Dituding “Cari Panggung”, AD Sebut Ketua Fraksi Golkar Deprov Gorontalo “Cari Muka”

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Aksi pamit Fraksi Nasdem-Amanat (PAN) meninggalkan ruangan (walk-out) saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-59, pada Senin (23/8/2021), tak hanya menimbulkan polemik dengan berbagai argumen masing-masing, tetapi juga memunculkan reaksi berbalas pantung dari sejumlah fraksi.

Walk-out terpaksa dilakukan oleh Fraksi Nasdem-Amanat, lantaran mengaku sudah bisa menebak bahwa rapat paripurna pembicaraan tingkat II terkait Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2021 itu, akan tetap “memaksakan” munculnya postur APBD-Perubahan (APBD-P) yang dinilai tidak pro-rakyat.

Sesaat pasca walk-out, Fraksi Nasdem-Amanat langsung menggelar konferensi Pers  di ruang fraksi kedua partai politik berwarna dominan “biru” tersebut.

Di hadapan wartawan dari berbagai media, para anggota Fraksi Nasdem-Amanat itupun menumpahkan kekesalannya, yakni dengan membeberkan dua item anggaran belanja dalam APBD-P yang dinilai tidak urgen di saat rakyat masih dililit kesulitan akibat Covid19.

Dua item anggaran belanja yang dimaksud, yaitu belanja pengadaan tanah untuk pembangunan Islamic-center sebesar Rp.15 Miliar, dan belanja pengadaan 4 unit mobil dinas untuk para pimpinan DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo senilai Rp.2,8 Miliar.

Yuriko Kamaru selaku Ketua Fraksi Nasdem-Amanat dalam keterangannya pada konferensi Pers tersebut, mengaku sangat menyayangkan ketidak-pekaan pihak eksekutif dan sebagian besar anggota legislatif di “Gunung Botu” ini terhadap suara batin rakyat yang sedang menjerit “kesakitan” dengan ekonomi yang sangat terjepit akibat Covid19.

“Ada 29 ribu lebih UMKM yang ada di Provinsi Gorontalo mengalami keterpurukan (akibat Covid19). Maka ini yang kita inginkan adalah ada keberpihakan di anggaran perubahan ini kepada mereka. Tetapi yang terjadi adalah bahwa (APBD-P 2021) hanya menaikkan tingginya belanja modal,” ujar Yuriko dengan wajah kesal.

Sayangnya, kekesalan dan juga walk-out yang diperlihatkan oleh Fraksi Nasdem-Amanat itu, mendapat “perlawanan” dalam bentuk tanggapan dan komentar miring dari sejumlah fraksi lainnya di Deprov Gorontalo.

Tanggapan miring itu salah satunya dilontarkan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, melalui sejumlah media online di daerah ini.

Meski mengaku sikap walk-out dalam persidangan atau rapat di parlemen itu adalah hal yang biasa-biasa saja dan lumrah terjadi, namun Fikram menilai walk-out yang dilakukan oleh Fraksi Nasdem-Amanat kali ini sangatlah lucu.

Bahkan Fikram menuding, bahwa walk-out yang diperlihatkan oleh Fraksi Nasdem-Amanat dalam rapat paripurna tersebut, hanya untuk “cari panggung”.

Statement maupun tudingan miring dari Fikram Salilama itu, membuat Adhan Dambea (AD) sebagai salah seorang anggota Deprov Gorontalo dari PAN yang tergabung dalam Fraksi Nasdem-Amanat, terpaksa kembali harus bersuara lantang.

AD mengaku merasa sangat lucu dengan tudingan Fikram, yang menyebut bahwa walk-out yang dilakukan oleh Fraksi Nasdem-Amanat itu hanya merupakan upaya untuk “cari panggung”.

“Salah dia (Fikram). Jadi belajar dulu lebih banyak, bahwa (yang benar) panggung itu adalah lembaga yang bernama DPRD. Artinya, DPRD itu sendiri sudah menjadi dan sebagai panggungnya. Jadi ngapain lagi mau cari panggung? Kalau walk-out itu adalah gerakan politik, bukan panggung!” ujar AD kepada wartawan DM1 sesaat usai menggelar reses, pada Rabu (25/8/2021), di Jalan Palma-Libuo, Kota Gorontalo.

AD bahkan balik menuding, bahwa statement “cari panggung” yang dialamatkan ke Fraksi Nasdem-Amanat yang terlontar dari Fikram Salilama itu hanya untuk “cari muka”.

“Tudingan cari panggung dari Fikram itu hanya untuk cari muka agar bisa memuaskan dan menyenangkan hati Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo,” ujar AD seraya berjanji untuk terus bersuara lantang menyuarakan kebenaran dan keberpihakan kepada rakyat kecil hingga tetes darah penghabisan. (dms/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:

Muis Syam

1,479 views

Next Post

DPRD Koltim “Seret” Kontraktor Masjid Jabal Nur ke RDP: Sepakat Benahi Persoalan Air Hujan

Kam Agu 26 , 2021
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Komisi I DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), pada Senin (23/8/2021), berhasil “menyeret” (menghadirkan) ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP atau hearing) para kontraktor yang terlibat dalam pembangunan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta. Komentar anda :