BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Ini Motif Penikaman Wanita di Ipilo, Versi Tersangka

Bagikan dengan:
Wartawan: David Mohamad
Editor: AMS|

DM1.CO.ID, GORONTALO: Motif kasus penikaman yang merenggut nyawa seorang wanita, Seftiana (27), pada Ahad malam (08/07/2018), di samping sebuah hotel di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian.

Dugaan sebelumnya yang mengarah kepada lelaki berinisial TM (35) sebagai pelakunya, ternyata tidak meleset.

Ya, Seftiana menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat 4 tikaman di bagian perut dan pinggang yang dilakukan oleh suaminya sendiri, TM.

Namun tak lama menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah badik berukuran sekitar 30 sentimeter, di malam itu juga TM langsung menyerahkan diri ke pihak yang berwajib, di Polres Gorontalo Kota.

“Pelaku sendiri usai melakukan pembunuhan, langsung meyerahkan diri, dan kami langsung mengamankan tersangka, guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gorontalo Kota, AKP. Handy Senonugroho, SH, S.IK.

Di hadapan polisi, TM mengemukakan motif serta alasan hingga tega menikam dan menghabisi nyawa istrinya. Yakni, karena cemburu berat.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP. Handy Senonugroho, SH, S.IK, saat menjawab pertanyaan awak DM1 via WhatsApp, Senin (9/7/2018).

AKP. Handy mengungkapkan, pelaku tega melakukan penikaman kepada istrinya tersebut karena dipicu oleh rasa cemburu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap diri TM di Polres Gorontalo Kota, kejadian penikaman tersebut adalah akibat adanya masalah keluarga yang sulit diatasi oleh TM dan Seftiana.

AKP. Handy membeberkan, bahwa berdasarkan pengakuan tersangka (TM), dirinya tega membunuh istri sendiri karena merasa sakit hati.

AKP. Handy juga menyebutkan, bahwa tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider 338 tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman seumur hidup.

Keterangan sementara yang diungkapkan oleh TM di hadapan polisi menyebutkan, dirinya bermata gelap lantaran menduga istrinya (Seftiana) sedang menjalin hubungan gelap (selingkuh) dengan laki laki lain.

Sejumlah informasi yang berkembang di luar juga menyebutkan, bahwa boleh jadi video yang ditayangkan oleh Seftiana secara live melalui Facebook pada Ahad sore (8/7/2018) itu, membuat kecurigaan dan kecemburuan TM memuncak.

Video siaran langsung Facebook yang di-upload pada Ahad sore (8/7/2018) pukul 16.53 Wita itu, memperlihatkan Seftiana bersama sejumlah teman wanitanya sedang berada di “Tangga 2000”, yakni salah satu lokasi refreshing bagi para kaum muda-mudi.

Boleh jadi TM turut menyaksikan video itu, lalu menduga dan mencurigai istrinya ke Tangga 2000 bersama dengan lelaki lain. Sehingga TM pun sulit mengendalikan rasa cemburunya.

Sebab, tak lama berselang video itu ditayangkan di Facebook, Seftiana tiba-tiba mendapat telepon dari  TM yang meminta untuk menjemput salah satu anaknya di tempat yang telah ditentukan.

Menurut paman korban, Omi (55), kejadian bermula saat Pian (panggilan akrab Seftiana) menerima telepon dari TM yang meminta agar menjemput anaknya di dekat sebuah hotel di Kelurahan Ipilo. “Dan korban langsung menuju lokasi yang ditunjukkan oleh suaminya,” ungkap Omi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun awak DM1 di TKP, Seftiana dan TM sempat terlibat adu mulut (berdebat) sekitar 10 menit di depan hotel yang berada di Kelurahan Ipilo tersebut. Hingga kemudian, TM mengakhiri perdebatan tersebut dengan tiba-tiba menikam istrinya dengan 4 tusukan. Tubuh Seftiana pun seketika bersimbah darah, lalu terkulai lemas tak berdaya.

Mengetahui peristiwa tersebut, pihak keluarga Seftiana menegaskan, bahwa apapun yang menjadi alasan dan pemicu kejadian nahas itu, pelaku harus mendapat hukuman seberat-beratnya. “Kami selaku pihak keluarga berharap pelaku bisa dihukum seumur hidup,” ujar Omi.

Sementara itu kepada awak DM1, TM yang sedang mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Gorontalo Kota merasa sangat menyesali perbuatannya.

TM bahkan mengaku khilaf, dan hanya bisa memohon maaf kepada pihak keluarga korban. (dav/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up