Giat Cerdaskan Bangsa, SKB Pinogaluman Berharap Gedung Sendiri

Bagikan dengan:

Wartawan: Mulkan Hidayatullah | Editor: AMS

DM1.CO.ID, BOLMUT: Antusias masyarakat terhadap Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), terbilang sungguh sangat tinggi.

“Semangat masyarakat terhadap SKB ini sungguh luar biasa, mereka berduyung-duyung ke SKB. Terutama bagi aparat-aparat desa, yang tadinya mereka cuma ijazah SD, SMP, sekarang mereka sudah berijazah SMA melalui paket C. Dan bahkan ada yang melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi secara formal,” ujar Kepala SPNF-SKB Kecamatan Pinogaluman, Hajar Dontili, S.Pd.

Melalui bincang-bincang khusus dengan wartawan DM1, pada Kamis (22/8/2019), Hajar Dontili mengemukakan beberapa hal penting terkait eksistensi SKB Pinogalumanan beserta upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka mencerdaskan bangsa.

Hajar Dontili mengatakan, wilayah kerja SKB yang dipimpinnya ini menjangkau 22 desa se-Kecamatan Pinogaluman.

Meski begitu, sejauh ini SKB Pinogaluman dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi hanya dilakukan di sejumlah desa. “Dalam sosialisasi memperkenalkan SPNF-SKB Pinogaluman hanya dilakukan di empat titik, tidak semua di desa-desa. Yakni di Desa Kayuogu, Tontulow, Dalapuli, dan Tuntung,” ungkap Hajar.

Dan sejauh ini, lanjut Hajar, SKB Pinogaluman telah melayani masyarakat melalui sejumlah program. Yakni di antaranya, program Keaksaran (buta huruf) dan Kesetaraan Paket A, B, C.

Hajar Dontili mengungkapkan, saat ini masyarakat tidak lagi dibebankan biaya untuk mengikuti program di SKB, seperti program Kesetaraan Paket A, B, dan C.

“Untuk menjalani program di SKNF-SKB ini tidak dipungut biaya. Sejak 2018 kami sudah ada biaya dari pusat untuk paket A, B, dan C, serta buta aksara,” ungkap Hajar.

Tetapi, kata Hajar, yang tidak dipungut biaya itu adalah mereka yang berumur 21 tahun ke bawah. “Juknis untuk tahun ajaran 2020-2021, yang umur 21 ke atas tidak lagi dianggarkan di BOP (Bantuan Operasional Penyelengaraan),” tutur Hajar.

Juknis itu, kata Hajar, membuat pihak SKB Pinogaluman sedikit merasa “kurang enak” kepada masyarakat. “Soalnya, sebelum juknis itu dikeluarkan, kami sudah menyebar brosur ke masyarakat, yang mana tidak dipungut biaya tanpa batasan umur. Nah, ini bagaimana kita bisa jelaskan ke masyarakat,” ujar Hajar.

Namun terkait dengan masalah juknis yang menjadi kebijakan tersebut, Hajar mengaku akan menempuh kebijaksanaan sendiri agar SKB Pinogaluman ini bisa benar-benar memberikan pelayanan maksimal tanpa membebani masyarakat.

“Karena tujuan kita adalah untuk mencerdaskan bangsa, maka mereka tetap kami layani,” tegas Hajar.

Sejauh ini, kata Hajar, pihaknya senantiasa membangun kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan para kepala desa se-Kecamatan Pinogaluman.

“Setiap jelang tahun ajaran baru, kami sudah mengeluarkan surat pemberitahuan dan imbauan kepada para Sangadi (Kades). Selanjutnya, mereka (para Kades) itu langsung menindaklanjutinya ke warga mereka masing-masing,” jelas Hajar.

Dan guna pengembangan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, SKB Pinogaluman sedang mematok rencana untuk membuka program baru pada tahun ajaran ini. Yaitu, kursus komputer, menjahit dan kecantikan.

“Rencana itu sudah diawali dan dijalankan oleh mahasiswa KKN Unima (Universitas Negeri Manado). Dan sekarang tinggal kita lanjutkan untuk tahun ajaran 2019/2020 ini,” ungkap Hajar.

