Di Gelar di Wonosari, TMMD Bertekad Membangun Karakter Generasi Milenial

Bagikan dengan:
Wartawan: Kisman Abubakar~
Editor: AMS|

DM1.CO.ID, BOALEMO: ABRI Masuk Desa (AMD), itulah istilah yang dulu dikenal di kalangan masyarakat ketika TNI menggelar program gotong-royong guna membantu pembangunan di desa.

Namun seiring berjalannya waktu, di saat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sudah berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesi (TNI), maka istilah AMD pun berubah menjadi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).

Dan untuk pertama kalinya TMMD pun dicanangkan dan digelar pada 1980, yang pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya peningkatan tarap hidup dan kesejahteraan rakyat melalui persatuan gerak pengelolaan pembangunan bermasyarakat, bersama unsur TNI dengan rakyat dalam satu tujuan, yaitu membantu masyarakat dalam membangun desanya secara lebih baik dari sebelumnya.

Kemanuggalan tentara dengan rakyat sesungguhnya sudah sejak lama terbangun, dan juga dipelihara, sehingga menjadi tradisi dan budaya di negeri ini.

Program TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI-Polri, Kementerian Lembaga Non Pemerintah, dan Pemerintah Daerah, serta segenap lapisan masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia bersama seluruh jajaranya.

Selain itu, kerjasama tersebut dilakukan dengan BAPPEDA provinsi, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi (BPMPDP), serta pemerintah daerah/kota.

Program penggembangan desa ini merupakan program yang dilakukan lintas sektoral dengan tujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan, terutama bagi desa yang menjadi lokasi TMMD agar benar-benar dapat terwujud.

Menyadari seluruh hal tersebut di atas, TNI pun kembali menggelar kegiatan TMMD di Lapangan Kecamatan Wonosari, di Desa Bongo II, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, pada Selasa (10/7/2018). Dihadiri langsung oleh Pangdam XIII Merdeka, Mayjend. TNI. Madsuni; Kapolda Gorontalo, Brigjen. Pol. Drs. Rachmad Fudail, MH, dan sejumlah unsur lainya.

TMMD yang dilaksanakan selama sebulan penuh ini diawali dengan upacara pembukaan Operasi TMMD ke-102 Wilayah Kodim 1304/Gorontalo, dengan mengusung tema: “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial”.

TMMD ini tidak hanya melaksanakan kegiatan fisik, tetapi juga non-fisik. Di antaranya, yang berkaitan dengan pembangunan pembinaan mental, spiritual, atau perjuangan, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan penerangan dan pelatihan keterampilan oleh organisasi pemerintah daerah.

Selain itu, TMMD juga dilaksanakan untuk menyesuaikan program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan seluruh Kabinet Kerja, yakni membangun Indonesia dari pinggiran desa dan menata Kota.

Olehnya itu, seluruh pihak yang terlibat dalam TMMD inipun berharap, agar semua elemen terkait harus senantiasa secara intens saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan bersinergi demi suksesnya pelaksanaaan pembangunan di semua sektor melalui TMMD. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: