HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Sempat Hilang di Sungai Bone, Eka Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Bagikan dengan:

Wartawati: Resti Djalil Cono~Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, BONE BOLANGO: Ditemukan jasad seorang anak laki-laki, di jembatan penghubung antara Kecamatan Suwawa dan Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango, Selasa (7/5/2019).

Diketahui mayat anak laki-laki itu bernama Fikriyanto Maliyonu alias Eka, siswa Madrasah Tsanawiyah 1 Suwawa (13), warga Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.

Jasad Eka berhasil ditemukan pertama kali oleh warga, Ferdi Demolawa dan Lolanti Maksum saat   jalan santai lepas subuh di jembatan Boludawa, Suwawa.

Sebelumnya, Eka dikabarkan hilang di Sungai Bone, Senin (6/5/2019), namun ketika dilakukan pencarian pada hari itu, jasad Eka belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun kru DM1, kejadian bermula saat Eka pulang dari mesjid usai sholat Shubuh, alih-alih pulang ke rumah, Eka jalan-jalan pagi bersama tiga temannya.

Eka dan tiga temannya pergi ke Sungai Bone dengan niat untuk berenang, namun nahas, saat menceburkan dirinya ke sungai, Eka yang bukan perenang handal tidak menampakkan dirinya kembali ke permukaan.

“Mereka ini katanya baru selesai sholat Shubuh di mesjid, lalu mereka langsung jalan-jalan ke sungai mau berenang,” ungkap Jibran salah seorang warga di Sungai Bone saat kejadian.

Menurut keterangan Jibran, diduga Eka menjatuhkan dirinya ke dalam galian material yang ada di dasar Sungai Bone.

“Sungai Bone ini memang sering diambil materialnya, jadi di dasar sungai ada galian yang cukup dalam, sepertinya dia tercebur ke galian itu,” ungkap Jibran.

Menyadari hal itu, Jibran yang memang berada dekat dengan lokasi anak-anak tersebut, bergegas menolong dan meminta bantuan warga lainnya untuk melakukan pencarian.

“Saya lokasinya dekat mereka, saya heran yang muncul ke atas hanya tiga orang, yang satunya lagi tidak terlihat, langsung saya bergegas menolong,” terang Jibran.

Kejadian tersebut, membuat banyak warga memadati area Sungai Bone, mereka nampak membantu melakukan pencarian jasad Eka, meski begitu warga takut menyelam ke dasar sungai.

Tim SAR yang tiba di lokasi tenggelamnya korban, melarang warga untuk tidak sembarang melakukan pertolongan, karena sangat berbahaya dan untuk mencegah munculnya korban tambahan.

“Memang galian yang terdapat di lokasi tersebut sangat dalam dan membahayakan jiwa, dan apabila ada warga yang coba menolong, saya yakin akan sangat sulit, mengingat kedalaman galian tersebut, sehingga memanggil Tim SAR itu sudah cukup bijaksana, agar jangan sampai ada tambahan korban,” jelas Tim SAR yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut keterangan Brigadir Aldo, selaku Bhabinkamtibmas Desa Bondaraya, saat ditemukan, jasad Eka banyak memar di badan.

“Bisa jadi terbentur oleh bebatuan disungai,  namun masih akan terus diselidiki, dan untuk jasad, langsung dibawa ke rumah duka,” pungkas Brigadier Aldo. (rdc/dmk/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 13325
  • 13393
  • 13710
  • 13687
  • 13712
  • 13714
  • 13709
  • 13739
  • 13633
  • 13711
  • 13800
  • 13603
  • 13634
  • 13697
  • 13698
  • 13753
  • 13752
  • 13783
  • 13784