Desa Sogitia Sukses Gelar Festival 15 Ribu Ketupat, Ayah Mito: “Ini Murni Dari Warga”

DM1.CO.ID, BONE BOLANGO: Setiap tahun, atau setelah sepekan Idul Fitri berlalu, masyarakat Provinsi Gorontalo melangsungkan tradisi hari ketupat.

Dan pada suasana lebaran di bulan Syawal 1443 H atau 2022 M ini, hari ketupat kembali digelar di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo. Salah satunya di Desa Sogitia, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Di desa yang dinakhodai oleh Sumitro Lopuo ini, sukses menggelar festival ketupat, Senin (9/5/2022), yakni dengan saling mengunjungi (bersilaturahmi), bersalam-salaman dan bercengkerama dengan penuh suka-cita sambil menikmati ketupat serta sajian makanan lainnya.

Menurut Sumitro Lopuo selaku Kepala Desa (Kades) Sogitia, Pelaksanaan festival ketupat di Desa Sogitia kali ini berlangsung sangat meriah, yakni dengan berhasil mempersembahkan 15 ribu ketupat.

Ayah Mito (sapaan akrab Sumitro Lopuo) menyebutkan, pelaksanaan hari ketupat dua tahun berturut-turut sempat ditiadakan lantaran terkendala dengan masalah pandemi Covid19.

Dan pada tahun ini, Ayah Mito mengaku bersyukur tradisi hari ketupat ini bisa kembali dilaksanakan. Dan masyarakat dari seluruh kalangan pun sangat bergembira serta amat senang menyambut penyelenggaraan perayaan hari ketupat di Desa Sogitia yang kali ini dikemas dalam festival 15 ribu ketupat ini.

Ayah Mito mengungkapkan, ketupat sebanyak itu seluruhnya adalah murni berasal dari masyarakat. Ayah Mito selaku Pemerintah Desa mengaku hanya cukup mengumumkan, bahwa akan dilakukan perayaan hari ketupat.

Setelah itu, kata Ayah Mito, para warga di desa ini pun dengan sukarela memenuhi arahan dan instruksi dari pemerintah desa, yang selanjutnya berbondong-bondong menyediakan seluruh kebutuhan terkait perayaan hari ketupat tersebut.

Ayah Mito yang sejauh ini telah menjabat selama 3 periode sebagai Kades di Sogitia, memang merupakan sosok yang terbilang cukup disenangi oleh warganya. Sehingga apapun yang menjadi program atau kegiatan yang ditawarkannya, selalu sukses dijalankan, bahkan tak jarang mendapat perhatian khusus dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.

“Seperti contoh festival ketupat ini, saya tidak menyediakan dana khusus, namun dari masyarakat langsung yang menyediakan dan membawa ketupat dari rumah masing-masing, bawa lauk. Dibantu oleh karang taruna menghias lapangan sebagai pusat kegiatan. Dan semua dilakukan tanpa ada rasa terpaksa, ataupun tekanan dari pemerintah desa,” jelas Ayah Mito.

Atas kesuksesan pelaksanan ferstival 15 ribu ketupat itu, Ayah Mito pun mengaku bersyukur dan tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan dan partisipasinya dari awal hingga usainya ferstival ketupat tersebut.

“Saya bersyukur memiliki warga yang mencintai saya, dan bisa diajak kerja sama dalam kegiatan apapun. Semoga setelah saya tidak lagi menjabat, akan ada pengganti yang lebih mengayomi ,memimpin lebih baik lagi, karena saya tahu masyarakat saya adalah orang-orang hebat dalam bersosial,” pungkas Ayah Mito. (res/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

145 views

Next Post

Selasa Subuh Tadi Boalemo Digoyang Gempa Bumi Darat Magnitudo 4,7

Sel Mei 10 , 2022
DM1.CO.ID, GORONTALO: Selasa Subuh tadi (10/5/2022) pukul 04.54 WITA, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, digoyang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,7. Komentar anda :