Pantai Eksotis di Tanjung Sidupa, “Surga” Wisata yang Tersembunyi

Bagikan dengan:

Wartawan: Mulkan Hidayatullah | Editor: AMS

DM1.CO.ID, BOLMUT: Ada deretan ombak-ombak mungil berkejaran menuju ke tepi dan menepuk-nepuk bibir pantai, seakan menyapa desiran angin yang menyahut dari sela-sela dedaunan nyiur juga pepohonan yang rindang, lalu menjuntai seolah menyalami alam nan teduh.

Itulah sekilas suasana yang terbentang di Kekel, nama Pantai yang eksotis di Desa Tanjung Sidupa, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pantai Kekel ini menyuguhkan keindahan alam yang tak kalah menariknya dibanding pantai wisata di daerah lainnya.

Masyarakat beserta Exporius Marthin selaku Kepala Desa Tanjung Sidupa menaruh harapan besar, untuk segera mewujudkan Desa Tanjung Sidupa menjadi desa wisata pantai yang eksotis.

Dihuni oleh 324 jiwa dari 123 Kepala Keluarga dengan mayoritas bermata-pencaharian sebagai nelayan tradisional, dan menyimpan sejuta keindahan alam pantai, membuat Desa Tanjung Sidupa inipun tak sulit untuk “disulap” menjadi destinasi wisata pantai yang bertaraf nasional maupun internasional.

Hanya butuh sentuhan dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bolmut, dan Pemerintah Provinsi Sulut beserta Pemerintah Pusat, untuk dapat mengembangkan “surga” wisata pantai yang masih tersembunyi itu.

Exporius Marthin selaku Sangadi (Kades) Tanjug Sidupa dalam bincang-bincangnya dengan Wartawan DM1, pada Kamis (8/8/2019), menjelaskan sejumlah hal penting.

Selama ini, kata Exporius Marthin, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pembenahan wisata Pantai Kekel. Di antaranya adalah dengan membangun sejumlah Gazebo, dan jalan rintisan menuju lokasi wisata Pantai Kekel.

Menurut Exporius Marthin, meski hanya jalan rintisan, namun kendaraan seperti motor maupun mobil, bisa langsung merapat ke pinggir pantai.

Exporius Marthin mengungkapkan, selain bisa menikmati hamparan Laut Sulawesi serta keindahan Pantai Kekel nan teduh, para wisatawan juga bisa mengunjungi sejumlah pulau kecil dengan hanya menempuh jarak sekitar 3 menit menggunakan perahu ketinting. “Pulau-pulau kecil tersebut bisa menjadi salah satu spot favorit para wisatawan,” tutur Exporius.

Pantai Kekel ini, ungkap Exporius Marthin, juga pernah dipilih sebagai tempat diadakannya hari raya ketupat oleh pihak Kecamatan Bolangitang Timur dan juga pihak Kecamatan Kaidipang.

Exporius Marthin selaku Sangadi pun mengaku sangat berharap adanya perhatian langsung dari Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Bolmut maupun Permerintah Provinsi Sulut, agar dapat benar-benar mengembangkan aset pariwisata ini.

Secara khusus, Exporius Marthin menolak jika Pantai Kekel masih disebut sebagai calon lokasi kunjungan wisata. Sebab, setiap Sabtu dan Ahad tidak sedikit wisatawan telah berkunjung ke Pantai Kekel ini.

“Itulah sejauh ini kami tak berhenti bergerak untuk melakukan hal-hal kecil yang sangat berarti demi kemajuan Desa Tanjung Sidupa lewat jendela pariwisata,” tegas Exporius Marthin.

Exporius Marthin mengaku mengeluhkan sumur bor yang telah dibangun di lokasi TPI, namun belum bisa dimanfaatkan sejak proyek tersebut usai dikerjakan.

“Itu dikarenakan tidak adanya mesin untuk pengoperasian sumur bor tersebut, baik untuk fungsi maupun kegunaan TPI itu sendiri, akibatnya jadi mubazir,” tegas Exporius.

Untuk tahun 2020 mendatang, kata Exporius, warganya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu berupa ponton dan ketinting. “Begitu juga untuk pelebaran jalan yang menghubungkan Desa Komus Satu dan Desa Tanjung Sidupa juga akan mulai dilakukan di tahun 2020. Besar harapan kami itu semua bisa direalisasikan,” ujar Exporius.

Exporius membeberkan sejumlah program yang telah ditunaikan, diantaranya infrastruktur talud, jalan setapak, jamban, Gedung Puskesmas pembantu (Pustu); Sorga (Sarana Olahraga), dan lain sebagainya.

Selain itu, sebelum menjabat sebagai Sangadi, Exporius mengaku prihatin dengan kondisi warga Desa Tanjung Sidupa yang sebagian besar kala itu masih membuang hajat (Buang Air Besar/BAB) di tempat-tempat yang tak layak. Sehingganya, ketika terpilih sebagai Sangadi, Exporius pun langsung membangun jamban keluarga, serta infrastruktur lainnya seperti jalan-jalan penghubung desa tetangga.

“Sebelum saya menjadi Kades, apabila mau ke pasar harus menempuh jalur laut, yang mana kondisi jalan saat itu yang sangat tidak memadai,” ungkap Exporius.

Pada momen HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun ini, Exporius mengaku, bahwa warga Desa Tanjung Sidupa siap dilibatkan dalam mendukung sepenuhnya program kegiatan 17 Agustus ini. “Baik yang di buat oleh Kecamatan Pinogaluman maupun Pemerintah Kabupaten Bolmut. Dan untuk warga Desa Tanjung Sidupa, mereka adalah warga yang dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi HUT 17 Agustus ini, tanpa harus dikomandoi,” pungkas Exporius Marthin. (mul/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up