Giat Membangun, Desa Padango Fokus Gula Aren yang Bisa Meraup Income Rp.1,4 Miliar per Tahun

Wartawan: Mulkan Hidayatullah | Editor: AMS

DM1.CO.ID, BOLMUT: Berpenduduk 358 Jiwa dari 109 Kepala Keluarga (KK), Desa Padango, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), mayoritas adalah sebagai petani.

“Di desa ini hampir semua warga menekuni bidang pertanian. Pegawai pun ikut bertani dan berkebun,” ungkap Kepala Desa (Kades/Sangadi) Padango, Merlin Gani, kepada Wartawan DM1, Kamis (22/8/2019).

Sejak dirinya dilantik sebagai Sangadi (Kades) Padango pada 2015 silam, Merlin mengaku lebih mengedepankan sektor pertanian untuk dapat digarap secara maksimal.

Di Desa Padango ini, kata Merlin, warga lebih banyak bercocok tanam padi sawah, jagung, dan sebagai petani gula aren.

Merlin menjelaskan, untuk padi sawah sekali panen paling sedikit 25 Ton beras. Begitupun dengan hasil panen jagung yang senantiasa juga melimpah.

Meski begitu, Merlin mengaku lebih tertarik mengembangkan usaha home-industry Gula Aren, karena Pohon Enau terbentang luas di desa ini, dan juga proses pembuatannya tidak sulit dilakukan.

“Sehingga itu secara khusus, kami di Desa Padango ini memilih Gula Aren masuk dalam program Inovasi Desa,” ujar Merlin.

Di desa ini, kata Merlin, terdapat 20 lebih tempat atau lokasi pembuatan gula aren. Dan dalam sehari, menurut Merlin, gula aren yang mampu dihasilkan oleh sekitar 40 biji.

Jika petani gula aren di desa ini bisa melakukan produksi setiap hari 40 biji, maka dalam sebulan bisa mencapai 24 Ribu biji (40 biji dikali 20 lokasi, dikali 30 hari), atau mencapai 288 Ribu biji gula aren dalam setahun.

“Setelah dibuat, gula aren bisa langsung dipasarkan atau didistribusi ke sejumlah titik. Untuk harga satu biji gula aren di desa ini rata-rata Rp.5 Ribu,” jelas Merlin.

Dengan harga Rp. 5 Ribu per biji gula aren, apabila 288 Ribu biji (produksi setahun itu) bisa laku semuanya, maka petani gula aren akan mendapatkan income (pendapatan) Rp.1,4 Miliar per tahun.

Menyadari pendapatan sebesar itu, maka wajar apabila Merlin Gani selaku Sangadi (Kades) Padango bertekad untuk mengembangkan usaha tani gula aren tersebut.

Sebelum masa jabatannya berakhir sebagai kepala desa, Merlin mengaku akan berusaha untuk memunculkan kemasan khusus, yang bisa memiliki daya tarik agar gula aren dari Desa Padango ini bisa laku pesat.

Namun untuk lebih signifikan pengembangan gula aren di desa ini, maka Merlin berharap adanya dukungan dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa ikut memberi dukungan dan bantuan, agar usaha gula aren Desa Padango ini benar-benar dapat berjalan dengan optimal,” ujar Merlin.

Kinerja Sangadi Merlin Gani
Masa jabatan Merlin Gani selaku Sangadi (Kades) Padango akan berakhir pada 2020. Dan sejauh ini, tidak sedikit program kerja pun telah berhasil ditunaikan oleh Merlin.

Program kerja tersebut di antaranya adalah perampungan pembangunan Kantor Desa Padango; MCK; gedung Posyandu; pemberian makanan tambahan bergizi kepada Balita , Lansia dan ibu hamil; gedung PAUD; lapangan futsal dan fasilitasnya; teras tempat parkiran kantor desa; pengadaan sarana perlengkapan kantor; plat-duicker, dan lain sebagainya.

Selain itu, kata Merlin, pihak dinas pertanian di daerah ini juga senantiasa memberi bantuan, seperti Alsintan, bibit, pupuk, dan obat-obatan.

Merlin menyebutkan, khusus bantuan pembuatan jamban keluarga harus tuntas dilaksanakan dan dimiliki oleh setiap warga. “Masih ada 30 jamban yang akan dibuat sebelum masa jabatan kami berakhir,” tutur Merlin.

Pada momen usia yang ke-74 Tahun peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Merlin berharap warga Desa Padango bisa benar-benar bisa lebih melibatkan diri dalam mendukung setiap program pembangunan.

“Dan seluruh capaian pembangunan yang telah dilaksanakan, hendaknya dapat dijaga oleh seluruh warga,” kata Merlin.

Selain itu, Merlin juga menyatakan permohonan maaf apabila ada kesalahan atau kekhilafan dalam menjalan tugas sebagai Sangadi Desa Padango.

“Apabila ada yang belum saya selesaikan dengan baik, atau ada yang saya janjikan yang belum saya laksanakan, maka tolong sampaikan (diingatkan) kepada saya sebelum masa jabatan berakhir,” ujar Merlin.

“Karena saya manusia, terbaik buat saya, belum tentu terbaik buat masyarakat. Dan semoga program terbaik yang telah dilaksanakan buat masyarakat dapat betul-betul dimanfaatkan dengan baik pula,” pungkas Merlin. (mul/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

5 views

Next Post

Berpotensi Jadi Desa Wisata, tapi ini Kendala yang Dihadapi Desa Busato

Sab Agu 24 , 2019
Wartawan: Mulkan Hidayatullah | Editor: AMS DM1.CO.ID, BOLMUT: Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ternyata memiliki banyak potensi wisata yang tak kalah menariknya dibanding dengan di daerah lainnya. Komentar anda :