Bupati Boalemo Layak Diberi Julukan “Panglima Mutasi”?

Bagikan dengan:

Wartawan: Kisman Abubakar~ Editor: AMS||

DM1.CO.ID, BOALEMO: Meski terhitung belum dua tahun menjabat sebagai bupati, namun Darwis Moridu sudah berkali-kali melakukan “bongkar-pasang kabinet” di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo.

Sehingga pejabat-pejabat maupun para PNS lainnya di lingkungan Pemkab Boalemo, saat ini sepertinya selalu dihantui dengan mutasi yang tiba-tiba dapat terjadi bagai kilat menyambar.

Artinya, tidak sedikit pejabat yang belum sempat “menarik nafas” di kursi jabatannya, tiba-tiba kembali mendapat mutasi dan ditempatkan di posisi yang baru.

Akibatnya, menurut sejumlah kalangan, program kerja di banyak instansi, tentu sangat sulit berjalan maksimal. Sebab, pejabat-pejabat yang baru saja menyusun strateginya, tiba-tiba harus kembali dipindahkan.

Tidak sedikit pejabat merasa aneh dan bertanya-tanya, dasar apa dilakukannya mutasi di saat tugas belum ditunaikan setengah jalan?

Namun sebagian besar pihak dari berbagai kalangan menilai, bahwa mutasi yang kerap dilakukan oleh Darwis Moridu selaku bupati sepertinya bukanlah karena penilaian kinerja, melainkan diduga kuat karena motif politik.

Sejumlah pihak mengungkapkan, adalah sudah menjadi rahasia umum di Boalemo, bahwa pejabat-pejabat (dan PNS lainnya) yang “ketahuan” tidak mendukung kepentingan politik bupati pada Pemilu 2019 mendatang, maka bisa dipastikan akan terkena “sanksi” mutasi.

Dan kendati sudah berulang-ulang kali diprotes melalui aksi demo oleh banyak kalangan, karena dinilai sesuka hati melakukan mutasi PNS dengan jarak (waktu) yang cukup pendek, namun Darwis Moridu tampaknya tak peduli dengan penilaian tersebut.

Pada aksi demo September 2018, Darwis Moridu bahkan sempat diancam untuk dilengserkan, salah satunya adalah karena seringnya melakukan mutasi PNS di lingkungan Pemkab Boalemo.

(Berita terkait: Massa Aksi 149 Terobos DPRD Boalemo, Minta Lengserkan Bupati Melalui Hak Angket)

Mendapat ancaman pelengseran dari berbagai kalangan, tidak membuat Darwis jadi ciut.

Bagai seorang “Panglima Mutasi”, Darwis Moridu pun kembali melakukan mutasi. Sebanyak 105 pejabat dari berbagai eselon pun diberi “kado” tahun baru.

Didampingi Wakil Bupati Anas Jusuf dan Sekretaris Daerah Husain Etango, Bupati Darwis kembali melakukan bongkar-pasang 105 pejabat melalui acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, administrator dan fungsional, di Gedung Pondopo Kantor Bupati Boalemo, Jumat (28/12/2018).

Dari 105 pejabat yang dilantik tersebut, meliputi eselon II berjumlah 2 orang, yakni Kepala Dinas Pertanian (Sofyan Hasan), dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Andi Faizal Hurudji).

Sementara eselon III berjumlah 37 orang, dan eselon IV berjumlah 66 orang.

Bupati Darwis Moridu dalam sambutannya melakukan klarifikasi, bahwa pelantikan ini tidak ada unsur balas dendam atau tendensi lain, tetapi semata-mata memaksimalkan kinerja dalam pemerintahan daerah.

Selain itu, kata Darwis, pejabat yang telah dilantik agar segera menyesuaikan diri dan juga menuntaskan tugas-tugas yang belum terselesaikan supaya secepatnya diselesaikan.

Bupati Darwis mengingatkan, bahwa tahun ini diperhadapkan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan legislatif dan pemilihan DPD-RI ditahun 2019.

“Maka bersikaplah netral. Dan jangan coba-coba menjadi tim sukses atau pendukung salah satu calon, karena akan berakibat fatal terhadap karir ke depan,” tegas Bupati Darwis. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: