Pergerakan Tanah Maret 2022: 10 Wilayah di DKI, dan 51 Wilayah di Provinsi Gorontalo

DM1.CO.ID, JAKARTA: Pada Maret 2022 ini, sejumlah wilayah di DKI Jakarta berpotensi mengalami pergerakan tanah tingkat menengah. “Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah,” demikian unggahan yang ditulis dalam akun media sosial Instagram BPBD DKI Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Untuk itu, pihak BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada lurah, camat, dan masyarakat di wilayah yang dimaksud agar tetap waspada dan mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

Redaksi DM1 pun mengunjungi laman PVMBG, pada Selasa malam (1/3/2022). Di sana disebutkan secara detail, bahwa pergerakan tanah yang akan terjadi di DKI Jakarta pada Maret 2022 ini diperkirakan berada pada 10 wilayah atau kecamatan.

Kesepuluh wilayah yang dimaksud, yakni di Kota Jakarta Selatan meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan. Dan terdapat dua wilayah di Kota Jakarta Timur, yaitu Kramat Jati, serta Pasar Rebo.

Selain di DKI Jakarta, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memperkirakan pergerakakan tanah di sejumlah provinsi di tanah air, di antaranya di Provinsi Gorontalo.

PVMBG mengungkapkan, terdapat 51 wilayah (kecamatan) di lima kabupaten se-Provinsi Gorontalo yang diperkirakan berpotensi mengalami pergerakan tanah pada level menengah, dan 5 kecamatan di antaranya pada level menengah-tinggi.

Adapun wilayah yang dimaksud, yakni Kabupaten Boalemo terdapat 6 wilayah. Yakni meliputi Botumoito, Dulupi, Mananggu, Paguyaman, Tilamuta, dan Wonosari.

Di Kabupaten Bone Bolango terdiri 14 wilayah meliputi Bolango Ulu, Bone, Bone Pantai, Bone Raya, Bulango Timur, Bulango Utara, Bulawa, Pinogu, Suwawa, Suwawa Selatan, Suwawa Tengah, Suwawa Timur, Tapa, dan Tilongkabila.

Di Kabupaten Gorontalo terdapat 12 wilayah meliputi Asparaga, Batudaa Pantai, Bilato, Biluhu, Limboto, Limboto Barat, Mootilango, Pulubala, Telaga, Telaga Biru, Tibawa, dan Tolangohula.

Di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) terdiri 9 wilayah meliputi Anggrek, Atinggola, Gentuma Raya, Kwandang, Monano, Sumalata, Sumalata Timur, Tolinggula, dan Tomilito.

Sementara di Kabupaten Pohuwato terdapat 10 wilayah. Yaitu meliputi Buntulia, Denggilo, Lemito, Patilanggio, Popayato, Popayato Barat, Popayato Timur, Randangan, Taluditi, dan Wanggarasi.

Dari 51 wilayah secara keseluruhan tersebut, terdapat 46 wilayah diperkirakan terjadi pergerakan tanah pada level menengah, dan 5 wilayah berpotensi pada level menengah-tinggi yaitu Mootilango, Tibawa, Anggrek, Monano, dan Tolinggula.

Dari perkiraan potensi terjadinya pergerakan tersebut, pihak PVMBG tentunya mengimbau kepada pemerintah daerah setempat untuk dapat mengantisipasi dan mewaspadai hal-hal yang tak diharapkan.

(src-dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

756 views

Next Post

Belum Semuanya Bisa Dievakuasi dari Ukraina, 99 WNI Sudah “Diamankan”

Rab Mar 2 , 2022
DM1.CO.ID, JAKARTA: Meski Rusia dan Ukraina sementara membangun pembicaraan damai, namun situasi di Ukraina dikabarkan hingga kini masih terus memanas. Komentar anda :