Buka Penataran Pelatih Dasar IPSI, Bupati Nelson: Kita Patut Bangga Dengan Bela Diri Indonesia

Bagikan dengan:
Editor : Vita Pakai |

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pelatih profesional sangat diperlukan dalam proses pembinaan atlet berpotensi. Oleh karena itu, pelatih merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembinaan olahraga prestasi.

Kesalahan dalam merencanakan dan menyusun program latihan yang diterapkan dalam proses latihan akan menyebabkan kegagalan meraih prestasi puncak. Untuk itu kemampuan pelatih harus selalu ditingkatkan dan dikembangkan, diataranya dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan, penataran maupun choaching clinic.

Hal ini yang disampaikan Bupati Gorontalo yang juga Ketua Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Provinsi Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo dalam arahannya saat membuka penataran pelatih dasar daerah pencak silat provinsi Gorontalo, Kamis (10/5/2018).

Kegiatan ini diikuti ratusan pelatih perguruan pencak silat dan guru olahraga se Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) David-tonny hingga 3 hari kedepan.

“Memang perguruan di Gorontalo ini ada 20 perguruan, dari 59 perguruan silat di indonesia di Provinsi Gorontalo saja sudah ada 20 perguruan. Kita bergembira bahwa di Gorontalo hampir 10 ribu jawara-jawara dan pesilat yang ada di Gorontalo. Patut kita bergembira juga, bahwa silat ini kurang lebih setahun baru terbentuk,” jelasnya.

Bupati Nelson juga mengatakan beberapa kegiatan besar olahraga bela diri pencak silat yang telah dilaksanakan di beberapa even baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional.

“Pertama, kita sudah melaksanakan kejuaraan nasional tahun lalu yang dihadiri kurang lebih enam-tujuh provinsi, kemudian kedua juga kita telah mengirim para pesilat di luar daerah di beberapa even, dan ketiga kita juga sudah membuat padepokan silat di talumelito sebagai tempat atau basis silat, keempat melakukan konsolidasi organisasi yang telah dibentuk di seluruh kabupaten/kota Se Provinsi Gorontalo dan terakhir kegiatan penataran pelatih daerah yang hari ini kita laksanakan,” urainya.

Selain itu, Prof. Nelson mengatakan, penataran pelatih tersebut bukan hanya memberikan pelatihan silat terhadap perguruan masing-masing namun akan diajarkan di seluruh SD dan SMP yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Ini bukan hanya melatih seluruh perguruan masing-masing, tetapi juga khsusunya Kabupaten Gorontalo mulai tahun ajaran ini akan dibelajarkan salah satunya silat di seluruh SD dan SMP tingkat Kabupaten Gorontalo, sehingga dengan demikian, silat ini bukan saja di jajaran perguruan-perguruan, akan tetapi sudah masuk di tataran sekolah bahkan kalau dapat masuk ke jajaran perguruan tinggi,” urai Bupati Nelson.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa silat merupakan budaya bangsa yang seharusnya patut untuk dibanggakan dibandingkan dengan olahraga bela diri lainnya yang notabene berasal dari luar negeri.

“Kenapa kita bangga dengan karate, taekwondo yang notabenenya dari luar Indonesia, sementara kita sendiri punya olahraga sebagai budaya kita yakni silat,” kata Bupati Nelson.

Menurutnya juga, di Provinsi Gorontalo terdapat bela diri langga yang nantinya akan menjadi bagian dari pendidikan olahraga yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Khusus di Provinsi Gorontalo ini kita ada langga dan kita punya doktor langga dan sudah menulis bukunya yang akan kita perbanyak dan disebarkan kesemua perguruan-perguruan di Gorontalo termasuk juga menjadi bagian pendidikan bagi kita juga,” jelasnya.

Oleh karena itu, Nelson menambahkan, hal tersebut akan menjadi satu bagian kebanggaan bersama, selain menjadi budaya beladiri tetapi ada seni yang terkandung didalamnya,

“Silat ini punya kode etik, jadi tidak sekedar beladiri tetapi ada humanis didalamnya, ada sesuatu yang membuat mengembangkan karakter diri kita sebagai orang Indonesia. Sehingga bagi guru-guru yang baru masuk, inilah menjadi kebangggan kita sebagai pesilat dan pelatih yang tidak ada pada bela diri yang lain,” pungkas Bupati Nelson.

[vt-dm1/if]
Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up