk memunculkan berita hoax yang arahnya tak hanya untuk melakukan pembohongan publik, tetapi juga terindikasi untuk mengadu-domba (memecah) kekompakan F-KNP dalam membela kepentingan rakyat.

Seperti yang dialami oleh Ketua F-KNP DPRD Boalemo, Jimadin Hasan, mengaku sangat kaget dengan tiba-tiba munculnya pemberitaan dari segilintir media lokal yang terkesan bermaksud melakukan adu-domba di tubuh F-KNP.

Sebagai ketua F-KNP, Jimadin mengaku tidak menghalang-halangi seluruh anggotanya untuk menyuarakan apa saja, sepanjang itu adalah untuk kepentingan rakyat, termasuk menyoroti anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo yang memang tiba-tiba membengkak itu.

Anehnya, menurut Jimadin, segelintir media secara tiba-tiba pula menurunkan berita. Misalnya, dengan judul: Jumadin: Jangan Rakyat Menganggap Kami Fraksi “Bodoh”.

Jimadin menegaskan, judul dan isi berita tersebut 100% adalah bohong. Berita itu, kata Jimadin, nampaknya sengaja dimunculkan dengan nuansa seolah-olah dirinya sebagai ketua F-KNP berseberangan sikap dengan para anggota F-KNP yang bersuara lantang itu. Padahal, Jimadin mengaku justru sangat bangga dengan sikap yang diperlihatkan oleh anggotanya tersebut.

Olehnya itu, Jimadin mengaku sangat menyayangkan “perilaku” segelintir media yang sangat menjijikkan memunculkan pemberitaan yang cenderung ingin mematahkan perjuangan dan sikap F-KNP.

“Saya tidak pernah memberikan komentar persoalan pendapat anggota fraksi dalam rapat R-APBD 2020. Dalam pertemuan bersama Ketua DPRD Kabupaten Boalemo dengan teman-teman wartawan, saya sudah menegaskan tidak mengomentari perbedaan pendapat anggota F-KNP. Karena tugas saya sebagai Ketua FKNP sudah selesai, dan saya sudah sampaikan dalam forum resmi pada paripurna,” ujarnya.

Dengan adanya pemberitaan itu, Jimadin pun mengaku merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknnya. Dengan begitu, Jimadin meminta kepada media yang bersangkutan untuk meluruskan pemberitaan itu disertai permintaan maaf yang dimuat di dalam media tersebut.

Terpisah dari Jimadin.  Tercium dengan sangat menyengat, bahwa munculnya pemberitaan hoax (bohong) sebagai “serangan balik” terhadap F-KNP adalah diduga kuat merupakan hasil konspirasi dari “sang sutradara” yang kini berhasil memegang kekuasaan dalam mengendalikan “bagi-bagi kue” kepada sejumlah pihak, termasuk kepada segelintir media “penjilat dan pelacur” . (kab/dm1)

Bagikan dengan:
  • 12856
  • 14483
  • 13710