Terkait dengan rencana tersebut, kata Hajar, pihaknya juga sudah mengirim surat ke seluruh desa perihal pembukaan kursus-kursus sebagai program baru yang ditawarkan oleh SKB Pinogaluman.

Khusus kursus komputer, kata Hajar, diharapkan dapat diikuti oleh seluruh aparat desa se-Kecamatan Pinogaluman. “Target kita untuk khusus kursus komputer adalah para aparat desa. Namun kesempatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum,” ujar Hajar.

Saat ditanyai seputar kendala-kendala yang selama ini dihadapi oleh SPNF-SKB Kecamatan Pinogaluman, Hajar Dontili pun menyebutkan sejumlah kendala yang dimaksud.

Kendala pertama, kata Hajar, adalah SPNF-SKB Pinogaluman dalam memberikan pelayanan untuk mencerdaskan bangsa sejauh ini belum memiliki gedung sendiri.

Gedung yang digunakan oleh SKB Pinogaluman saat ini, ungkap Hajar, adalah
bangunan eks cabang dinas pendidikan yang masih sistem pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Bolmut. “Sebelumnya bahkan masih mengontrak di salah satu rumah warga,” ungkap Hajar.

Terkait upaya mendapatkan bangunan sendiri, Hajar menceritakan kepedulian Ketua DPRD Bolmut (Saiful Ambarak) yang sempat ingin memberikan tanahnya yang amat luas di atas gunung. “Tapi upaya untuk memiliki bangunan sendiri ini sudah diajukan pada anggaran 2020,” kata Hajar.

Hajar juga mengungkapkan, bahwa Wakil Bupati Bolmut sempat menanggapi kendala terkait bangunan SKB Pinogaluman. “Pak Wakil Bupati Bolmut sudah merespons akan memberikan bantuan laboratorium,” ungkap Hajar.

Hajar mengaku sangat optimis mampu berbuat dan mempersembahkan hasil yang terbaik apabila SKB Pinogaluman telah memiliki bangunan sendiri.

“Kalau gedung ada, maka semua program itu saya bisa minta. Saya akan minta semua program di pusat sesuai dengan kondisi yang ada,” jelas Hajar.

Hajar pun sangat berharap keinginan untuk memiliki gedung sendiri itu bisa tercapai sebelum dirinya pensiun pada 2021. “Cita-cita SKB Pinogaluman untuk bisa memiliki gedung sendiri, insyaAllah dua tahun ke depan ini bisa terwujud,” harap Hajar.

Bangunan yang diinginkan oleh SKB Pinogaluman hendaknya bisa dilengkapi asrama. Sebab, menurut Hajar, jika ada peserta program yang berasal dari desa-desa terpencil atau jauh dari jangkauan, maka dapat menginap di asrama.

Kendala lain yang dihadapi selama ini di SKB Pinogaluman, kata Hajar, adalah jumlah tenaga tutor yang masih sangat terbatas.

“Harus ada tutor. Kekurangan kami tutor kursus, yang ada cuma tutor pembelajaran bidang studi, tutor buta huruf, Bahasa Inggris, matematika, agama dengan IPS. Itupun rangkap,” kata Hajar.

Namun Hajar mengaku sudah menyampaikan seputar rencana keinginan untuk menambah tutor itu, langsung kepada Rektor Unima. “Soal rencana memperkuat tutor ini sudah saya sampaikan langsung kepada ibu Rektor Unima,” ujar Hajar.

Hal lain yang menjadi harapan Hajar Dontili adalah meminta para Kades agar senantiasa melibatkan SPNF-SKB Pinogaluman pada setiap momen terkait pendidikan. “Sekiranya ada pertemuan di desa, tolong diundang atau dilibatkan saya. Supaya kita bisa memperkuat program SKB,” tutur Hajar.

Hajar pun menaruh harapan besar kepada semua pihak, terutama pemerintah daerah dan pusat agar dapat benar-benar senantiasa memberikan dukungan dan bantuan kepada SPNF-SKB Pinogaluman dalam upaya mencerdaskan bangsa.

“Masyarakat adalah keluarga kami. Olehnya itu pemerintah harus terus bersama melalui komunikasi dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” pungkas Hajar. (mul/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: