Plt Bupati Koltim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Tasahea

DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Plt Bupati Kolala Timur (Koltim), Andi Merya Nur, meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Samuel, di Desa Tasahea, Kecamatan Tirawuta, Rabu (24/3/2021).

“Kehadiran gereja di Koltim telah membawa perubahan mendasar bagi peradaban masyarakat sebagai pemersatu umat, sehingga terjalin kerukunan hidup antar sesama jemaat, maupun dengan agama lain secara umum,” demikian sambutan Mery (sapaan akrab Andi Merya Nur) pada kegiatan tersebut.
Mery pun menegaskan, bahwa di dalam program pembangunan Kabupaten Koltim, bidang keagamaan menjadi program perioritas. Dengan tujuan meningkatkan kehidupan beragama yang melahirkan insan yang memiliki iman, bermoral dan takut akan Tuhan, memiliki rasa kepedulian, toleransi dan semangat hidup berdampingan dalam masyarakat.
Olehnya itu, Mery mengimbau kepada seluruh masyarakat Koltim untuk bersatu padu dalam sebuah gerakan pembangunan, bahu-membahu, bekerja sama, berkerja cerdas dan bekerja tuntas untuk membangun Koltim yang lebih baik lagi.
“SBM (Samsul Bersama Mery) bertekad untuk mewujudkan itu semua dengan meraih kehidupan yang AMMAN (Agamis, Maju, Mandiri dan Berkeadilan),” terang Mery.
Mery berharap, pelaksanaan pembangunan gereja ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga masyarakat dan jemaat pada khususnya, dapat segera memanfaatkannya untuk melaksanakan rutinitas peribadatan.
Pada kesempatan itu pula, Mery atas nama pemerintah daerah menyerahkan bantuan untuk pembangunan gereja tersebut. Mery juga menyumbangkan 50 sak semen atas nama Samsul Bersama Mery (SBM).

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wakil Ketua DPRD Koltim, Rahmatia Lukman; Plt Sekda Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa; Kabag Kesra, Ayi Wahyuddin; Kepala Kementerian Agama (Kemenag), dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.
Untuk diketahuim sebelum bernama Gereja Samuel Tasahea, dahulu namanya adalah Jemaat Samuel Loea, lalu berganti menjadi Gereja Samuel Rate-rate.
Pada 22 Agustus 1982 saat  diresmikan, jumlah jemaat saat itu sebanyak 26 orang, akan tetapi sekarang sudah mencapai 54 KK.
Menurut Pendeta Eko Soniawan P Rumono, bangunan gereja yang ada saat ini telah berusia kurang lebih 40 tahun. Sudah banyak konstruksi bangunan gereja yang rapuh serta bangunannya tidak memiliki sloof.
“Itulah alasan mendasar bagi kami untuk  pembuatan gedung gereja yang baru. Adapun sumber dana pembangunan gedung gereja baru berasal dari iuran yang dibebankan kepada jemaat, pembuatan proposal, melalui penggalian dana dengan cara melakukan penjualan madu, gula merah, ayam kampung kepada jemaat tetangga maupun jemaat di luar wilayah Koltim,” ungkap Eko Soniawan. (rul/dm1)
Komentar anda :

Muis Syam

261 views

Next Post

Plt Bupati Koltim Minta Penyuluh Agama Ulet dan Peka Sikapi Gejolak di Masyarakat

Kam Mar 25 , 2021
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Para tenaga penyuluh agama Islam, hendaknya lebih meningkatkan keuletan dan kepekaan terhadap gelojak atau permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat Kolaka Timur (Koltim), sehingga tidak menjadi intrik yang dapat menyebabkan perpecahan suatu kelompok etnis tertentu. Komentar anda :