BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Ini yang Dilakukan Sandiaga S. Uno di “Kampungnya”

Bagikan dengan:

Wartawan: Tim DM1~ Editor: AMS||

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pendamping Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan safari di Sulawesi. Yaitu, dengan mengunjungi kampung halaman orangtuanya, di Gorontalo.

Di mata masyarakat Gorontalo, kunjungan Sandi ke Gorontalo ini hanya lebih merupakan perjalanan silaturahmi ke kampung halaman. Kalaupun ada nuansa politik di dalamnya, maka itu tak lebih dari 20 persen. Sebab, yang dominan dilakukan oleh Sandi di Gorontalo lebih banyak bernuansa kekeluargaan.

Sehingga masyarakat Gorontalo bisa memaklumi jika rencana kunjungan tersebut sempat tertunda dua kali, lantaran Sandi secara mendadak lebih memilih mengunjungi Palu-Donggala-Sigi, Sulawesi Tengah, untuk menyapa secara kemanusiaan korban bencana gempa dan tsunami.

Kerinduan masyarakat Gorontalo terhadap Sandi pun akhirnya terobati. Kedatangan Sandi langsung disambut hangat serta histeris oleh masyarakat yang telah meluap dan memadati Bandara Djalaluddin-Gorontalo, Ahad (04/11/2018).

Tiba di kampung halaman orangtuanya itu, Sandi langsung berziarah ke makam opa dari ayahnya, Abdul Uno, dan oma Ruaida Uno Monoarfa, di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Sandi mengatakan, ziarah ke makam opa dan oma ini bukan hal pertama kali ia lakukan, tetapi sudah jadi rutinitas jika pulang kampung ke Gorontalo.

Saat masa kampanye dan setelah terpilih di DKI, Sandi mengaku juga menyempatkan diri datang ke Gorontalo, termasuk berziarah ke makam opa dan oma.

Usai berziarah, Sandi langsung menuju ke kediaman Ketua Pemenangan Prabowo-Sandiaga Provinsi Gorontalo, Gusnar Ismail.

Di rumah mantan Wakil Gubernur dua periode dan mantan Gubernur (PAW) Gorontalo itu, Sandi disambut dengan prosesi adat Tilolo.

Adat Tilolo adalah upacara istimewa menyambut calon pemimpin dan pemimpin di Gorontalo. Upacara Tilolo mengandung arti, bahwa tidak ada rahasia yang harus disembunyikan antara pemimpin dan rakyatnya.

Selain itu, upacara Tilolo ini juga digelar sebagai ungkapan adanya hubungan harmonis lahir-batin antara pemimpin dan rakyat.

Selepas itu, sekitar pukul 15:00, Sandiaga menuju Gedung Muzdalifah untuk menutup acara “Uti & Nou (Millenials), Mari Jo Jadi Pengusaha”.

Sandiaga yang juga bertindak sebagai Keynote-speaker dalam acara tersebut, memberi sejumlah pencerahan dan motivasi bagi pengusaha muda, khususnya generasi millenial di Gorontalo.

“Saya ingin para millenial yang hadir di tempat ini bukan hanya sebagai penonton, tetapi bertindak sebagai pemain dari pembangunan ekonomi kita,” ujar Sandiaga.

Usai acara tersebut, namun di tempat yang sama, juga dilangsungkan pengukuhan “Mantaps (Millenial Terdepan Prabowo-Sandi) dan Permak Bodi (Persatuan Emak-emak Prabowo-Sandi).

Selepas dari acara tersebut, sekitar pukul 16:00, Sandi beserta rombongan langsung menuju ke Kecamatan Suwawa (Ibukota Kabupaten Bone Bolango).

Di sana, Sandiaga beserta rombongan berziarah ke makam Pahlawan Nasional dari Gorontalo, Nani Wartabone.

Di makam tersebut, di hadapan sejumlah keluarga Nani Wartabone, Sandiaga mengaku sangat bangga punya pahlawan nasional asal Gorontalo yang lebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 23 Januari 1942, yang kemudian oleh masyarakat Gorontalo menetapkan tanggal tersebut sebagai Peringatan Hari Patriotik setiap tahun.

Dari makam Nani Wartabone, sekitar pukul 17:00, Sandi diboyong ke Noura Cafe, tempat diadakannya pertemuan keluarga marga Uno, Katili, Monoarfa dan serumpunnya.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh suka-cita yang mendalam. Dan sangat terasa hubungan emosional antara satu dengan lainnya.

Suasana tersebut menjelaskan, bahwa sepanas apapun situasi politik jelang Pemilu 2019, hendaknya jangan sampai membuat hubungan keluarga jadi terpecah-belah apalagi terputus.

Usai melepas kerinduan bersama keluarga serumpun, Sandiaga langsung menghadiri Rapat Koalisi sekaligus mengukuhkan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi dan Kelompok Relawan se-Provinsi Gorontalo, di Hotel Grand-Q, Kota Gorontalo.

Di hadapan seluruh partai pendukung koalisi, relawan dan simpatisan, Sandiaga menegaskan agar senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi demokrasi secara sejuk. Serta tidak melakukan tindakan-tindakan politik tidak sehat yang justru merugikan daerah.

Sandiaga dijadwalkan bertolak ke Jakarta, pada Senin (05/11/2018) sekitar pukul 07:30, atau setelah menghadiri undangan Pondok Pesantren Sabilurraasyidin (di dekat Bandara Djalaluddin), sambil menikmati sarapan nasi kuning produksi santri. (tim-ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up