Selain Olele, Kabila Bone Miliki Sejumlah Desa Pariwisata

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BONEBOLANGO: Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bonebol untuk memperkenalkan potensi pariwasata, yakni melalui kegiatan Dive Olele Festival 2020.

Menariknya, iven yang mengangkat objek wisata Taman Laut Olele, itu turut disemarakkan dengan hadirnya Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI), Tri Suswati Karnavian, istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Pelaksanaan Dive Olele Festival yang berlangsung pada 28 Januari 2020 itu juga dimeriahkan oleh 17 peselam wanita, yakni dengan melakukan atraksi pembentangan spanduk di bawah laut.

Pada kesempatan itu Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan 17 peselam srikandi yang akan menyelam pada Dive Olele Festival 2020, adalah penyelam-penyelam andal. Mereka memiliki kemampuan dalam melakukan atraksi di kedalaman laut.

“Mereka membentangkan spanduk di bawah laut, sekaligus menikmati keindahan Taman Laut Olele,” kata Hamim.

Para srikandi penyelam yang terpilih, menurut Bupati Hamim, memiliki keahlian menyelam terlisensi. Termasuk penyelam wanita dari Polda Gorontalo.

“Jadi untuk pelaksanaan dive olele nanti terus dimatangkan. Tentu dengan melibatkan serikat olah raga selam, POSSI Bone Bolango dan POSSI Provinsi Gorontalo, hingga ragam komunitas,” tambah Hamim.

Pada kesempatan terpisah, Dahlan Tomelo selaku Camat Kabila Bone mengatakan, Desa Olele yang termasuk dalam wilayah pemerintahannya ini adalah desa yang sangat potensial di bidang taman laut. Sehingga itu, Olele merupakan desa dan tempat wisata yang cukup dikenal di Bone Bolango, bahkan diharapkan dapat lebih populer di luar daerah.

“Jauh sebelum saya menjabat (sebagai camat), Olele sudah merupakan desa pariwisata taman laut. Bahkan turis-turis mancanegara ikut datang menyaksikan panorama bawah laut Olele,” ujar Dahlan.

Dahlan Tomelo juga mengaku bersyukur dikarenakan kecamatan yang dipimpinnya memiliki desa pariwisata lain selain di Desa Olele,  yakni pantai Botutonuo di Desa Botutonuo,  dan wisata Hiu Paus di Desa Botubarani.

“Saya senang,  bangga akan hal ini. Setidaknya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,”  pungkas Dahlan. (res/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: