Hari Pertama Puasa, Anak Muda Berkerumun di Center Point Bone Bolango

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BONEBOLANGO:  Budaya keluyuran dan berkerumun di lokasi-lokasi tertentu sesudah sahur dan salat Subuh, pada Ramadan 1441 Hijriah kali ini kembali terjadi.

Padahal, imbauan dan maklumat Pemerintah bersama Kapolri sangat tegas melarang diadakan kerumunan, demi mencegah penyebaran Covid19 atau virus Corona.

Sayangnya, imbauan tegas itu dipandang sepele oleh sejumlah anak muda di Provinsi Gorontalo.

Sesaat usai salat Subuh hari pertama sahur Ramadan 1441 Hijriah, pada Jumat (24/4/2020), sebuah video siaran langsung di Facebook (FB) Grup “Quick Respon Polda Gorontalo”, menunjukkan tidak sedikit anak muda melakukan aktivitas kerumunan di Center Point, di Tilong-Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Dalam video live yang disiarkan oleh pemilik akun FB, Arief Budhie Cahyo, memperlihatkan adanya aktivitas anak muda sedang berkerumun, dan selebihnya mengendarai motor layaknya melakukan balapan liar.

Video live itupun langsung ditonton ratusan warganet, dan memunculkan berbagai komentar berbau kritik serta bernada kesal.

Berikut komentar-komentar dari sejumlah warganet:

“Pemerintah harus bertindak tegas2 saatnya menerapkan sistim Rotan dari India,” tulis Bang Arnold.

“Besok2 harus ada posko di situ supaya tidak ada lagi yg mo b Kase lari motor dng somo amn,” tulis Ayu Ayurahyu.

Kalau bisa selepas sahur jaga’ setiap persimpangan jalan, berkaca dari tahun kemarin, selepas sahur banyak anak’ siap jalan pagi kong b kmpul, contohnya di center point bonebolango dan jalan Gorr,” tulis status Van Arsenio.

“Napa di gorr pe banyak anak2 muda ba stap tdk pke2 masker lagi,” tulis Leny Dunggio.

Sekitar 30 menit video siaran langsung tersebut, nampak sudah terlihat patroli dari gugus tugas Covid19. Sehingga terlihat para anak muda tersebut kocar-kacir melarikan diri.

Sejumlah warganet lainnya juga menyayangkan kurangnya antisipasi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bone Bolango maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Harusnya, menurut mereka, sebelum hari pertama puasa sudah dipersiapkan upaya-upaya antisipatif, misalnya dengan menempatkan aparat atau petugas di sejumlah titik yang dianggap akan dipadati oleh para anak muda selepas sahur. (red/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: