Berpotensi Jadi Desa Wisata, tapi ini Kendala yang Dihadapi Desa Busato

Bagikan dengan:

Wartawan: Mulkan Hidayatullah | Editor: AMS

DM1.CO.ID, BOLMUT: Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ternyata memiliki banyak potensi wisata yang tak kalah menariknya dibanding dengan di daerah lainnya.

Apabila mampu dikelola dengan maksimal, maka potensi wisata tersebut, tentu saja diyakini dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Paling tidak, bisa mendorong peningkatan kesejahteraan dan taraf ekonomi warga di lokasi wisata tersebut.

Salah satu objek wisata yang sangat berpotensi dijadikan sebagai destinasi oleh para wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, yakni permandian Bendungan Busato.

Busato adalah nama desa yang terletak di Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Desa ini berada paling ujung berbatasan dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo.

Jumlah penduduk di desa ini 613 jiwa dari 187 Kepala Keluarga (KK). Dan mayoritas bermata-pencaharian sebagai petani. “Penduduk di desa ini sekitar 90 persen bercocok-tanam atau bertani,” ungkap Hamid Dunggio selaku Penjabat Kepala Desa (Kades/Sangadi) Busato kepada wartawan DM1, Kamis (22/8/2019).

Meski begitu, Hamid Dunggio yang juga sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pinogaluman ini mengungkapkan, bahwa warga Desa Busato sangat mendambakan bendungan tersebut dapat dikembangkan menjadi objek wisata permandian yang menarik, agar dapat menjadi salah satu target kunjungan para wisatawan.

Menyikapi aspirasi warga tersebut, Hamid Dunggio pun mengaku akan melakukan berbagai upaya secara bertahap untuk menjadikan Busato sebagai Desa Wisata.

Upaya yang dimaksud adalah, mematok rencana untuk membangun jembatan layang atau jembatan gantung pada 2020 kerjasama dengan Desa Buata Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorut.

Jembatan layang tersebut, kata Hamid, nantinya adalah merupakan salah satu akses keluar masuk Bolmut-Gorut, sekaligus akses kemudahan untuk menuju objek wisata permandian tersebut.

Hamid menjelaskan, yang membatasi Desa Busato (Bolmut) dengan Desa Buata (Gorut) itu adalah Sungai Andagile. “Di atas sungai itulah rencana akan dibangun jembatan layang,” ungkap Hamid.

Upaya berikutnya yang akan dilakukan menurut Hamid, adalah koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. “Karena lokasi permandian itu berada di sekitar bendungan, maka kita akan berembuk terlebih dahulu dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan pihak Balai Sungai, seluruh aparat desa, serta para karang-taruna,” tutur Hamid.

Terlebih karena memang di bendungan itu, ternyata pula dapat dijadikan sebagai tempat spot memancing dengan suasana alam yang sangat alami. “Sudah sangat banyak masyarakat dari berbagai daerah yang sengaja berwisata untuk mandi-mandi di bendungan itu,” ungkap Hamid.

Untuk mengembangkan objek wisata permandian ini, menurut Hamid, masih banyak hal yang harus dibenahi. Termasuk berbagai fasilitas penunjangnya, misalnya mengadakan perahu-perahu kecil dan lain sebagainya.

Selain permandian, lanjut Hamid, potensi wisata lainnya di Desa Busato ini juga terdapat air terjun yang amat indah dan menarik untuk dikunjungi.

Olehnya itu, Hamid Dunggio, sangat berharap adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Bolmut untuk bisa melakukan sinergi dalam meningkatkan konektifitas infrastruktur ke lokasi wisata tersebut.

Secara khusus, Hamid Dunggio bahkan menyinggung keterbatasan yang menjadi keluhan warganya selama ini. Yakni, masalah ketersediaan jaringan dari seluruh operator seluler, yang hingga saat ini juga belum menjangkau Desa Busato.

Akibatnya, menurut Hamid, warga di desa ini masih merasa terisolir karena sangat sulit melakukan komunikasi dua-arah melalui telepon seluler, terlebih untuk mengakses internet.

Olehnya itu, Hamid Dunggio berharap hendaknya ada pihak operator seluler yang dapat mengatasi masalah ini, agar warga Desa Busato juga bisa mendapatkan informasi penting melalui jaringan seperti masyarakat di daerah lainnya yang telah maju. (mul/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: