BRI Gorontalo Tawarkan Berbagai Aplikasi Kemudahan

DM1.CO.ID, GORONTALO: Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, membuat Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu satu bank milik negara yang tertua dan terbesar di Indonesia, berkomitmen untuk memberi pelayanan terbaik bagi semua pihak, yakni masyarakat, pemerintah dan seluruh stakeholder lainnya.

Di antaranya adalah dengan meng-upgrade teknologi fitur-fitur produk dan layanan cepat dalam bentuk aplikasi jaringan. Misalnya, pada pertengahan 2016 lalu, Bank BRI telah meluncurkan satelit yang dinamakan BRIsat.

Dari situ, BRI pun mampu memunculkan aplikasi, seperti agen LAKU PANDAI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif), yang juga biasa disebut Agen BRILink.

Ini kemudian yang membuat Bank BRI menjadi salah satu pioneer branches banking di Indonesia, dan hingga saat ini agen BRILink telah berjumlah 69.552 yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Sehingga, bicara mengenai penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), Bank BRI pada 2016 berhasil menyalurkan KUR dengan porsi terbesar, yakni Rp.69,5 Triliun.

Saat bincang-bincang dengan awak DM1, Kepala Cabang BRI Gorontalo, Anang Subagyo menuturkan, bahwa selama ini pihaknya telah mengakuisisi 1 agen BRIlink tiap desa, termasuk yang tersebar di wiliyah Bone Pesisir di Kabupaten Bone Bolango yang jauh dari akses perbankan.

“Dan pastinya setiap agen BRIlink ialah nasabah dari Bank BRI Gorontalo. Dan sejauh ini, agen BRIlink kami ada sekitar 123 agen yang tersebar di wilayah Gorontalo,” ujar Anang Subagyo.

Terlepas dari itu, lanjut Anang, dengan tuntutan era digitalisasi saat ini, pihaknya juga telah menyediakan fasilitas  “Teras Digitalisasi” yang berada di Pasar Sentral Kota Gorontalo , yakni menggunakan konsep “Self Service”. “Di situ bisa melakukan kegiatan perbankan baik tarik tunai, setor tunai ataupun transfer dana yang langsung dilakukan oleh nasabah itu sendiri,” jelas Anang Subagyo.

Diungkapkannya, sepanjang tahun 2016 BRI cabang Gorontalo telah menyalurkan dana KUR Mikro sebanyak Rp.160 Miliar dengan persentase kondisi kredit macet yang kecil.

“Dengan minimnya angka kredit macet dalam penyaluran KUR ini, itu tidak terlepas dari campur tangan pemerintah, dalam hal ini Dinas UMKM dan Koperasi. Karena pemerintah telah melakukan program sosialisasi dan edukasi  kepada para calon dan pelaku UMKM akan pentingnya pemanfaatan modal dan pengelolaannya. Sehingga dapat memacu roda perekonomian dan mendongkrak taraf pendapatan masyarakat khususnya pelaku UMKM di Gorontalo itu sendiri,”pungkas Anang.

(Rafa/DM1)

Komentar anda :

Muis Syam

2.928 views

Next Post

KPU Akan Terapkan Situng di Buol dan Bangkep

Sen Jan 30 , 2017
DM1.CO.ID, BUOL:  Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap menggunakan aplikasi sistem informasi penghitungan suara (Situng) pada Pilkada Buol dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep)  pada 15 Februari 2017. Komentar anda :